Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Announced: Susu Kental Manis Sebaiknya Jadi Topping, Bukan Minuman Susu, Ini Alasannya

Mary Smith - lenterafakta.com 3 mins read

usu Kental Manis Lebih Baik Jadi Topping, Bukan Minuman Announced bahwa produk susu kental manis (SKM) tetap bisa dikonsumsi, tetapi sebaiknya digunakan

Announced: Susu Kental Manis Sebaiknya Jadi Topping, Bukan Minuman Susu, Ini Alasannya

Announced: Susu Kental Manis Lebih Baik Jadi Topping, Bukan Minuman

Announced bahwa produk susu kental manis (SKM) tetap bisa dikonsumsi, tetapi sebaiknya digunakan sebagai pelengkap, bukan sebagai pengganti susu. Ahli gizi dari Universitas Airlangga (Unair), Mahmud Aditya Rifqi, S.Gz., M.Si., menjelaskan bahwa SKM tidak disarankan diminum sebagai minuman tunggal. Komentar ini disampaikan dalam merespons pernyataan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang menggarisbawahi bahwa SKM lebih cocok sebagai bahan tambahan dalam makanan.

Susu kental manis adalah campuran susu dan gula yang diproses dengan mengurangi air hingga mencapai kekentalan tertentu. Proses ini menyebabkan kadar gula dalam SKM menjadi cukup tinggi, bahkan mencapai lebih dari 50 persen di beberapa merek. Gula dalam SKM berfungsi sebagai pemanis, pengental, serta bahan pengawet untuk memperpanjang masa simpan produk. Meski bermanfaat dalam memperkaya rasa makanan, penggunaannya berlebihan dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan.

Manfaat dan Risiko Konsumsi SKM

Menurut Mahmud, satu sachet SKM berat 37 gram mengandung sekitar 19 gram gula, yang menyumbang 51,3 persen dari total bahan. Ini berarti, konsumsi satu sachet SKM sudah mencapai 38 persen batas gula harian bagi orang dewasa (50 gram) dan lebih dari 50 persen bagi anak-anak (30-35 gram). Meski demikian, SKM tetap memiliki nilai gizi seperti protein, kalsium, serta vitamin yang bisa bermanfaat, asalkan digunakan dengan bijak.

“Saat mengonsumsi satu takaran SKM, orang dewasa sudah memenuhi sekitar 38 persen kebutuhan gula harian. Untuk anak-anak, satu sachet SKM bisa mencapai lebih dari 50 persen rekomendasi harian,” kata Mahmud, yang mengungkapkan hal ini dalam wawancara dengan laman Unair.

Announced bahwa SKM sebaiknya tidak digunakan sebagai pengganti ASI atau susu biasa, terutama bagi bayi di bawah 12 bulan. Dalam penggunaan sehari-hari, SKM lebih cocok sebagai topping untuk makanan seperti bubur, kue, atau es krim. Penambahan SKM dalam makanan bisa memberikan rasa manis yang diinginkan tanpa mengurangi nilai gizi makanan utama.

Peran SKM dalam Gizi dan Konsumsi Sehari-hari

SKM memiliki kandungan nutrisi yang bisa bermanfaat, seperti protein dan kalsium. Namun, kadar gula yang tinggi membuatnya tidak cocok sebagai sumber nutrisi utama. Announced bahwa masyarakat sebaiknya memilih makanan bergizi seimbang sebagai sumber protein dan mineral harian, karena SKM hanya berperan sebagai pelengkap.

“Jika kita mengandalkan SKM sebagai sumber gizi utama, maka akan mempercepat risiko kelebihan gula dalam tubuh,” jelas Mahmud, yang menekankan pentingnya pola makan seimbang.

Announced bahwa konsumsi SKM secara berlebihan dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan, obesitas, serta penyakit degeneratif seperti diabetes dan hipertensi. Gula yang terkandung dalam SKM juga dapat menyebabkan kerusakan gigi, terutama jika dikonsumsi secara rutin tanpa pengawasan. Oleh karena itu, ia menyarankan untuk membaca label komposisi produk sebelum membeli atau mengonsumsinya.

Dalam konteks penggunaan sehari-hari, SKM sangat umum digunakan dalam masakan Indonesia sebagai bahan pelengkap. Contohnya, SKM sering ditambahkan ke bubur ayam, tumis, atau kue kering untuk memberikan rasa manis alami. Namun, dalam hal kesehatan, Announced bahwa SKM tidak boleh digunakan sebagai pengganti susu, terutama bagi anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Untuk mengoptimalkan kesehatan, masyarakat disarankan mengurangi porsi SKM dalam makanan. Menurut Mahmud, penggunaan SKM yang terkontrol akan tetap memberikan manfaat tanpa mengorbankan kesehatan. Announced bahwa pentingnya kesadaran akan kadar gula dalam SKM adalah kunci untuk menjaga keseimbangan nutrisi dalam pola makan sehari-hari.

Join the discussion