Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Balita Ini Selamat Usai 6 Hari Tertimbun Reruntuhan Gempa Venezuela

Joseph Anderson - lenterafakta.com 2 mins read

Balita Ditemukan Selamat Usai Terjebak di Bawah Puing-Puing Selama 6 Hari Balita Ini Selamat Usai 6 Hari - Satu balita laki-laki usia tiga tahun berhasil

Balita Ini Selamat Usai 6 Hari Tertimbun Reruntuhan Gempa Venezuela

Balita Ditemukan Selamat Usai Terjebak di Bawah Puing-Puing Selama 6 Hari

Balita Ini Selamat Usai 6 Hari – Satu balita laki-laki usia tiga tahun berhasil dinyatakan hidup setelah terjebak di bawah bangunan runtuh selama enam hari akibat gempa yang mengguncang Venezuela. Anak bernama Klieber Morán itu akhirnya dievakuasi pada Selasa (30/6/2026) di negara bagian La Guaira, yang menjadi salah satu wilayah terparah terkena dampak bencana. Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, mengungkapkan penyelamatan Klieber sebagai kabar yang memberi harapan bagi masyarakat yang masih terpuruk.

“Penyelamatan balita ini menjadi sumber harapan bagi rakyat kita,” ujar Rodríguez.

Proses evakuasi membutuhkan usaha besar dari tim penyelamat dalam dan luar negeri. Klieber, setelah dikeluarkan dari reruntuhan, segera dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan. Kondisi tanda-tanda vitalnya dinyatakan stabil. Tim internasional dari Amerika Serikat, Meksiko, serta puluhan negara lain turut membantu pencarian korban. Mereka menggunakan anjing pelacak dan peralatan berat untuk mempercepat upaya penyelamatan.

Dampak Gempa yang Membahayakan Ratusan Ribu Orang

Gempa bermagnitudo 7,2 dan 7,5 pekan lalu menghancurkan sejumlah besar infrastruktur. Menurut data awal dari NASA, guncangan tersebut diduga merusak atau menghancurkan sekitar 58.870 bangunan. Sebanyak 1.943 orang tewas, lebih dari 10.000 luka, dan ribuan warga masih hilang. La Guaira, salah satu daerah yang paling terkena, mengalami kerusakan parah. Banyak penduduk lokal bahkan melakukan upaya penyelamatan sendiri karena luasnya area yang terdampak.

Selama operasi pencarian, warga Venezuela mulai menguburkan jenazah korban yang telah ditemukan. Di kamar mayat darurat pelabuhan La Guaira, Wilker Molalla kepada AFP mengatakan sedang menunggu untuk mengidentifikasi tubuh saudara perempuannya, anak-anaknya, serta keluarga saudara laki-lakinya. “Di rumah kami ada 11 orang, hanya dua yang selamat karena kami sedang bekerja,” tambahnya.

Krisis Bantuan dan Ketegangan Sosial

Bantuan kemanusiaan mulai diberikan, tetapi belum memenuhi kebutuhan masyarakat. Daniela Armas, seorang pedagang berusia 18 tahun di La Guaira, mengatakan situasi sulit karena akses makanan terbatas. “Bahkan orang hampir saling membunuh untuk mendapatkan bahan pangan, seperti adu ayam,” tuturnya.

“Ketegangan masyarakat meningkat karena akses terhadap bantuan tetap terbatas,” kata UNHCR dalam pernyataan di situs webnya.

Badan Pengungsi PBB atau UNHCR memperingatkan bahwa ratusan ribu penduduk membutuhkan bantuan darurat, termasuk makanan dan tempat tinggal. Dana awal sebesar 15 juta dollar AS atau sekitar Rp 269 miliar diperlukan untuk menjamin layanan perlindungan, distribusi bantuan, serta penampungan sementara bagi 30.000 korban selama enam bulan.

Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa sistem kesehatan Venezuela sedang mengalami tekanan ekstrem. Juru bicara WHO, Christian Lindmeier, mengingatkan adanya risiko meningkatnya wabah penyakit preventif seperti campak dan difteri, karena tingkat vaksinasi yang rendah.

Join the discussion