Key Discussion: Ramai “Life Hack” Pertalite Campur Pertamax Turbo, Benarkah Bikin Kendaraan Lebih Irit?
Key Discussion: Pertalite Campur Pertamax Turbo, Benarkah Lebih Irit? Key Discussion - Dalam beberapa hari terakhir, berita mengenai "life hack" bahan bakar
Key Discussion: Pertalite Campur Pertamax Turbo, Benarkah Lebih Irit?
Key Discussion – Dalam beberapa hari terakhir, berita mengenai “life hack” bahan bakar menjadi trending di media sosial. Salah satu klaim yang menarik perhatian adalah menyatakan bahwa campuran Pertalite (RON 90) dengan Pertamax Turbo (RON 98) dapat meningkatkan efisiensi kendaraan. Tren ini mulai merambat dari akun Instagram @sef********* pada 28 Juni 2026, yang membagikan informasi bahwa kombinasi 3 liter Pertalite dan 1 liter Pertamax Turbo menghasilkan BBM dengan nilai RON 92, dianggap mampu membuat mobil lebih hemat bahan bakar. Namun, apakah ini benar-benar valid?
Penjelasan Ilmiah Soal Kombinasi BBM
Klaim ini menuai banyak respons dari masyarakat. Dalam Senin (6/7/2026) malam, unggahan tersebut telah mendapat lebih dari 20.800 likes dan 700 komentar. Meski menarik, pakar energi dari BRIN, Cuk Supriyadi Ali Nandar, menegaskan bahwa belum ada bukti ilmiah yang membenarkan efektivitas metode ini. “Setiap bahan bakar memiliki formula aditif khusus yang memengaruhi kinerjanya, dan nilai RON tidak bisa hanya dihitung secara sederhana,” kata Supriyadi kepada Kompas.com, Minggu (5/7/2026).
RON dan Komposisi Bahan Bakar
“Nilai RON suatu bahan bakar ditentukan melalui pengujian laboratorium menggunakan mesin Cooperative Fuel Research (CFR), dengan metode bracketing. Proses ini membandingkan tingkat ketukan bahan bakar dengan standar yang sudah diketahui oktannya,” jelas Supriyadi. Ia menambahkan, meski RON hasil campuran bisa diprediksi secara teori, nilai akhir tetap berbeda ketika diuji langsung. “Bensin mengandung ratusan senyawa hidrokarbon dengan karakteristik berbeda, dan interaksi antar-komponen bisa menghasilkan efek sinergis atau antagonis,” lanjutnya.
Kombinasi Pertalite dan Pertamax Turbo berpotensi mengubah sifat aditif dalam bahan bakar. Aditif ini berfungsi untuk membersihkan ruang bakar, meningkatkan oktan, mencegah korosi, dan menghambat oksidasi. Jika komposisi aditif tidak kompatibel, efeknya bisa berdampak negatif. Misalnya, aditif pembersih dari Pertamax Turbo mungkin menjadi lebih encer ketika dicampur dengan Pertalite, sehingga kemampuannya menyingkirkan karbon di ruang bakar berkurang. “Risiko ini sulit diprediksi karena formula aditif bisa bervariasi antar-produk,” tambah Supriyadi.
Analisis Risiko dari Pencampuran BBM
Dari sisi kimia, proses pencampuran base fuel antar-jenis tidak menghasilkan reaksi berbahaya. “Yang terjadi hanyalah proses fisik, jadi secara kimia relatif aman. Namun, nilai RON tetap harus dibuktikan melalui laboratorium,” kata Supriyadi. Ia juga mengingatkan bahwa aditif masing-masing BBM memiliki peran spesifik, dan ketika dicampur, efektivitasnya bisa berubah. “Misalnya, aditif anti-oksidenta dari Pertamax Turbo mungkin tidak aktif secara optimal jika diencerkan oleh komponen aditif Pertalite,” imbuhnya.
Supriyadi menjelaskan bahwa bensin yang dijual di SPBU terdiri dari dua komponen utama: base fuel dan aditif. Base fuel menjadi dasar dari RON, sementara aditif menambahkan fungsi tambahan. Kombinasi ini bisa menghasilkan efek positif atau negatif, tergantung komposisi aditif yang digunakan. “Misalnya, aditif yang menambah daya tahan mesin dari Pertamax Turbo mungkin tidak bekerja maksimal jika konsentrasi aditif Pertalite terlalu tinggi,” lanjut Supriyadi.
Penelitian dan Pengujian Lapangan
Meski terdengar menarik, Key Discussion ini perlu diuji secara langsung. Supriyadi mengatakan, penggunaan bahan bakar campuran membutuhkan analisis performa mesin dan pengamatan jangka panjang. “Jika tidak dilakukan pengujian terstruktur, perbedaan efek aditif bisa menyebabkan penurunan performa atau kerusakan mesin,” jelasnya. Ia juga menyarankan pengguna untuk memeriksa kualitas bahan bakar sebelum mencampurnya, terutama jika ingin memaksimalkan keuntungan dari “life hack” ini.
Sebagai tambahan, Supriyadi menyarankan bahwa pengguna bahan bakar bisa memperhatikan saran produsen. “Setiap jenis BBM dirancang untuk mesin tertentu, jadi menggabungkannya tanpa dasar ilmiah bisa berisiko,” katanya. Selain itu, bensin beroktan tinggi seperti Pertamax Turbo memiliki karakteristik aliran yang berbeda, sehingga penggunaan campuran mungkin tidak sesuai dengan kebutuhan kendaraan tertentu. Dengan demikian, Key Discussion tentang “life hack” ini perlu disertai dengan bukti yang lebih kuat untuk dipercaya secara luas.
