Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Main Agenda: Taufik Hidayat Kerap Dibela Orangtua Saat Kecil, Psikolog Jelaskan Dampaknya Ketika Dewasa

Jennifer Thomas - lenterafakta.com 3 mins read

Main Agenda: Taufik Hidayat Terbiasa Dibela Orangtua Saat Kecil, Psikolog Buka Dampaknya Saat Dewasa Main Agenda membahas kasus Taufik Hidayat, yang terlibat

Main Agenda: Taufik Hidayat Kerap Dibela Orangtua Saat Kecil, Psikolog Jelaskan Dampaknya Ketika Dewasa

Main Agenda: Taufik Hidayat Terbiasa Dibela Orangtua Saat Kecil, Psikolog Buka Dampaknya Saat Dewasa

Main Agenda membahas kasus Taufik Hidayat, yang terlibat dalam penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR (29) di Bandung, sebagai contoh bagaimana pengasuhan orangtua sejak kecil dapat membentuk perilaku seseorang saat dewasa. Ayah Taufik, Tata, mengungkapkan bahwa anaknya kerap mendapatkan perlindungan ekstra karena dianggap lebih tampan dibandingkan saudara-saudara. Kondisi ini menciptakan kebiasaan dimana Taufik sering dijaga dari kritik dan konsekuensi, meski terkadang ia juga menunjukkan sifat temperamental.

“Suka dibela terus. Dimanja,” ujar Kepala Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, Kusnaedi, saat diwawancara Kompas.com pada Sabtu (27/6/2026).

Kusnaedi menjelaskan bahwa pengasuhan Taufik mencakup kombinasi perlindungan dan pengarahan yang tidak konsisten. Meski ia diberi kebebasan untuk bermain, kebiasaan dibela orangtua membuat Taufik belajar bahwa masalah bisa dihindari dengan menyalahkan pihak lain. Dalam kasus YTR, ini mungkin memicu pola pikir bahwa tindakan kasar adalah bentuk perjuangan yang sah.

Pengasuhan Berdampak pada Perilaku Dewasa

Menurut psikolog Ratna Yunita Setiyani Subardjo dari Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, ada dua pola utama dalam pengasuhan yang memengaruhi perilaku anak. Pertama, “snowplow parenting” di mana orangtua secara aktif menghalau rintangan untuk melindungi anak. Pola ini sering ditemukan pada keluarga yang sangat perhati, tetapi bisa membuat anak kesulitan mengambil tanggung jawab. Main Agenda menyoroti bagaimana kebiasaan ini muncul dari pengasuhan Taufik Hidayat.

“Studi oleh Lareau & Weininger menunjukkan anak dengan pengasuhan snowplow cenderung mengalami kesulitan dalam menghadapi akuntabilitas di lingkungan dewasa,” jelas Ratna.

Ratna menekankan bahwa meski pengasuhan orangtua memiliki pengaruh kuat, ia bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan perilaku seseorang. “Main Agenda memperlihatkan bagaimana pribadi Taufik Hidayat terbentuk, tetapi perlu kombinasi faktor lain seperti lingkungan sekolah dan sosial,” tambahnya. Pola ini juga bisa mengurangi kemampuan anak mengenali emosi pribadi dan ketergantungan pada pengakuan dari orang lain.

Peran Orangtua dalam Pembentukan Pikiran Anak

Dalam Main Agenda, psikolog Ratna juga menyebutkan bahwa pengasuhan sejak dini membentuk “cetakan” pikiran anak tentang dunia. Dengan selalu dibela, Taufik Hidayat mungkin belajar bahwa dunia tidak selalu adil, dan bahwa dirinya layak diperlakukan dengan baik. Studi Bowlby & Ainsworth menunjukkan bahwa anak yang selalu dijaga dari konsekuensi cenderung mengembangkan keyakinan bahwa orang lain akan selalu membantunya, meski dalam situasi yang menguntungkan.

“Cetakan pikiran ini mempertanyakan apakah dunia aman, apakah orang lain bisa dipercaya, serta apakah dirinya layak dicintai,” kata Ratna.

Ratna menambahkan bahwa efek dari pola ini bisa berlangsung jangka panjang. Misalnya, dalam lingkungan kerja atau hubungan interpersonal, Taufik Hidayat mungkin mengalami kesulitan mengelola emosi dan menjalani konflik secara mandiri. Main Agenda menyoroti bagaimana kebiasaan dibela sejak kecil bisa menjadi akar dari pola perilaku yang terlihat saat dewasa.

“Ya, sangat. Tapi bukan berarti deterministik,” ujar Ratna saat dihubungi Kompas.com pada Kamis (25/6/2026).

Psikolog tersebut juga menekankan pentingnya pendekatan pengasuhan yang seimbang. Dengan menggabungkan perlindungan dan edukasi, anak bisa belajar mengambil keputusan tanpa terlalu bergantung pada orangtua. Main Agenda mengusulkan bahwa Taufik Hidayat membutuhkan evaluasi lebih lanjut untuk memahami akar masalahnya, sementara faktor lingkungan sosial juga perlu dipertimbangkan.

Join the discussion