Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Main Agenda: Benarkah Fenomena Aphelion Jadi Penyebab Udara Dingin di Indonesia? Ini Kata BRIN.

Joseph Anderson - lenterafakta.com 3 mins read

Apakah Fenomena Aphelion Menyebabkan Udara Dingin di Indonesia? Ini Penjelasan dari BRIN Main Agenda – Pada bulan Juli, masyarakat Indonesia mulai merasakan

Main Agenda: Benarkah Fenomena Aphelion Jadi Penyebab Udara Dingin di Indonesia? Ini Kata BRIN.

Apakah Fenomena Aphelion Menyebabkan Udara Dingin di Indonesia? Ini Penjelasan dari BRIN

Main Agenda – Pada bulan Juli, masyarakat Indonesia mulai merasakan perbedaan suhu di pagi hari. Masyarakat mulai bertanya-tanya apakah fenomena Aphelion yang terjadi pada 6 Juli 2026 menjadi penyebab udara dingin tersebut. Ini penjelasan dari BRIN dan BMKG yang memberikan klarifikasi terkait hubungan antara Aphelion dengan cuaca dingin.

Sebuah postingan di platform media sosial Instagram menarik perhatian publik. Akun @bel*********** membagikan informasi bahwa pada 7 Juli mendatang, Bumi akan mencapai jarak terjauh dari Matahari atau yang disebut Aphelion. Beberapa pengguna mengaitkan fenomena ini dengan suhu udara yang terasa lebih sejuk di beberapa daerah belakangan ini. Namun, penjelasan dari para ahli menunjukkan bahwa hubungan tersebut tidak langsung.

Fenomena Aphelion: Penjelasan Ilmiah

Aphelion adalah istilah astronomi yang menggambarkan saat Bumi berada di titik terjauh dari Matahari. Fenomena ini terjadi setiap tahun pada bulan Juli, sebagai bagian dari siklus orbit Bumi yang tidak sempurna. Dalam penjelasannya, Thomas Djamaluddin dari BRIN mengatakan bahwa Aphelion merupakan bagian dari pergerakan Bumi di sekitar Matahari.

“Fenomena Aphelion terjadi setiap awal Juli sebagai bagian dari siklus tahunan,”

“Sementara perihelion (bumi terdekat dari matahari) terjadi setiap awal Januari. Kedua fenomena ini disebabkan oleh bentuk orbit Bumi yang sedikit lonjong,”

kata Thomas saat dihubungi Kompas.com pada Minggu (5/7/2026). Ia menegaskan bahwa Aphelion tidak menyebabkan perubahan suhu signifikan di permukaan bumi.

Meski jarak Bumi ke Matahari mencapai titik maksimum pada Aphelion, efeknya tidak terasa langsung pada kondisi cuaca. Menurut data dari Earthsky, Bumi mencapai Aphelion pada 6 Juli 2026 pukul 12.30 siang CDT, atau setara dengan 7 Juli 00.40 WIB di Indonesia. Namun, perbedaan ini tidak secara langsung memengaruhi suhu udara.

Main Agenda: Udara Dingin di Juli Tidak Terkait Aphelion

Menurut BMKG, udara dingin di bulan Juli adalah hasil dari kondisi iklim musiman, bukan fenomena Aphelion. “Main Agenda – Udara dingin pada Juli bukan karena Aphelion, melainkan karena angin dingin dari arah Australia yang sedang musim dingin,”

“Fenomena Aphelion hanya menunjukkan posisi Bumi terhadap Matahari, tetapi tidak menyebabkan penurunan suhu secara signifikan di Indonesia,”

menegaskan lembaga tersebut dalam rilis resminya. Ia menjelaskan bahwa Aphelion berlangsung setiap tahun, tetapi kondisi cuaca lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti angin dan pola musim.

Komentar dari masyarakat di media sosial juga memperlihatkan ketertarikan pada fenomena ini. Beberapa akun seperti @rus********* dan @rid******* menyebutkan bahwa suhu udara yang lebih sejuk pada Juli membuat mereka menyangka hubungan dengan Aphelion. Namun, BRIN dan BMKG memberikan penjelasan bahwa hal ini lebih terkait dengan pergerakan angin daripada posisi Bumi.

Dalam Main Agenda, para ahli menekankan bahwa Aphelion hanya memiliki dampak minimal terhadap suhu di Indonesia. Sementara itu, suhu yang terasa lebih dingin di pagi hari lebih disebabkan oleh kondisi alam seperti kelembapan udara atau kecepatan angin. “Aphelion tidak terkait dengan udara dingin di Indonesia, karena jarak Bumi ke Matahari tidak mengubah kecepatan cahaya atau panas yang terima secara signifikan,”

“Masyarakat sering menganggap perubahan cuaca musiman sebagai dampak Aphelion, padahal itu adalah fenomena alami yang umum terjadi,”

catat BMKG. Mereka menambahkan bahwa kondisi seperti embun es di daerah dataran tinggi adalah bagian dari siklus musim, bukan akibat Aphelion.

Join the discussion