Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Edu

Key Issue: Rektor dan Guru Besar Usul Sebagian Laba BUMN untuk Riset dan Inovasi

Michael Miller - lenterafakta.com 3 mins read

Key Issue: Rektor dan Guru Besar Usulkan Bagian Laba BUMN untuk Riset dan Inovasi Key Issue menjadi isu utama dalam diskusi kritis yang dihadiri rektor dan

Key Issue: Rektor dan Guru Besar Usul Sebagian Laba BUMN untuk Riset dan Inovasi

Key Issue: Rektor dan Guru Besar Usulkan Bagian Laba BUMN untuk Riset dan Inovasi

Key Issue menjadi isu utama dalam diskusi kritis yang dihadiri rektor dan guru besar dari berbagai universitas pada acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia. Mereka meminta pemerintah untuk mengalokasikan sebagian dari laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kepada sektor riset dan inovasi. Usulan ini disampaikan secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat membuka acara yang berlangsung di JICC, Jakarta Pusat, pada hari Minggu (28/6/2026).

“Key Issue ini adalah bagaimana BUMN bisa lebih produktif dengan membagi laba mereka untuk meningkatkan riset dan inovasi,” ungkap Prabowo dalam pidatonya. Ia menekankan bahwa langkah tersebut diperlukan untuk memastikan BUMN tidak hanya beroperasi secara ekonomis, tetapi juga memberikan kontribusi besar dalam pengembangan sumber daya manusia dan teknologi.

Reformasi BUMN untuk Membangun Ekosistem Riset

Key Issue ini sejalan dengan upaya reformasi BUMN yang telah dijalankan pemerintah selama dua tahun terakhir. Prabowo menjelaskan bahwa kebijakan penutupan lebih dari 200 BUMN yang tidak menghasilkan keuntungan adalah bagian dari strategi untuk memperkuat kinerja sektor milik negara. “Dari ribuan BUMN yang ada, kita telah menutup lebih dari 200 unit. Nanti, jumlahnya akan diturunkan menjadi 300, lalu 250,” lanjutnya.

Dalam memperbaiki efisiensi BUMN, Prabowo menyoroti perlunya perubahan pola kerja. Ia menilai bahwa sejumlah BUMN masih mengalokasikan dana yang besar untuk pengelolaan administratif, padahal keuntungan yang dihasilkan tidak sebanding. “Key Issue adalah bagaimana BUMN bisa lebih fokus pada inovasi dan riset, bukan hanya pada operasional yang tidak produktif,” tambah Presiden.

Strategi Pengalokasian Laba untuk Kebutuhan Nasional

Key Issue ini juga terkait dengan bagaimana pengalokasian laba BUMN bisa berdampak langsung pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi Indonesia. Prabowo menegaskan bahwa alokasi tersebut perlu direncanakan secara terpadu dengan kebutuhan pendidikan tinggi dan pengembangan sumber daya intelektual. “Riset dan inovasi adalah tulang punggung pembangunan. Maka, Key Issue ini harus menjadi prioritas,” jelasnya.

Dalam acara tersebut, sejumlah rektor dan guru besar memaparkan data bahwa BUMN memiliki potensi besar untuk menjadi partner strategis dalam penelitian. Mereka menyarankan bahwa sebagian dari laba yang dihasilkan bisa dialihkan ke pendanaan riset nasional, terutama di bidang teknologi, energi, dan transportasi. “Kita perlu memastikan bahwa keuntungan BUMN digunakan untuk kebutuhan yang sejalan dengan visi bangsa,” tegas salah satu peserta diskusi.

Dengan Key Issue ini, pemerintah diharapkan mampu mendorong kolaborasi antara BUMN dan institusi pendidikan. Prabowo menyoroti bahwa BUMN memiliki akses ke infrastruktur dan sumber daya yang dapat dimanfaatkan secara optimal. “Key Issue yang kita bicarakan sekarang adalah bagaimana BUMN bisa menjadi mesin penggerak riset dan inovasi,” kata Presiden.

Usulan mengalokasikan bagian laba BUMN untuk riset dan inovasi juga diharapkan mampu menciptakan ekosistem penelitian yang lebih dinamis. Dengan dana yang lebih besar, universitas bisa melanjutkan proyek penelitian yang berdampak jangka panjang, seperti pengembangan teknologi hijau atau solusi untuk permasalahan sosial. “Key Issue ini perlu dijalankan secara konsisten agar hasil riset bisa diimplementasikan ke berbagai sektor,” lanjutnya.

Proses Perubahan BUMN dalam Dua Tahun

Prabowo menekankan bahwa rencana reformasi BUMN akan selesai dalam dua tahun, sehingga kebijakan ini tidak hanya bersifat transformatif, tetapi juga realistis. “Dalam dua tahun, kita ingin BUMN menjadi lebih efisien, lebih transparan, dan lebih berkontribusi pada rakyat,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan Key Issue ini bergantung pada komitmen semua pihak, termasuk pemerintah, institusi pendidikan, dan pengelola BUMN.

Key Issue yang diusulkan rektor dan guru besar juga didukung oleh sejumlah pemangku kepentingan. Mereka berharap bahwa alokasi dana riset dan inovasi dari laba BUMN bisa menjadi kebijakan yang berkelanjutan. “Saya yakin, Key Issue ini akan memberikan dampak signifikan bagi pengembangan SDM dan ekonomi nasional,” kata salah satu peserta.

Join the discussion