Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Latest Program: Gobak Sodor hingga Egrang Jadi Senjata Pemkab Batang Kurangi Ketergantungan Anak pada Gawai

Mary Taylor - lenterafakta.com 3 mins read

ak pada Gawai Latest Program - Dalam upaya menciptakan generasi muda yang lebih sehat dan berakar pada budaya lokal, Pemkab Batang, Jawa Tengah, meluncurkan

Latest Program: Gobak Sodor hingga Egrang Jadi Senjata Pemkab Batang Kurangi Ketergantungan Anak pada Gawai

Program Terbaru Pemkab Batang Kurangi Ketergantungan Anak pada Gawai

Latest Program – Dalam upaya menciptakan generasi muda yang lebih sehat dan berakar pada budaya lokal, Pemkab Batang, Jawa Tengah, meluncurkan latest program berupa Festival Dolanan Anak. Program ini bertujuan untuk membangkitkan minat anak terhadap permainan tradisional serta mengurangi ketergantungan mereka pada gawai. Latest program ini merupakan bagian dari strategi Kolaborasi Budaya yang diintegrasikan ke dalam kurikulum ekstrakurikuler di tingkat Sekolah Dasar (SD).

Langkah Pemkab Batang untuk Meningkatkan Karakter Anak

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo, menjelaskan bahwa festival ini lahir dari kekhawatiran terhadap penurunan pengetahuan anak tentang budaya tradisional. Dalam era digital, penggunaan gawai yang dominan telah menggeser minat anak terhadap permainan lokal. Latest program ini diharapkan bisa memperkuat pendidikan karakter melalui kegiatan yang menyenangkan dan interaktif.

Bambang menekankan bahwa pendekatan ini menggabungkan nilai-nilai budaya dengan pembelajaran yang lebih modern. Dengan mengajak anak kembali ke permainan tradisional, Pemkab Batang ingin membangun kebiasaan positif yang membantu mengurangi kecanduan teknologi. Latest program ini tidak hanya fokus pada hiburan, tetapi juga pada pengembangan kemampuan motorik, koordinasi, dan pemahaman nilai-nilai sosial.

Inisiatif Pelestarian Budaya Lokal di SD Batang

Festival Dolanan Anak dihadiri sekitar 150 peserta dari 11 sekolah dasar di Batang. Kegiatan ini menampilkan berbagai permainan tradisional seperti Gobak Sodor, Egrang, Suda Manda, Semprangan, Bekelan, Nekeran, Yoyo, dan Das-dasan. Latest program ini menjadi langkah awal untuk mengenalkan kembali permainan yang pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat lokal.

Dalam acara tersebut, para siswa tidak hanya memainkan permainan, tetapi juga belajar tentang sejarah dan makna masing-masing dolanan. Bambang menjelaskan bahwa permainan tradisional memiliki peran penting dalam melatih keterampilan fisik dan mental anak. Latest program ini juga diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat rasa nasionalisme dan identitas budaya anak-anak di Batang.

Pengembangan Keterampilan Anak melalui Dolanan Tradisional

Menurut Bambang, kegiatan ini bertujuan untuk melatih kemampuan motorik dan sensorik anak sekaligus meningkatkan daya kreativitas mereka. Latest program ini dirancang agar lebih menarik dibandingkan permainan modern yang lebih sering digunakan saat ini. Dengan memasukkan permainan tradisional ke dalam kegiatan ekstrakurikuler, Pemkab Batang berharap menginspirasi anak-anak untuk lebih aktif dan berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar.

Bambang juga menyebutkan bahwa latest program ini akan diterapkan secara bertahap di seluruh SD di Batang. Nantinya, setiap sekolah akan memiliki program terstruktur untuk memperkenalkan permainan tradisional. Latest program ini akan menjadi bagian dari kebijakan pendidikan yang lebih holistik, menggabungkan pendidikan akademik dengan pendidikan non-formal yang berasal dari budaya lokal.

Dengan mengajak anak-anak untuk kembali ke permainan tradisional, Pemkab Batang berharap menghasilkan generasi muda yang lebih sehat secara fisik dan mental. Latest program ini juga diharapkan bisa menjadi contoh keberhasilan dalam pelestarian budaya, khususnya di tengah tantangan globalisasi yang semakin menghijaukan kehidupan anak-anak. Bambang berharap program ini bisa diadopsi oleh daerah lain sebagai solusi inovatif untuk masalah kecanduan gawai.

Join the discussion