Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Facing Challenges: Indonesia Nomor 2 Negara Ramah Muslim Terbaik, 15 Provinsi Bakal Jadi Wisata Serupa

Michael Miller - lenterafakta.com 3 mins read

kat 2 Destinasi Wisata Ramah Muslim Global Facing Challenges, Kementerian Pariwisata Indonesia terus berupaya mengatasi berbagai hambatan dalam mengembangkan

Facing Challenges: Indonesia Nomor 2 Negara Ramah Muslim Terbaik, 15 Provinsi Bakal Jadi Wisata Serupa

Indonesia Masuk Peringkat 2 Destinasi Wisata Ramah Muslim Global

Facing Challenges, Kementerian Pariwisata Indonesia terus berupaya mengatasi berbagai hambatan dalam mengembangkan destinasi yang ramah bagi wisatawan Muslim. Strategi pengembangan ini mencakup seleksi 15 provinsi sebagai area fokus untuk meningkatkan kualitas dan daya tarik wisata halal di pasar internasional. Dengan peringkat kedua di Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026, Indonesia menunjukkan komitmen kuat dalam menyediakan layanan dan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan Muslim, baik dalam aspek ibadah, makanan, maupun penginapan.

Strategi Pengembangan Destinasi Ramah Muslim

Dalam rangka meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan bagi wisatawan Muslim, pemerintah melakukan perbaikan berkelanjutan di sektor transportasi, komunikasi, serta pengelolaan wisata religi. Hal ini merupakan bagian dari upaya mengatasi Facing Challenges yang terkait dengan keterbatasan infrastruktur dan kesenjangan antara penawaran wisata dengan preferensi Muslim. Melalui kolaborasi dengan pihak swasta dan komunitas lokal, Kementerian Pariwisata menargetkan 15 provinsi untuk menjadi contoh sukses dalam pengembangan destinasi ramah Muslim.

Provinsi-Povinsi yang Dipilih Sebagai Fokus Utama

Kriteria pemilihan 15 provinsi melibatkan evaluasi berdasarkan skor GMTI yang mencakup empat aspek utama: akses, komunikasi, lingkungan, dan layanan. Daftar provinsi tersebut mencakup Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Bengkulu, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Gorontalo, serta Daerah Istimewa Yogyakarta. Setiap daerah memiliki keunikan yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat daya tarik wisata halal, seperti Aceh yang dikenal sebagai pusat halal food, serta Jawa Tengah yang memiliki situs budaya dan pusat ibadah yang lengkap.

“Indonesia memiliki potensi besar dalam menarik wisatawan Muslim, terutama dengan penerapan berbagai produk wisata yang sesuai dengan preferensi mereka,” ujar Widiyanti, seperti dilaporkan Antara pada Kamis (2/6/2026).

Kegiatan Spesial untuk Meningkatkan Kunjungan Muslim

Untuk memperkenalkan destinasi ramah Muslim, Kementerian Pariwisata menyelenggarakan Karisma Event Nusantara (KEN), yang mencakup berbagai acara seperti Aceh Ramadhan Festival, Muslim Life Fest, dan Balangan Islamic Festival. Di Batam, event Pawai Takbir dan Batam Wonderfood & Art Ramadhan menjadi daya tarik baru yang menunjukkan komitmen masyarakat dalam memperkuat poin-poin Facing Challenges. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan platform online khusus Muslim Friendly Travel untuk memudahkan pencarian informasi mengenai akomodasi, fasilitas ibadah, serta paket perjalanan yang sesuai.

Kinerja Indonesia dalam Global Muslim Travel Index

Berdasarkan Mastercard Crescent Rating GMTI 2026, Indonesia menduduki peringkat kedua dengan skor 79, hanya sedikit tertinggal dari Malaysia yang menempati posisi pertama dengan skor 83. Meski masih ada tantangan, seperti ketidakekuitasian dalam distribusi fasilitas dan keterbatasan keterjangkauan, negara ini menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Kementerian Pariwisata optimis bahwa pengembangan 15 provinsi akan menjadi solusi untuk mengatasi Facing Challenges dalam peningkatan kualitas pengalaman wisatawan Muslim di Indonesia.

Tantangan dan Peluang dalam Pengembangan Wisata Halal

Proses pengembangan destinasi ramah Muslim menghadapi beberapa Facing Challenges, termasuk perbedaan kebutuhan antar wisatawan dari berbagai negara dan keterbatasan sumber daya di beberapa daerah. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah melakukan pembinaan terhadap UMKM lokal dan meningkatkan kerja sama dengan organisasi pariwisata internasional. Selain itu, pemerintah juga fokus pada pemasaran digital dan pengembangan infrastruktur transportasi untuk memperluas jangkauan destinasi halal.

Dengan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, Indonesia berharap dapat memperkuat posisinya sebagai negara yang ramah Muslim, serta menjadi contoh bagi negara lain dalam mengatasi tantangan dalam pengembangan wisata berbasis kepercayaan dan kebudayaan. Peningkatan kualitas destinasi ini tidak hanya akan mendatangkan lebih banyak wisatawan halal, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal dan peningkatan kebanggaan budaya nasional.

Join the discussion