Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Special Plan: Gencatan Senjata Dilanggar, Israel Bombardir Target Hizbullah di Lebanon

Joseph Anderson - lenterafakta.com 3 mins read

Gencatan Senjata Dilanggar, Israel Bombardir Target Hizbullah di Lebanon Special Plan - Seiring berlangsungnya konflik di Lebanon selatan, terjadi pelanggaran

Special Plan: Gencatan Senjata Dilanggar, Israel Bombardir Target Hizbullah di Lebanon

Gencatan Senjata Dilanggar, Israel Bombardir Target Hizbullah di Lebanon

Special Plan – Seiring berlangsungnya konflik di Lebanon selatan, terjadi pelanggaran gencatan senjata yang diumumkan dalam rangka Special Plan, sebuah kesepakatan internasional untuk mengakhiri perang Timur Tengah di wilayah tersebut. Pada Jumat (19/6/2026), militer Israel melancarkan serangan terhadap beberapa lokasi strategis, termasuk basis dan infrastruktur Hizbullah, meskipun perjanjian damai tersebut diharapkan memberikan henti bagi pertempuran. Serangan yang dilakukan sepanjang malam menciptakan ketegangan baru, dengan Hizbullah dituduh melanggar kesepakatan secara berulang.

Latar Belakang Special Plan

Special Plan, yang diumumkan setelah sejumlah negara besar termasuk Amerika Serikat dan Iran sepakat mengakhiri perang Timur Tengah, dirancang untuk mengurangi eskalasi kekerasan antara Israel dan Hizbullah. Tujuan utama perjanjian ini adalah menciptakan zona aman di Lebanon selatan, memastikan pasukan Hizbullah tidak melancarkan serangan udara terhadap Israel, dan sebaliknya, Israel berkomitmen untuk tidak menyerang wilayah sisi utara Lebanon. Namun, pelanggaran berulang oleh Hizbullah menimbulkan kekecewaan di antara pihak internasional, yang mengharapkan keberhasilan Special Plan dalam memperkuat perdamaian.

“Serangan ini terjadi setelah pelanggaran berulang terhadap gencatan senjata oleh organisasi Hizbullah,”

menurut militer Israel, yang mengutip laporan dari AFP. Pihaknya menegaskan bahwa tindakan penyerangan tersebut adalah respons langsung terhadap serangan Hizbullah yang terus-menerus melanggar Special Plan. Serangan-serangan terakhir dilaporkan melibatkan rudal berpemandu dan pesawat nirawak, yang menewaskan setidaknya lima orang di daerah Kfar Tibnit dan Zebdine. Di sisi lain, Hizbullah menilai Israel terus menyerang basis mereka, menjadikan Lebanon selatan sebagai titik kontak utama antara dua pihak.

Konflik Berlanjut Meski Special Plan Diaplikasikan

Konflik antara Israel dan Hizbullah tidak berhenti meskipun Special Plan telah ditandatangani. Di daerah perbukitan Ali al-Taher, Hizbullah mengklaim bahwa pasukan Israel mencoba menyusup ke sisi utara untuk menyerang pos mereka, sebagaimana diterjemahkan oleh juru bicara kelompok tersebut. Serangan ini disebut sebagai bagian dari strategi Israel untuk mendapatkan keunggulan di medan perang. Sementara itu, Hizbullah menyatakan bahwa mereka tetap berkomitmen untuk melindungi wilayah Lebanon dari ancaman Israel, meskipun pelanggaran terus-menerus terjadi.

Menurut pernyataan militer Israel, operasi penyerangan terhadap Hizbullah tidak hanya berupa serangan udara, tetapi juga melibatkan pengeboman di lokasi strategis seperti Arnoun, tempat di mana pasukan Israel berusaha mendekati Kfar Tibnit. Pertukaran tembak yang terjadi di sini menunjukkan bahwa Hizbullah masih aktif dalam membela wilayah mereka, sekaligus menunjukkan ketidakpuasan terhadap pelaksanaan Special Plan. Dalam laporan terbaru, seorang korban tewas akibat serangan udara di Zebdine, menambah daftar jumlah korban yang telah mencapai lebih dari lima belas orang sejak perjanjian damai tersebut diterapkan.

Pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) juga melaporkan adanya aktivitas militer di daerah yang sebelumnya dianggap aman. Stephane Dujarric, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, menegaskan bahwa UNIFIL tetap memantau situasi di Lebanon selatan, terutama karena pelanggaran gencatan senjata berdampak pada keamanan penduduk setempat. Meskipun pihak internasional berupaya memediasi konflik, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa Special Plan masih menjadi target pelanggaran yang berulang.

Kelompok militan Hizbullah, yang didukung oleh Iran, menegaskan bahwa mereka menargetkan beberapa tank Merkava Israel dalam serangan terbaru. Pernyataan mereka menyebutkan bahwa perangkat-perangkat tersebut hancur akibat serangan rudal, menambah daftar kerusakan militer yang diakui oleh pihak Israel. Sementara itu, pihak Israel menekankan bahwa mereka tetap mengamankan wilayah selatan Lebanon, termasuk memperketat pengawasan di daerah perbatasan.

Konflik ini menyoroti ketegangan yang terus-menerus antara dua pihak, meskipun Special Plan dirancang sebagai langkah kunci untuk mempercepat penyelesaian. Keberhasilan atau kegagalan perjanjian tersebut akan menjadi tolok ukur bagi keberlanjutan perdamaian di wilayah Timur Tengah. Dengan kondisi yang semakin memburuk, pihak internasional kembali mengingatkan kedua belah pihak untuk mematuhi perjanjian dan menjaga stabilitas di Lebanon selatan.

Join the discussion