Skip to content
After Dark
Agustus 6, 2026
Tren

Perbandingan Harga Solar di Indonesia – Thailand, Malaysia, dan Singapura, Mana Termurah?

Jennifer Thomas - lenterafakta.com 4 mins read

Perbandingan Harga Solar di Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Singapura: Mana yang Termurah?

Perbandingan Harga Solar di Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Singapura: Mana yang Termurah?

Perbandingan Harga Solar di Indonesia dan beberapa negara lain seperti Thailand, Malaysia, serta Singapura menjadi topik penting bagi pengguna kendaraan bermotor. Dalam konteks ini, Pertamina mengumumkan penyesuaian harga bahan bakar diesel non-subsidi, yaitu Pertamina Dex dan Dexlite, pada 1 Juli 2026. Dex mengalami penurunan harga dari Rp 24.800 menjadi Rp 21.150 per liter, sedangkan Dexlite turun dari Rp 23.000 menjadi Rp 19.700 per liter. Perbandingan harga solar di Indonesia ini juga mencakup perubahan harga Pertamax Turbo, yang juga mengalami penurunan menjadi Rp 19.300 per liter.

Perbandingan Harga Solar di Indonesia: Perubahan Terbaru

Pada 1 Juli 2026, harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di Indonesia mengalami penyesuaian untuk beberapa jenis bahan bakar. Pertamina Dex, yang biasanya memiliki harga lebih tinggi, kini diturunkan menjadi Rp 21.150 per liter. Sementara itu, Dexlite, yang merupakan varian dengan kadar sulfur lebih rendah, juga meluncurkan harga baru sebesar Rp 19.700 per liter. Dalam perbandingan harga solar di Indonesia, harga Pertamax Turbo yang non-subsidi turun menjadi Rp 19.300 per liter. Perubahan ini berlaku di Jakarta dan beberapa provinsi, tetapi daerah lain mungkin memiliki harga yang sedikit berbeda berdasarkan kebijakan Pertamina.

Perbandingan harga solar di Indonesia menunjukkan bahwa BBM non-subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Green 95 tetap stabil setelah penyesuaian harga pada 1 Juli 2026. Harga Pertalite dan Biosolar, yang bersubsidi, juga tidak mengalami perubahan signifikan. Namun, penggunaan bahan bakar diesel non-subsidi menjadi fokus utama dalam perbandingan harga solar di Indonesia, karena pengaruhnya terhadap biaya operasional kendaraan.

Perbandingan Harga Solar di Thailand: B7 sebagai Variasi Utama

Dalam perbandingan harga solar di Indonesia, Thailand menawarkan opsi BBM diesel dengan campuran biodiesel, yaitu B7, yang mengandung 7% biodiesel dari minyak sawit dan 93% solar. Berdasarkan laman MotoristThailand, harga B7 di Thailand sedikit lebih murah dibandingkan harga solar di Indonesia. Misalnya, harga B7 di beberapa SPBU Thailand mencapai sekitar 3,60 dolar AS per liter, yang lebih rendah dibandingkan harga Pertamina Dex di Jakarta yang sekitar Rp 21.150 per liter. Perbedaan ini terutama dipengaruhi oleh kebijakan subsidi pemerintah Thailand dan struktur pajak yang berbeda.

Berdasarkan data MotoristThailand, harga BBM diesel B7 di Thailand berada di kisaran 3,60 dolar AS per liter, yang lebih murah dibandingkan harga Pertamina Dex di Indonesia sebesar Rp 21.150 per liter. Dalam perbandingan harga solar di Indonesia, Thailand menjadi salah satu negara dengan harga bahan bakar yang lebih kompetitif.

Perbandingan Harga Solar di Malaysia: Petronas sebagai Penyedia Utama

Malaysia juga terlibat dalam perbandingan harga solar di Indonesia. Petronas, penyedia utama BBM diesel di sana, menawarkan berbagai variasi seperti B7, B10, dan B20, yang mencerminkan penyesuaian komposisi biodiesel. Menurut laman MyMesra, harga BBM diesel di Malaysia berkisar antara RM 3,20 hingga RM 3,60 per liter, tergantung pada jenis campuran biodiesel. Dalam konteks perbandingan harga solar di Indonesia, harga BBM diesel Malaysia lebih rendah sekitar 20-30% dibandingkan harga Pertamina Dex yang ditetapkan di Jakarta. Faktor utama yang memengaruhi perbedaan harga ini adalah kebijakan subsidi pemerintah dan pengaruh harga minyak internasional.

Data dari MyMesra menunjukkan harga BBM diesel di Malaysia sekitar RM 3,20 hingga RM 3,60 per liter. Dalam perbandingan harga solar di Indonesia, Malaysia menawarkan opsi yang lebih ekonomis, dengan perbedaan harga mencapai 20-30% dibandingkan harga Pertamina Dex.

Perbandingan Harga Solar di Singapura: Harga Stabil dengan Kebijakan Pajak

Singapura menjadi negara lain yang turut dalam perbandingan harga solar di Indonesia. BBM diesel di Singapura berupa harga yang stabil dan tidak mengalami perubahan signifikan sejak 1 Juli 2026. Menurut laman PetrolPrice, harga solar di Singapura berkisar antara SGD 2,40 hingga SGD 2,60 per liter. Dalam konteks ini, harga solar di Singapura lebih tinggi dibandingkan harga Pertamina Dex di Indonesia, yang terutama disebabkan oleh kebijakan pajak yang lebih ketat dan biaya transportasi yang lebih mahal.

Menurut PetrolPrice, harga solar di Singapura berkisar antara SGD 2,40 hingga SGD 2,60 per liter. Dalam perbandingan harga solar di Indonesia, Singapura memiliki harga yang lebih tinggi karena faktor pajak dan biaya operasional yang lebih besar.

Dalam perbandingan harga solar di Indonesia, kebijakan subsidi dan struktur pajak menjadi faktor utama yang memengaruhi harga bahan bakar. Di Thailand, Malaysia, dan Singapura, harga BBM diesel juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi lokal dan kebijakan energi masing-masing negara. Meski harga solar di Indonesia cenderung lebih mahal, ada beberapa faktor seperti permintaan domestik, produksi, dan kebijakan subsidi yang membedakannya dengan negara-negara tetangga. Dengan demikian, perbandingan harga solar di Indonesia tetap menjadi referensi penting bagi konsumen.

Join the discussion