Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Special Plan: Pakar Ungkap Bahaya Gunung Semeru Tak Hanya Erupsi, Banjir Lahar Bisa Datang Tiba-tiba

Mary Taylor - lenterafakta.com 4 mins read

ecial Plan: Bahaya Gunung Semeru, Termasuk Banjir Lahar, Perlu Diperhatikan Special Plan - Dalam rangka menangani ancaman vulkanik, Special Plan untuk Gunung

Special Plan: Pakar Ungkap Bahaya Gunung Semeru Tak Hanya Erupsi, Banjir Lahar Bisa Datang Tiba-tiba

Special Plan: Bahaya Gunung Semeru, Termasuk Banjir Lahar, Perlu Diperhatikan

Special Plan – Dalam rangka menangani ancaman vulkanik, Special Plan untuk Gunung Semeru menjadi fokus utama pihak berwenang. Gunung Semeru, yang terletak di Jawa Timur, melaporkan empat kali letusan pada Rabu (1/7/2026), termasuk erupsi terbesar dengan kolom abu mencapai ketinggian 1 kilometer di atas puncak. Aktivitas ini memicu kekhawatiran para ahli, karena selain erupsi, Gunung Semeru juga bisa memicu peristiwa tak terduga seperti banjir lahar yang berpotensi mengancam pemukiman warga. Special Plan yang diterapkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang bertujuan untuk meminimalkan risiko kecelakaan melalui sistem pemantauan dan peringatan dini.

“Erupsi kedua terjadi pada pukul 08.14 WIB, dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak,” ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, dikutip dari Antara. Special Plan saat ini menegaskan bahwa masyarakat harus tetap waspada terhadap fluktuasi aktivitas Gunung Semeru, terutama di sektor tenggara yang menjadi zona rawan pergerakan material vulkanik.

Status Gunung Semeru saat ini berada di Level III (Siaga), dengan area peringatan mencakup sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak. Special Plan ini berlaku sejak laporan aktivitas vulkanik meningkat, sehingga warga dihimbau untuk tidak melakukan aktivitas di area risiko. Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, menegaskan bahwa meski belum ada laporan abu vulkanik mengganggu, Special Plan tetap menjadi pedoman utama dalam mengelola kondisi saat ini.

BPBD Lumajang bersama PVMBG menekankan bahwa Special Plan melibatkan pengawasan intensif terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan banjir lahar. Wilayah yang paling rentan termasuk aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungainya. Special Plan juga melibatkan koordinasi dengan pengelola perkebunan dan pertambangan di sekitar Gunung Semeru, karena lokasi ini seringkali menjadi titik masuknya material vulkanik ke permukiman. Peringatan dini melalui Special Plan membantu masyarakat mengantisipasi risiko yang mungkin muncul secara tiba-tiba.

Kenapa Banjir Lahar Menjadi Ancaman Serius?

Dosen Geografi UGM, Dr. Indranova Suhendro, menjelaskan bahwa banjir lahar bukan hanya fenomena yang terjadi saat erupsi, tetapi juga bisa muncul dalam kondisi yang tampak tenang. Special Plan mengingatkan bahwa lahar bisa datang kapan saja, terutama jika hujan deras mengenai material vulkanik yang terakumulasi di lereng. “Bahkan di bawah tidak hujan, lahar bisa tiba-tiba terbawa aliran air dari sungai atau permukaan lereng,” tambah Nova, mengingatkan bahwa Special Plan harus memperhatikan pola hujan dan letusan sebagai indikator.

“Laharnya membawa bongkahan material besar yang bisa merusak infrastruktur dan nyawa manusia,” jelas Nova, dikutip dari laman resmi UGM, Senin (29/6/2026). Special Plan saat ini memastikan pengamatan intensif terhadap kondisi puncak Gunung Semeru, karena lembapan di kawah bisa memicu pergerakan material vulkanik ke arah permukiman. Aliran Sungai Besuksemut, yang menjadi jalur utama lahar, juga mendapat perhatian khusus dalam Special Plan untuk menghindari kerusakan yang tidak terduga.

Menurut Nova, penambangan pasir yang berlangsung di kawasan Semeru memperburuk risiko banjir lahar. “Aktivitas tersebut membuat permukaan lereng lebih rentan terhadap longsoran material vulkanik, yang berpotensi menimbulkan aliran lahar tiba-tiba,” tambahnya. Special Plan diharapkan menjadi kerangka kerja yang memadukan kebijakan lingkungan dengan mitigasi bencana, sehingga masyarakat bisa lebih siap menghadapi ancaman yang muncul dari Gunung Semeru.

Karakteristik Magma dan Risiko di Gunung Semeru

Dalam Special Plan, para ahli juga menyoroti komposisi magma yang menjadi penyebab risiko. Menurut penelitian Nova, magma Semeru memiliki tekstur 50:50 antara cairan dan kristal, sehingga lebih kental dan rentan membentuk kubah lava di puncak. “Kubah ini bisa runtuh kapan saja karena tekanan dari dalam bumi dan lereng yang curam,” kata Nova, yang menjadi bagian dari analisis dalam Special Plan untuk memperkirakan peristiwa piroklastik.

“Pada 4 Desember 2021, aliran piroklastik terjadi dan mencapai jarak sekitar 15-16 kilometer dari puncak,” tulis Nova dalam laporan Special Plan. Fenomena ini menunjukkan bahwa kecepatan dan kekuatan lahar bergantung pada kandungan air dalam magma serta curah hujan di wilayah puncak. Special Plan mencakup simulasi dan studi skenario untuk memperkuat sistem peringatan, terutama mengingat historis Gunung Semeru yang sering mengalami erupsi dengan dampak luas.

Special Plan juga menekankan perlunya mitigasi berbasis data, seperti pemantauan kubah lava dan perubahan pola curah hujan. Nova mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama di daerah yang berdekatan dengan sungai-sungai yang mengalir dari Gunung Semeru. “Karena Special Plan tidak hanya mengandalkan peringatan darurat, tetapi juga persiapan jangka panjang untuk menghadapi berbagai kemungkinan,” tambahnya. Dengan pendekatan ini, pihak berwenang berharap masyarakat bisa mengurangi risiko cedera akibat aktivitas

Join the discussion