New Policy: Survei Baru: Gen Z Ingin Pekerjaan yang Berdampak Sosial, asalkan Gajinya Sepadan
New Policy: Gen Z Menginginkan Pekerjaan Sosial dengan Gaji yang Cukup New Policy - Dalam konteks New Policy, Generasi Z—yang sering dianggap sebagai penerus
New Policy: Gen Z Menginginkan Pekerjaan Sosial dengan Gaji yang Cukup
New Policy – Dalam konteks New Policy, Generasi Z—yang sering dianggap sebagai penerus penuh ambisi—ternyata mengutamakan pekerjaan yang memberikan dampak sosial positif, asalkan diimbangi dengan gaji yang sesuai. Survei terbaru yang dilakukan oleh Gallup Voice of Gen Z menyoroti keinginan anak muda untuk berkontribusi pada masyarakat sekaligus memenuhi kebutuhan finansial. Hasilnya menunjukkan bahwa 80 persen Gen Z tertarik pada bidang pekerjaan yang memperbaiki kehidupan orang lain, tetapi tetap memprioritaskan penghasilan yang memadai.
Survei dan Kolaborasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan secara bersamaan oleh Gallup, Walton Family Foundation, dan proyek Making Caring Common dari Harvard University pada bulan Desember 2025. Terdapat 2.436 peserta yang berusia 13 hingga 28 tahun di AS yang terlibat dalam survei. Menurut data, sekitar 89 persen Gen Z yang menyatakan tertarik pada pekerjaan sosial merasa hidup mereka lebih bermakna, menunjukkan bahwa New Policy kini mulai memahami pergeseran prioritas generasi muda.
“Dalam era di mana kesehatan mental dan isolasi sosial menjadi tantangan utama Gen Z, survei ini menunjukkan bahwa mereka mencari makna dalam pekerjaan yang bisa membantu sesama,” kata Katherine Senseman, konsultan riset Gallup, seperti dilansir CNN, Jumat (26/6/2026).
Peran Gaji dalam Membentuk Keputusan Karir
Di tengah ekspektasi tinggi terhadap keberhasilan, Gen Z masih mempertimbangkan faktor ekonomi ketika memilih karir. Meski ingin membangun kehidupan bermakna, hampir separuh responden mengkhawatirkan finansial mereka jika mengambil pekerjaan sosial. New Policy menekankan bahwa kesejahteraan finansial tetap menjadi penentu utama, terutama di industri yang menawarkan dampak sosial namun gaji yang relatif rendah.
“New Policy menyoroti bahwa Gen Z tidak hanya mencari tujuan hidup, tetapi juga mengharapkan peran ekonomi yang stabil. Mereka menemukan keseimbangan antara idealisme dan kenyataan melalui pekerjaan yang memberikan nilai sosial serta penghasilan yang sesuai,” tambah Richard Weissbourd, direktur proyek Making Caring Common.
Konflik Idealisme dan Kondisi Finansial
Gen Z menghadapi tantangan unik dalam mencapai tujuan pekerjaan. Sebagian besar responden mengakui bahwa pekerjaan sosial membutuhkan usaha yang besar, tetapi sering kali tidak menjamin penghasilan yang memadai. New Policy berusaha memecahkan masalah ini dengan mendorong perusahaan untuk menawarkan posisi yang menggabungkan nilai sosial dan kompensasi yang adil. Hal ini penting karena 34 persen Gen Z merasa hampa karena kurangnya interaksi sosial di lingkungan kerja.
Ketika dibandingkan dengan pekerjaan yang fokus pada kesejahteraan pribadi, Gen Z cenderung memilih bidang yang menawarkan gaji lebih tinggi. Namun, kelompok usia 19-21 tahun menunjukkan minat tertinggi terhadap pekerjaan sosial, menunjukkan bahwa New Policy mulai mengakomodasi keinginan generasi ini meski dengan keterbatasan finansial.
Kebutuhan Pekerjaan yang Seimbang
Konsep New Policy ini menggambarkan bagaimana Gen Z mencari keseimbangan antara makna hidup dan kemampuan finansial. Mereka ingin berkontribusi pada masyarakat, tetapi juga tak ingin merasa terbebani secara ekonomi. Anthony Burrow, profesor psikologi di Cornell University, menjelaskan bahwa New Policy membantu memahami bagaimana tujuan hidup bermakna untuk Gen Z, terutama dalam era di mana tekanan kerja terus meningkat.
“New Policy mengungkapkan bahwa Gen Z tidak menolak pekerjaan sosial, asalkan mereka diberi penghasilan yang sebanding. Ini menggambarkan pergeseran nilai dalam dunia kerja, di mana kesejahteraan psikologis dan finansial sama pentingnya,” papar Burrow.
Impak dan Langkah Selanjutnya
Survei ini menjadi bukti bahwa New Policy perlu menyesuaikan strategi perusahaan untuk menarik talenta muda. Generasi Z tidak hanya mengejar karir yang menyenangkan, tetapi juga berharap pekerjaan mereka bisa memberikan dampak nyata pada lingkungan sekitar. Dengan memenuhi ekspektasi ini, New Policy bisa meningkatkan kepuasan karyawan dan memperkuat daya tarik industri sosial.
Meski demikian, konsistensi antara idealisme dan kompensasi tetap menjadi tantangan. New Policy diharapkan dapat memberikan contoh nyata bagaimana pekerjaan sosial bisa tetap kompetitif secara ekonomi. Dengan memperhatikan kebutuhan Gen Z, perusahaan pun bisa menikmati manfaat dari pekerjaan yang bermakna dan berkelanjutan.
