Topics Covered: 2 Aturan Baru Daftar Beasiswa LPDP 2026 Tahap 2, Bisa Tak Pakai Sertifikat Bahasa Inggris
Tahap 2, Bisa Tak Pakai Sertifikat Bahasa Inggris Topics Covered - Pendaftaran Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) 2026, tahap kedua, telah
2 Aturan Baru Daftar Beasiswa LPDP 2026 Tahap 2, Bisa Tak Pakai Sertifikat Bahasa Inggris
Topics Covered – Pendaftaran Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) 2026, tahap kedua, telah resmi dibuka mulai 30 Juni hingga 31 Juli 2026. Pada kesempatan ini, calon penerima beasiswa diberi kebebasan untuk mengikuti proses seleksi dengan dua perubahan ketentuan utama yang memengaruhi persyaratan dan cara pendaftaran. Dua aturan baru ini menjadi fokus utama dalam Topics Covered untuk tahap II, terutama bagi pelamar yang ingin memperoleh pendanaan pendidikan tinggi.
Relaksasi Sertifikat Bahasa Inggris untuk Program LoA Unconditional
Salah satu perubahan signifikan dalam Topics Covered adalah penghapusan keharusan mengirimkan sertifikat Bahasa Inggris bagi penerima surat penerimaan unconditional (LoA) dari universitas tujuan. Dalam proses sebelumnya, peserta harus menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris melalui sertifikat TOEFL atau IELTS. Kini, mereka yang sudah mendapatkan LoA dapat mengikuti pendaftaran tanpa perlu menyertakan sertifikat tersebut, terutama jika telah melewati tahap seleksi berbahasa di universitas tujuan.
“Sertifikat Bahasa Inggris merupakan bagian dari proses seleksi, tetapi bagi penerima LoA unconditional, keharusan ini dihilangkan karena mereka sudah memenuhi standar bahasa di tingkat universitas,” ujar Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso, dalam wawancara dengan Kompas.com pada Senin (29/6/2026).
Keputusan ini diharapkan memudahkan proses pendaftaran bagi pelamar yang telah lolos seleksi kampus, terutama untuk program studi di luar negeri. Selain itu, perubahan ini juga berdampak pada penghematan waktu dan biaya administrasi bagi calon penerima beasiswa.
Penyesuaian Alokasi Bidang Studi untuk Keberlanjutan Industri Nasional
Aturan kedua dalam Topics Covered terkait dengan penyesuaian alokasi kuota beasiswa berdasarkan bidang studi. Menurut Direktur Utama LPDP, Yon Arsal, sekitar 80% kuota akan dialokasikan untuk program bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dan sektor industri strategis. Sementara itu, bidang SHARE (Sosial, Humaniora, Seni, Agama, dan Ekonomi) hanya mendapat maksimal 20%.
“Kita menargetkan peningkatan kuota STEM dari 66-69% pada 2025 menjadi 74% pada 2026. Tahun ini, kita akan coba mencapai minimal 80% untuk bidang tersebut,” tutur Yon Arsal, seperti dilansir dari laman resmi LPDP pada Kamis (29/6/2026).
Perubahan ini dilakukan untuk memastikan bahwa beasiswa lebih terarah pada bidang yang mendukung pengembangan sumber daya manusia kompeten di sektor kritis bagi perekonomian nasional. Dengan menekankan STEM dan industri strategis, LPDP berupaya memenuhi kebutuhan pasar tenaga ahli di bidang teknologi, inovasi, dan riset.
Dalam Topics Covered ini, juga disebutkan bahwa LPDP kembali membuka program Beasiswa Akselerasi di Universitas Unggulan serta kerja sama khusus seperti Beasiswa Keolahragaan. Program Beasiswa Talenta Riset dan Inovasi Nasional Jalur Doctor by Research juga diadakan kembali dalam tahap II, yang diharapkan bisa meningkatkan kualitas akademik dan keahlian peneliti di Indonesia.
Keputusan untuk menyesuaikan kuota beasiswa berdasarkan bidang studi ini berdampak pada pelamar yang ingin fokus pada jurusan non-STEM. Meski demikian, pengalokasian yang lebih besar untuk bidang kritis diharapkan mampu mendorong keterlibatan lebih banyak mahasiswa di sektor-sektor yang dibutuhkan secara nasional. Dengan adanya perubahan ini, calon peserta juga diminta untuk memperhatikan poin-poin utama dalam Topics Covered terkait syarat dan proses pendaftaran yang berbeda.
Untuk memastikan pelamar memahami perubahan dalam Topics Covered, LPDP menyarankan calon penerima beasiswa membaca instruksi lengkap di situs resmi mereka. Selain itu, informasi tentang kebijakan baru ini juga dihimpun dalam berbagai sumber terpercaya seperti Kompas.com. Dengan demikian, pelamar bisa mengatur strategi pendaftaran yang lebih efektif sesuai dengan kebijakan terbaru. Pembaruan ini juga menjadi fokus utama dalam penguasaan dan pengembangan berbagai bidang studi dalam konteks pendidikan tinggi nasional.
