Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Topics Covered: Senator Paraguay Dikecam usai Lontarkan Komentar Rasis kepada Mbappe, Macron hingga FIFA Bereaksi

Jennifer Thomas - lenterafakta.com 3 mins read

Senator Paraguay Dikecam karena Komentar Rasis ke Mbappe, Macron, dan FIFA Topics Covered - Setelah pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 berakhir

Topics Covered: Senator Paraguay Dikecam usai Lontarkan Komentar Rasis kepada Mbappe, Macron hingga FIFA Bereaksi

Senator Paraguay Dikecam karena Komentar Rasis ke Mbappe, Macron, dan FIFA

Topics Covered – Setelah pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 berakhir dengan kekalahan Paraguay, seorang senator dari negara tersebut, Celeste Amarilla, memicu kontroversi besar dengan menyebut Kylian Mbappe sebagai “orang Kamerun yang terjajah yang berpura-pura menjadi orang Perancis.” Komentar rasialis ini langsung menimbulkan kecaman tajam, termasuk dari pemain Timnas Prancis, presiden Emmanuel Macron, dan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), yang bergerak untuk menegaskan komitmen melawan diskriminasi.

Kompetisi Global yang Menjadi Tengah Perhatian

Komentar Amarilla muncul setelah Paraguay kalah dari Prancis di babak grup, yang dianggap sebagai kejutan di ajang sepak bola internasional terbesar. Mbappe, sebagai kapten Timnas Prancis, menjadi sasaran utama ucapan senator itu. Ia tidak hanya membalas dengan tajam di media sosial, tetapi juga menyinggung isu rasisme yang mengikuti perannya sebagai salah satu pemain terbaik dunia. Mbappe menyatakan bahwa Amarilla “hina” dan “tidak layak” memimpin Kongres Paraguay, sementara juga menyoroti upaya para pemain Paraguay dalam turnamen tersebut.

“Karena kecerobongan dan rasisme yang jelas, seluruh dunia telah melupakan perjalanan dan upaya bersejarah yang dilakukan para pemain Anda selama Piala Dunia ini,” tulis Mbappe. “Anda tidak mewakili Paraguay, negara yang telah berjuang dengan semangat dan kehormatan sepanjang kompetisi,” lanjutnya.

Reaksi tajam juga datang dari Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang dengan cepat mengunggah pesan di akun X sebagai dukungan terhadap Mbappe. Ia menyatakan bahwa rasisme adalah ancaman besar, dan setiap gol yang dicetak Mbappe mengingatkan kita akan pentingnya melawan diskriminasi. Menteri Olahraga Prancis, Marina Ferrari, menegaskan bahwa ucapan Amarilla “menjijikkan, memalukan, dan tidak dapat diterima karena datang dari seorang politisi,” menegaskan bahwa pernyataan tersebut bertentangan dengan nilai-nilai inklusivitas yang dijunjung oleh negara tersebut.

Di sisi lain, Federasi Sepak Bola Prancis, dipimpin oleh Philippe Diallo, menyebut Jose Luis Chilavert, mantan kiper Paraguay, sebagai sosok yang “telah jatuh ke dalam aib” setelah ia sebelumnya memicu kontroversi dengan menyebut Timnas Prancis sebagai “tim dari Afrika.” Chilavert, yang pernah menjadi simbol kebanggaan Paraguay, kini dituding tidak lagi mencerminkan sikap bangsa tersebut. Presiden FIFA, Gianni Infantino, pun bersuara, menyatakan dukungan terhadap Mbappe dan menekankan pentingnya solidaritas global dalam menegakkan keadilan.

Setelah reaksi meluas, pemerintah Paraguay mengeluarkan pernyataan resmi pada Senin (6/7/2026) yang mengecam komentar Amarilla. Mereka mengatakan bahwa pernyataan tersebut bertentangan dengan nilai-nilai hidup berdampingan secara damai dan penghargaan terhadap martabat manusia. Pemerintah menegaskan bahwa rakyat Paraguay tetap berada di sisi anti-rasisme, meski mengakui bahwa ada kelompok yang mengambil kesempatan untuk memicu polemik.

Sebagai respons, Amarilla mengunggah surat terbuka dalam bahasa Prancis dan Spanyol pada Senin malam, menjelaskan bahwa komentarnya ditujukan hanya pada pemain, bukan negara Prancis secara keseluruhan. Meski mengaku menyesal dan menghapus postingan kontroversialnya, ia tetap menuntut Mbappe meminta maaf. Amarilla menuduh sang pemain melakukan kekerasan berbasis gender dan mengancam akan menempuh jalur hukum jika tidak menarik ucapannya.

Topics Covered mencakup berbagai aspek dari kejadian ini, mulai dari pernyataan senator, reaksi pemain, sampai keterlibatan FIFA. Komentar Amarilla tidak hanya menimbulkan reaksi lokal, tetapi juga mengingatkan kita akan pentingnya penghargaan terhadap identitas dan keberagaman dalam olahraga. Dalam konteks Piala Dunia 2026, isu ini menjadi bagian dari pembahasan utama mengenai rasisme dan peran politisi dalam memperkuat atau memperlemah citra negara mereka.

Join the discussion