Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

New Policy: Cerita Ida Murlija Lupa Punya Uang Rp 1,54 Miliar buat Bayar Kuliah Anak, Malah Rusak Terendam Banjir Rob

Jennifer Thomas - lenterafakta.com 2 mins read

da Murlija Kehilangan Uang Rp 1,54 Miliar Akibat Banjir Rob, New Policy Mendorong Perbaikan Sistem New Policy - Kebocoran air rob yang melanda rumah Ida

New Policy: Cerita Ida Murlija Lupa Punya Uang Rp 1,54 Miliar buat Bayar Kuliah Anak, Malah Rusak Terendam Banjir Rob

Ida Murlija Kehilangan Uang Rp 1,54 Miliar Akibat Banjir Rob, New Policy Mendorong Perbaikan Sistem

New Policy – Kebocoran air rob yang melanda rumah Ida Murlija di bulan Februari 2026 menimbulkan duka. Sejumlah Rp 1,54 miliar yang ia tabung untuk biaya kuliah anaknya di jurusan kedokteran justru hancur terendam lumpur. Dengan New Policy terkini, kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana bencana alam bisa mengganggu kebutuhan pendidikan, terutama bagi keluarga yang bergantung pada tabungan pribadi.

Proses Penggantian Uang Pascabanjir Rob

Ida, seorang perawat di Puskesmas, awalnya tidak menyadari kerusakan uangnya. Koper yang menyimpan uang tunai tersebut disimpan di gudang rumah, dan banjir yang berulang beberapa kali membuatnya lupa. “Uang hasil jual tanah saya simpan di koper, rencananya untuk biaya kuliah putri,” katanya, sebagaimana dilaporkan Kompas.com pada Kamis (2/6/2026). Saat dibuka, uang terlihat lengket dan tidak bisa digunakan lagi, mengakibatkan kekecewaan besar bagi Ida yang seharusnya memanfaatkan dana itu untuk pendidikan anaknya.

“New Policy terkini memberikan perlindungan lebih terhadap tabungan warga yang terkena bencana alam. Namun, dalam kasus ini, masih ada beberapa kekurangan dalam penerapan sistem penggantian,” jelas Bimala, Kepala Kantor Bank Indonesia Tegal.

Kebocoran air rob yang melanda daerah pesisir tersebut tidak hanya merusak properti, tetapi juga mengancam kebutuhan finansial masyarakat. Ida langsung bergerak ke Bank Indonesia Perwakilan Tegal, diiringi keluarganya. Uang dalam kresek hitam diterima petugas dan dijejer di atas meja untuk evaluasi. Meski New Policy memberikan mekanisme penggantian, jumlah uang yang dapat dikembalikan hanya mencapai Rp 1,51 miliar, karena kondisi fisiknya tidak memenuhi standar.

Analisis Kerusakan Uang dan Faktor Utama

Menurut Bimala, uang yang bisa diganti harus tersisa lebih dari dua pertiga ukuran aslinya, serta ciri keaslian masih terlihat jelas. Dalam kasus Ida, sebagian besar lembar uang rusak, terlempar kecil, dan beberapa bagian berwarna hitam karena terkena api. “Kerusakan ini memang signifikan, tetapi New Policy mengharuskan kami melakukan pemeriksaan terperinci untuk menentukan nilai penggantian,” terangnya.

Petugas Bank Indonesia melakukan penelitian terhadap setiap lembar uang untuk memastikan keaslian dan menilai kondisi fisik. Meski sedih, Ida akhirnya menerima hasil pemeriksaan tersebut. Kini, ia berharap uang yang tersisa cukup untuk menyelesaikan kebutuhan pendidikan anaknya, sementara sisanya harus diterima sebagai kerugian. Kasus ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat untuk merencanakan cadangan dana lebih matang.

Dalam konteks New Policy, Bank Indonesia telah menerapkan sistem penggantian yang lebih canggih untuk mengatasi masalah serupa. Namun, Ida Murlija menjadi contoh bagaimana perlu adanya perbaikan mekanisme ini. “Kami sedang meninjau ulang kebijakan tersebut untuk memastikan perlindungan yang lebih baik bagi warga yang mengalami kehilangan uang akibat bencana,” tambah Bimala.

Join the discussion