Latest Program: Mojtaba Absen dari Pemakaman Ali Khamenei, Spekulasi Kondisinya Mencuat
menei, Spekulasi Soal Kondisinya Muncul Kembali Latest Program – Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menghilang dari acara pemakaman ayahnya, Ayatollah
Mojtaba Tidak Hadir dalam Pemakaman Ali Khamenei, Spekulasi Soal Kondisinya Muncul Kembali
Latest Program – Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menghilang dari acara pemakaman ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, pada hari Minggu (5/7/2026). Absen ini memicu spekulasi mengenai kondisi kesehatannya, terutama karena kehadiran kritik dari mantan presiden AS Donald Trump yang mengaitkan kejadian tersebut dengan ancaman serangan udara AS-Israel yang menyebabkan kematian Ayatollah Ali Khamenei bulan Februari lalu.
Pemakaman yang Membesarkan Kehadiran Pemimpin Tertinggi
Pemakaman Ali Khamenei yang diadakan di Teheran dan kota-kota lain di Iran serta Irak berlangsung selama seminggu, dengan rencana jumlah peserta mencapai 12 juta hingga 20 juta orang. Latest Program menyoroti kejadian ini sebagai momen besar dalam dunia keagamaan Syiah, di mana seluruh rakyat Iran terlibat dalam prosesi yang disebut sebagai “pemakaman abad ini”. Jenazah Ayatollah Ali Khamenei disimpan di Grand Mosalla, kompleks keagamaan utama, sementara ritual dimulai pada Jumat (3/7/2026) dan mencapai puncaknya di hari Minggu.
Pemerintah Iran menetapkan hari Minggu sebagai hari libur nasional untuk memastikan kehadiran massa. Selama upacara, para ulama terkemuka seperti Jafar Sobhani (97 tahun) memimpin pembacaan ayat-ayat suci dan doa. Jumlah peserta yang sangat besar menunjukkan perhatian rakyat Iran terhadap pemimpin tertingginya, meskipun kekhawatiran muncul mengenai ketersediaan Mojtaba dalam prosesi tersebut.
Spekulasi dan Reaksi Internasional
Keabsenan Mojtaba menjadi perbincangan hangat, terutama setelah Trump mengungkapkan kejutan terhadap kehadiran warga Iran yang menangis saat prosesi berlangsung.
“Pembicaraan damai dihentikan selama sepekan karena pemakaman Ali Khamenei. Dengan banyak pejabat senior rezim Iran yang hadir, Washington bisa menghilangkan mereka semua dengan ‘satu tembakan’.”
kata Trump seperti yang dikutip oleh Axios. Pernyataan ini memicu reaksi dari pihak Iran yang menilai itu sebagai serangan terhadap semangat rakyat.
Banyak pelayat menganggap kekhawatiran Trump sebagai upaya memperkuat spekulasi bahwa Mojtaba menjadi target serangan Israel. Namun, tidak ada konfirmasi langsung mengenai kondisi kesehatannya. Menurut sumber resmi, Mojtaba tetap dalam kondisi stabil, meskipun tidak hadir dalam upacara yang disebut sebagai “pemakaman abad ini”.
Pengamanan dan Ekspektasi Massa
Pengamanan ketat diterapkan selama pemakaman untuk mencegah kekacauan dan menjaga keamanan jenazah. Ribuan orang terlihat mengantre untuk masuk ke Grand Mosalla, sementara petugas medis membantu warga lanjut usia menggunakan tandu. Dalam foto-foto yang beredar, para pelayat disemprotkan kabut air untuk mengurangi panas dan menjaga kenyamanan.
Kehadiran lebih dari 10 juta orang di Teheran memperlihatkan perhatian besar terhadap pemimpin tertinggi Iran. Spekulasi mengenai kondisi Mojtaba juga diikuti oleh media internasional, yang mencoba menelusuri kemungkinan kejadian yang mungkin terjadi selama pemakaman. Latest Program menyoroti bagaimana absen Mojtaba menjadi indikator dari tekanan eksternal yang dihadapi Iran saat ini.
Kebijakan Ali Khamenei dan Kepemimpinan Mojtaba
Ayatollah Ali Khamenei, yang meninggal pada Februari 2026, dikenal memiliki peran sentral dalam menetapkan arah kebijakan Iran terhadap Barat. Sebagai pemimpin tertinggi, ia memimpin operasi militer dan ekonomi yang bersifat konfrontatif, terutama terhadap Amerika Serikat. Latest Program menunjukkan bahwa Mojtaba, yang menggantikannya, memiliki tugas berat untuk mempertahankan kepercayaan rakyat terhadap rezim.
Mojtaba, yang baru menjabat pada Maret 2026, belum pernah menunjukkan tanda-tanda kehadiran publik seperti ayahnya. Absennya selama pemakaman ini memicu pertanyaan mengenai apakah ia juga sedang menjalani perawatan medis atau ada strategi tertentu untuk mengatur respons politik. Sementara itu, masyarakat Iran secara umum menilai pemakaman sebagai simbol kekompakan dalam perjuangan melawan kekuasaan asing.
Respon Rakyat dan Masa Depan Kepemimpinan
Banyak warga Iran mengungkapkan kekecewaan terhadap kehadiran Mojtaba yang terlihat di media. Zahra Safaei, salah satu pelayat, menolak kecurigaan bahwa air mata warga Iran hanya “air mata palsu”. “Kami mengorbankan martir-martir ini karena tujuan yang jelas,” katanya kepada Reuters. Kehadiran massal diharapkan dapat memberikan dukungan bagi Mojtaba, terutama dalam menghadapi kritik internasional.
Latest Program menilai bahwa pemakaman Ali Khamenei menjadi momen penting untuk mengevaluasi kekuatan internal Iran dan dampak keabsenan Mojtaba terhadap stabilitas politik. Meski ada spekulasi, pemerintah Iran berupaya membangun narasi bahwa pemimpin tertingginya tetap dalam kondisi baik, sambil memastikan prosesi berjalan lancar sebagai bentuk penghormatan yang luar biasa.
