Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Lalat Sekrup Muncul Lagi di AS – Picu Kekhawatiran karena Larvanya Memakan Daging Ternak Hidup

Jennifer Thomas - lenterafakta.com 3 mins read

Lalat Sekrup Kembali Muncul di AS, Memicu Kekhawatiran Peternak Lalat Sekrup Muncul Lagi di Amerika Serikat, yang menjadi perhatian utama karena memengaruhi

Lalat Sekrup Muncul Lagi di AS – Picu Kekhawatiran karena Larvanya Memakan Daging Ternak Hidup

Lalat Sekrup Kembali Muncul di AS, Memicu Kekhawatiran Peternak

Lalat Sekrup Muncul Lagi di Amerika Serikat, yang menjadi perhatian utama karena memengaruhi industri peternakan. Pada bulan Juni 2026, lalat New World Screwworm kembali ditemukan di wilayah barat daya, memicu kekhawatiran masyarakat terkait kesehatan hewan dan keamanan pangan. Lalat ini dikenal karena larva yang unik, yaitu memakan jaringan daging hewan ternak hidup, seperti sapi, sebagai tempat berkembang biaknya. Meski tidak membahayakan manusia secara langsung, keberadaannya dianggap serius karena dapat merusak industri peternakan dengan menurunkan kualitas produk dan meningkatkan biaya produksi.

Penyebaran dan Dampak Ekonomi Lalat Sekrup

“Lalat Sekrup Muncul Lagi di AS, yang tidak hanya mengancam kesehatan ternak tetapi juga berpotensi mengubah dinamika pasar daging,” ungkap Dr. Lina Herrera, ahli entomologi dari Institut Pertanian Nasional AS. Penyebaran lalat ini terjadi melalui telur yang dihiasi oleh serangga betina ke daging hewan yang belum mati. Setelah menetas, larva akan mencari makanan di jaringan hidup, merusak otot dan jaringan tubuh inang. Proses ini bisa menyebabkan kehilangan berat badan hewan, bahkan kematian, jika tidak segera diatasi.

Berikutnya, lalat ini memengaruhi kegiatan peternakan dengan biaya pengendalian yang tinggi. Menurut laporan USDA, biaya penanggulangan infestasi di wilayah terdampak bisa mencapai puluhan juta dolar AS per tahun. Dalam konteks ekonomi, kerugian ini tidak hanya berdampak pada peternak lokal, tetapi juga memengaruhi ekspor daging mentah dan produk olahan. Selain itu, harga daging sapi dan produk olahan daging bisa naik hingga 10-15 persen, terutama saat permintaan terhadap daging berkualitas tinggi meningkat. Ini menimbulkan ketakutan terhadap stabilitas pasokan pangan di Amerika Serikat.

Perbedaan Larva Lalat Sekrup dengan Serangga Lain

Salah satu kekhawatiran utama terhadap lalat Sekrup adalah karakteristik larva yang berbeda dari serangga lain. Larva ini tidak hanya memakan daging mati, tetapi juga memerlukan jaringan hidup untuk berkembang. Ini berarti mereka tidak akan bertelur di daging yang sudah mati, seperti daging olahan atau sayuran, sehingga meminimalkan risiko penyebaran ke konsumen akhir. Namun, keberadaannya di daging mentah atau hewan yang masih hidup membuat para peternak harus memperketat pengawasan terhadap kesehatan hewan mereka.

Berdasarkan penelitian dari University of Florida, lalat ini berbeda dari lalat penyakit lain yang sering ditemukan di lapangan, seperti lalat rumput atau lalat kambing. Larva Screwworm memiliki kemampuan unik untuk menyisipkan diri ke dalam jaringan hidup, membuatnya sulit dideteksi sebelum merusak inang. Ini memerlukan metode inspeksi yang lebih intensif, seperti pemeriksaan secara visual atau penggunaan alat deteksi canggih. Jika tidak terdeteksi tepat waktu, lalat ini bisa menyebabkan kerugian besar, terutama bagi peternak yang mengandalkan ekspor.

Langkah-langkah Eradikasi dan Upaya Pemerintah

Menyadari ancaman ini, pemerintah AS melalui Departemen Pertanian (USDA) dan badan kesehatan hewan, seperti Animal and Plant Health Inspection Service (APHIS), telah mengambil tindakan cepat. Mereka melakukan inspeksi rutin di lokasi peternakan, serta memperkenalkan program eradikasi yang memadukan teknologi dan metode tradisional. Salah satu strategi yang digunakan adalah pemberantasan dengan menjebak hewan yang terinfeksi dan melakukan penggunaan insektisida secara terarah. Kebijakan ini juga melibatkan kerja sama dengan negara-negara tetangga untuk mencegah penyebaran lalat ke wilayah lain.

Langkah-langkah tersebut diimbangi dengan edukasi kepada peternak dan masyarakat. Otoritas setempat mengadakan seminar dan workshop untuk memperkenalkan tanda-tanda infestasi dan metode deteksi dini. Selain itu, pemerintah juga memperkuat regulasi terkait kesehatan hewan dan kualitas daging. Dengan semua upaya ini, lalat Sekrup Muncul Lagi di AS diharapkan bisa dikendalikan sebelum menyebar lebih luas. Namun, ancaman ini masih menjadi tantangan yang signifikan bagi industri peternakan lokal.

Join the discussion