Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

New Policy: Altar Romawi Berusia 1.900 Tahun Ditemukan, Wajah Dewa Matahari Bisa Menyala dalam Gelap

Mary Taylor - lenterafakta.com 3 mins read

Altar Romawi Berusia 1.900 Tahun Ditemukan: Wajah Dewa Matahari Menyala dalam Gelap New Policy - Sebuah penemuan besar dalam bidang arkeologi baru-baru ini

New Policy: Altar Romawi Berusia 1.900 Tahun Ditemukan, Wajah Dewa Matahari Bisa Menyala dalam Gelap

Altar Romawi Berusia 1.900 Tahun Ditemukan: Wajah Dewa Matahari Menyala dalam Gelap

New Policy – Sebuah penemuan besar dalam bidang arkeologi baru-baru ini menggegerkan dunia—altar bersejarah dari Kekaisaran Romawi yang berusia sekitar 1.900 tahun ditemukan di Lewisvale Park, wilayah timur Edinburgh, Skotlandia. Temuan ini tidak hanya menambah wawasan tentang kebudayaan Romawi di Britania, tetapi juga menjadi bukti nyata tentang pengaruh New Policy dalam melindungi dan melestarikan situs bersejarah. Selama pembangunan proyek baru di taman tersebut, arkeolog berhasil mengungkap monumen unik yang didedikasikan untuk Sol, dewa matahari dalam mitologi Romawi, dengan desain khusus yang memungkinkan wajahnya menyala di malam hari.

Keunikan Desain dan Simbolisme

Altar yang ditemukan berbahan batu pasir krem ini terbelah menjadi dua bagian selama proses ekskavasi. Tingginya mencapai sekitar 1,23 meter, dengan bagian atas menghadirkan empat patung perempuan yang mewakili musim-musim. Di tengahnya terdapat wajah Sol yang dirancang secara simetris, lengkap dengan mata, mulut, dan enam sinar mahkota yang diberi lubang. Struktur ini kemungkinan besar dirancang untuk memungkinkan cahaya memancar dari belakang, menciptakan efek dramatis saat di bawah gelap. Keunikan ini menunjukkan kemampuan seniman Romawi dalam menggabungkan teknik arsitektur dan simbolisme agama.

Penemuan tersebut juga menyertai jejak cat merah di bagian depan altar, yang diperkirakan merupakan bagian dari upacara penghormatan terhadap dewa matahari. Sisi-sisi altar menggambarkan karangan bunga laurel, simbol kehormatan yang umum dijumpai dalam kultus Romawi. Prasasti di altar menyebutkan bahwa benda tersebut dipersembahkan oleh prajurit bernama Gaius Cassius Flavianus, yang kemungkinan besar bertugas di Inveresk, tempat benteng Romawi dibangun pada 142 Masehi sepanjang Tembok Antonine. Ini menegaskan peran prajurit dalam menyebarkan agama dan budaya mereka di daerah baru.

Keterkaitan dengan Kultus Mithras

Monumen Sol ditemukan bersamaan dengan altar lain yang didedikasikan untuk Mithras, dewa yang populer dalam kultus rahasia Romawi. Mitos tentang Mithras, yang sering dikaitkan dengan ritual pembunuhan banteng, menggambarkan perjuangan cahaya atas kegelapan—konsep yang juga hadir dalam simbolisme altar Sol. Kultus Mithras biasanya dibangun di bawah tanah, menunjukkan bahwa para prajurit Romawi di Skotlandia mengadaptasi tradisi mereka sesuai lingkungan lokal. Keberadaan dua altar ini memberikan wawasan tentang kepercayaan yang dipegang oleh masyarakat Romawi di perbatasan Kekaisaran.

Fraser Hunter, kurator arkeologi Zaman Besi dan Romawi di Museum Nasional Skotlandia, memberikan penjelasan menarik tentang bagaimana desain altar ini mungkin berfungsi. Dalam video yang dibagikannya, Hunter menyatakan bahwa “dalam kegelapan kuil, Anda akan melihat sinar dan mata dewa matahari yang menatap Anda.” Ini menegaskan bahwa altar tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai media komunikasi visual yang menekankan kekuatan dan kejayaan Sol. Dengan New Policy yang mendukung konservasi situs bersejarah, penemuan ini menjadi bagian dari upaya melindungi warisan kuno yang sangat berharga.

Pengaruh New Policy dalam Penemuan

Proses penemuan altar ini berjalan lebih efektif berkat New Policy yang diterapkan oleh pemerintah lokal. Pola kerja yang lebih terstruktur dan peningkatan anggaran untuk survei arkeologi memungkinkan tim peneliti mengidentifikasi situs-situs tertutup selama pembangunan infrastruktur. Kebijakan ini menekankan pentingnya mengintegrasikan penelitian arkeologi ke dalam proyek-proyek baru, sehingga mengurangi risiko kerusakan benda bersejarah. Dengan adanya altar Sol, New Policy membuktikan bahwa pengelolaan sejarah dan pembangunan modern bisa saling mendukung.

Peluncuran pengunjungan altar-altar ini ke Museum Nasional Skotlandia pada 14 November mendatang juga menjadi bagian dari New Policy dalam mempromosikan edukasi sejarah. Pengunjung dapat mengeksplorasi detail desain dan simbolisme yang terkandung dalam benda-benda tersebut, serta mengetahui sejarah prajurit Romawi yang dulu bertugas di wilayah tersebut. Kehadiran altar Sol dalam pameran ini tidak hanya menarik bagi peneliti, tetapi juga bagi wisatawan yang tertarik pada budaya kuno.

Penemuan ini memberikan gambaran tentang hubungan antara manusia dan alam dalam filosofi Romawi. Dengan New Policy yang memperkuat penghargaan terhadap warisan budaya, altar Sol menjadi contoh nyata bagaimana kepercayaan dan seni bisa bertahan melalui waktu. Kehadiran desain altar yang menggabungkan teknologi dan keagamaan juga menunjukkan bahwa prajurit Romawi bukan hanya membangun benteng, tetapi juga menciptakan ruang spiritual yang menginspirasi.

Join the discussion