Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Edu

Main Agenda: Koordinator Demo Mahasiswa UNY Akan Bertemu Pihak Kampus Usai Debat dengan Warek Siswanto

Nancy Moore - lenterafakta.com 3 mins read

Koordinator Demo Mahasiswa UNY Bertemu Pihak Kampus Setelah Debat dengan Warek Siswanto Main Agenda - Sebagai bagian dari main agenda aksi mahasiswa

Main Agenda: Koordinator Demo Mahasiswa UNY Akan Bertemu Pihak Kampus Usai Debat dengan Warek Siswanto

Koordinator Demo Mahasiswa UNY Bertemu Pihak Kampus Setelah Debat dengan Warek Siswanto

Main Agenda – Sebagai bagian dari main agenda aksi mahasiswa, koordinator demonstrasi dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Dani Egison, menyatakan rencana untuk bertemu dengan pihak kampus setelah pertemuan dengan Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Hukum, Prof. Dr. Siswanto, M.Pd., yang berlangsung pada 24 Juni 2026. Main agenda ini bertujuan untuk memperjelas tuntutan serta mencari solusi atas berbagai isu yang diangkat selama aksi tersebut.

Kebijakan Kampus Jadi Sorotan Utama

Demo yang digelar mahasiswa UNY menampilkan aksi teatrikal di tangga gedung rektorat, termasuk pemasangan spanduk dengan sejumlah tuntutan. Aksi tersebut sempat terhambat saat main agenda debat antara koordinator demo dan Warek Siswanto berlangsung. Pernyataan pihak rektorat yang menyebut spanduk sebagai “kotor dan sampah” memicu perdebatan intensif. Dani Egison menjelaskan bahwa debat tersebut menjadi poin penting dalam main agenda untuk menyelesaikan konflik.

“Saya hanya mendapat pesan dari Direktur Kemahasiswaan agar tidak mengambil langkah lebih lanjut dan akan mengadakan pertemuan minggu depan untuk memperjelas situasi,” kata Dani melalui pesan singkat, Senin (29/6/2026).

Pertemuan dengan pihak kampus akan menjadi bagian dari main agenda selanjutnya. Meski jadwal pertemuan belum pasti, Dani menginginkan dialog terbuka untuk mengupas tuntutan mahasiswa, seperti pengurangan jumlah pintu masuk kampus dan kebijakan tes kesehatan yang dipersoalkan. “Kita masih menunggu iktikad baik dari kampus yang menjanjikan bertemu untuk penyelesaian masalah dan tanggapan terkait tuntutan. Kalau nyatanya tidak ada, kita akan mengadakan aksi kembali,” ujarnya.

Tiga Isu Utama dalam Aksi Mahasiswa

Aksi demo mahasiswa UNY dilakukan sebagai respons terhadap beberapa kebijakan yang dinilai berdampak signifikan. Pertama, upaya pihak rektorat mencegah pendirian dapur MBG, yang disebut sebagai dasar utama aksi. Dani menegaskan bahwa kebijakan ini menimbulkan kekecewaan karena menghalangi kebebasan mahasiswa memilih lokasi dapur. Kedua, pengurangan jumlah pintu masuk kampus menjadi tiga, yakni pintu utama rektorat, Fakultas Tarbiyah (FT), dan Fakultas Binaan Sarjana (FBSB). Tiga hari setelah aksi, pihak rektorat menambahkan satu pintu di GOR.

“Alasan dari pihak rektorat adalah faktor keamanan. Tapi dengan kebijakan itu, terjadi kemacetan parah di pintu utama, bahkan beberapa kecelakaan,” tambah Dani. Kebijakan ini juga memengaruhi mobilitas kendaraan, membuat pengendara harus memutar di area yang sempit.

Ketiga, peraturan tes kesehatan yang diwajibkan bagi mahasiswa baru menjadi sorotan. Pada 2025, UNY memperketat proses ini dengan mensyaratkan tes kesehatan hanya dilakukan di kampus. Sebelumnya, tes bisa diadakan di mana saja sesuai standar yang berlaku. Dani menyoroti bahwa kebijakan ini memaksa mahasiswa baru yang belum berada di Jogja untuk datang lebih awal, meningkatkan risiko terlambat atau keterbatasan waktu.

“Problemnya kebijakan ini memaksa mahasiswa baru yang belum berada di Jogja harus ke sana lebih awal. Apalagi bagi yang daerahnya jauh, risiko terlambat atau keterbatasan waktu menjadi lebih besar,” papar Dani.

Sebagai akibatnya, aliansi mahasiswa bersikeras menyoroti kebijakan tes kesehatan tersebut. Mereka menginginkan proses ini tetap fleksibel, seperti dijadwalkan ulang di awal perkuliahan. Namun, praktiknya tidak berjalan baik, sehingga banyak mahasiswa baru kecewa. Main agenda debat dengan Warek Siswanto dianggap sebagai langkah awal untuk mendiskusikan kebijakan ini secara lebih terstruktur.

Penyebab utama aksi demo juga mencakup kekhawatiran terhadap transparansi dalam pengambilan keputusan kampus. Pihak rektorat disebut kurang responsif terhadap aspirasi mahasiswa, terutama terkait pendirian dapur MBG. Selain itu, mahasiswa mengecam peningkatan birokrasi yang dianggap mempersulit akses ke berbagai fasilitas kampus. Main agenda ini menunjukkan bahwa kelompok mahasiswa ingin mendapatkan perhatian serius dari pihak kampus dalam menyelesaikan masalah-masalah tersebut.

Join the discussion