Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Benarkah Isi BBM dengan RON Lebih Tinggi Bikin Mesin Lebih Awet dan Irit? Ini Kata Pakar

Robert Anderson - lenterafakta.com 3 mins read

Benarkah Isi BBM dengan RON Lebih: Apakah BBM dengan RON Lebih Tinggi Benar-Benar Membuat Mesin Lebih Awet dan Irit?

Benarkah Isi BBM dengan RON Lebih Tinggi Bikin Mesin Lebih Awet dan Irit? Ini Kata Pakar

Apakah BBM dengan RON Lebih Tinggi Benar-Benar Membuat Mesin Lebih Awet dan Irit?

Benarkah Isi BBM dengan RON Lebih – Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN, Cuk Supriyadi Ali Nandar, menjelaskan perihal efek BBM dengan angka oktan (RON) tinggi pada kinerja mesin kendaraan. Meskipun sebagian besar pengguna berpikir bahwa bahan bakar dengan RON yang lebih besar meningkatkan keawetan dan efisiensi mesin, pakar menegaskan bahwa ini bukan selalu benar. Supriyadi mengatakan bahwa faktor-faktor lain seperti desain mesin dan kondisi penggunaan memainkan peran krusial dalam menentukan hasil akhir.

BBM Sesuai Spesifikasi Mesin

Kendaraan dibuat dengan bahan bakar yang sesuai dengan kebutuhan mesinnya, termasuk parameter seperti rasio kompresi dan teknologi pembakaran. Di Indonesia, BBM yang tersedia mencakup Pertalite (RON 90), Pertamax (RON 92), Pertamax Green 95 (RON 95), Pertamax Turbo (RON 98), serta solar untuk mesin diesel. Masing-masing jenis BBM memiliki karakteristik unik yang memengaruhi performa, emisi, dan efisiensi bahan bakar.

Banyak pengguna memilih BBM dengan RON lebih tinggi karena percaya mesin akan lebih tahan lama dan hemat bahan bakar. Namun, Supriyadi menambahkan bahwa efek ini beragam. “Setelah angka oktan minimum terpenuhi, kenaikan RON tidak selalu berdampak signifikan pada tenaga atau efisiensi mesin,” kata Supriyadi dalam wawancara dengan Kompas.com. Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan jenis BBM bisa tergantung pada kalibrasi dan teknologi mesin masing-masing.

Faktor-Faktor Lain yang Mempengaruhi Kualitas Pembakaran

Angka oktan hanyalah salah satu parameter penting dalam menilai kualitas bahan bakar. Supriyadi menjelaskan bahwa komposisi hidrokarbon, karakteristik penguapan, dan formulasi aditif juga berpengaruh besar. “Meskipun RON sama, BBM dari produsen berbeda bisa berdampak berbeda,” ujarnya. Aditif seperti anti-oksida dan surfaktan bisa meningkatkan kebersihan sistem bahan bakar atau mengurangi pembentukan karbon di mesin.

Sebagai contoh, BBM dengan RON tinggi umumnya mengandung hidrokarbon yang lebih ringan dan aromatik, sehingga memudahkan pembakaran. Namun, jenis BBM ini juga mungkin mengandung komponen yang lebih mahal, seperti etanol atau isobutanol. Dalam beberapa kasus, penggunaan BBM dengan RON di atas standar bisa mengurangi emisi karbon monoksida, tetapi tidak selalu mengoptimalkan efisiensi bahan bakar secara keseluruhan.

Manfaat dan Kekurangan BBM RON Tinggi

Supriyadi menyatakan bahwa BBM dengan RON tinggi tidak merusak mesin, tetapi manfaatnya tidak selalu sebanding dengan biaya tambahan. “Pilih BBM sesuai dengan spesifikasi mesin, bukan hanya karena RONnya lebih tinggi,” katanya. Pada mesin dengan rasio kompresi tinggi, BBM dengan RON 98 mungkin memberikan keuntungan karena mengurangi kekacauan pembakaran. Namun, untuk mesin biasa, perbedaan RON mungkin tidak terasa signifikan.

Di sisi lain, BBM dengan RON tinggi bisa membantu mengurangi emisi hidrokarbon dan mengoptimalkan kinerja mesin pada kondisi cuaca ekstrem, seperti suhu tinggi. Namun, konsumsi bahan bakar tidak selalu lebih rendah. Supriyadi menekankan bahwa efisiensi bahan bakar tergantung pada berbagai faktor, termasuk kecepatan, beban, dan cara pengemudi menggunakan kendaraan.

Mekanisme Kerja BBM Berbeda

Setiap jenis BBM memiliki mekanisme kerja yang berbeda, terutama pada mesin pembakaran internal. BBM dengan RON tinggi cenderung menghasilkan pembakaran yang lebih halus dan merata, sehingga mengurangi gesekan dan kerusakan pada komponen mesin. Namun, hal ini bisa berbeda jika mesin tidak dirancang untuk mengoptimalkan oktan yang tinggi.

Supriyadi menambahkan bahwa teknologi pembakaran modern seperti direct injection atau turbocharging juga memengaruhi cara BBM bekerja. “Mesin yang menggunakan teknologi tersebut mungkin lebih efisien dengan BBM RON tinggi, sementara mesin konvensional tidak terlalu memperhatikan perbedaan angka oktan,” jelasnya. Ini menunjukkan bahwa keputusan untuk menggunakan BBM RON tinggi harus disesuaikan dengan spesifikasi kendaraan.

Rekomendasi untuk Pengguna BBM

Menurut Supriyadi, pengguna harus memperhatikan rekomendasi pabrikan kendaraan. “Jika mesin dirancang untuk menggunakan BBM RON 90, memilih RON 98 tidak selalu lebih baik,” katanya. Selain itu, pengguna bisa menghemat biaya dengan memilih BBM yang sesuai, bukan yang terlalu mahal. “Efisiensi bahan bakar tidak hanya tergantung pada RON, tetapi juga pada cara penggunaan dan kondisi jalan,” tegasnya.

Sebagai penutup, Supriyadi menyarankan untuk menghindari penggunaan BBM dengan RON tinggi secara berlebihan. “Setiap BBM memiliki kelebihan dan kekurangan, dan yang terbaik adalah yang sesuai dengan kebutuhan mesin,” pungkasnya. Dengan memahami mekanisme kerja BBM dan memilih yang tepat, pengguna bisa memaksimalkan kinerja kendaraan tanpa mengorbankan keekonomian atau keawetan mesin.

Join the discussion