Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Sederet Kontroversi Laga Argentina Vs Mesir – Pelatih The Pharaohs Singgung Messi dan Wasit

Joseph Anderson - lenterafakta.com 2 mins read

Sederet Kontroversi Laga Argentina Vs Mesir: Kontroversi Laga Argentina Vs Mesir - Dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026, pertandingan antara Argentina

Sederet Kontroversi Laga Argentina Vs Mesir – Pelatih The Pharaohs Singgung Messi dan Wasit

Sederet Kontroversi Laga Argentina vs Mesir

Sederet Kontroversi Laga Argentina Vs Mesir – Dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026, pertandingan antara Argentina dan Mesir memicu perdebatan besar karena beberapa keputusan wasit yang dipandang memihak. Mesir, yang berusaha menunjukkan kemampuan mereka menghadapi tim kuat, mengalami kekecewaan yang mendalam. Pelatih Mesir, Hossam Hassan, menyoroti momen-momen kontroversial dalam pertandingan tersebut, termasuk keputusan yang menurutnya merugikan timnya. Meski Argentina berhasil menang 3-2 di Atlanta, Senin (7/7/2026) malam WIB, banyak pihak menganggap hasil tersebut tidak sepenuhnya adil.

Kritik terhadap Keputusan Wasit

Salah satu keputusan yang paling disebut kontroversial adalah anulirnya gol Mesir yang seharusnya membuat skor menjadi 2-0. Wasit menilai terdapat pelanggaran 20 detik sebelum bola memasuki gawang. Hassan menilai hal ini sebagai tindakan tidak adil. “Kami telah dicurangi secara tidak adil hari ini,” ungkapnya, seperti dilaporkan Aljazeera. Ia juga menyoroti penggunaan VAR yang dianggap terlalu sering mengubah alur pertandingan.

Hasil pertandingan ini sangat tergantung pada keputusan wasit. Kami merasa tidak diperlakukan secara adil.

Di luar keputusan VAR, Hassan menyebut ada kecurangan lain yang memengaruhi hasil. Dia menuduh Argentina memberikan tekanan ekstra kepada wasit agar tidak memberi penalti kepada Mohamed Salah. “Kami bermain lebih baik dari juara bertahan, tetapi hasilnya berbeda. Ini bukan hanya soal sepak bola, tetapi juga soal keadilan,” lanjutnya.

Teori Terkait Faktor Eksternal

Hassan menambahkan bahwa hasil pertandingan dipengaruhi oleh faktor di luar lapangan. Ia meyakini bahwa tekanan dari tim lawan membuat wasit cenderung memihak Argentina. “Kami harus bermain lebih keras hanya untuk menunjukkan bahwa kami layak bertanding,” jelasnya. Fakta bahwa Mesir terbiasa bermain di siang hari juga menjadi bahan pertimbangan, menurut Hassan, yang menilai jadwal pertandingan tidak memperhatikan kelelahan pemain.

Kami tidak menyangkal kemampuan Argentina, tetapi keputusan wasit mengubah segalanya.

Dalam konferensi pers, pelatih Mesir juga menyatakan bahwa timnya pantas melangkah lebih jauh. “Kami merasa dirugikan, dan keputusan ini menunjukkan ketidakseimbangan dalam kompetisi,” tegas Hassan. Ia menambahkan bahwa pengalaman para pemain Mesir dalam liga domestik justru menjadi keuntungan, tetapi faktor eksternal seperti jadwal dan tekanan wasit menghambat permainan mereka.

Adapun Enzo Fernandez, yang mencetak gol penentu kemenangan Argentina, dinilai membuat skor lebih menguntungkan tim La Albiceleste. Hassan menyoroti situasi saat Hamdy Fathy ditarik oleh Alexis Mac Allister di zona terlarang, yang seharusnya menjadi penalti. “Gol kedua kami juga dianulir, dan semua orang tahu apa yang terjadi,” ujarnya. Kritik ini semakin memperkuat argumen bahwa wasit berperan besar dalam keputusan akhir.

Kontroversi laga Argentina vs Mesir tidak hanya memengaruhi hasil pertandingan, tetapi juga memicu pembicaraan tentang integritas pertandingan di Piala Dunia 2026. Banyak pemain dan pelatih dari tim lain menilai keputusan wasit sebagai salah satu faktor kunci dalam penentuan juara. Dengan semakin banyak momen kontroversial, penonton mulai mempertanyakan apakah keadilan benar-benar terjaga dalam kompetisi ini.

Join the discussion