Announced: Eks Wamen Irak Diduga Korupsi, Ada Temuan Rp 361 Miliar dan 5 Kg Emas di Dalam Galon Air
Announced: Eks Wamen Irak Diduga Korupsi, Temukan Rp 361 Miliar dan 5 Kg Emas di Galon Air Operasi Antikorupsi Solat al-Fajr Terus Berlanjut Announced: Pihak
Announced: Eks Wamen Irak Diduga Korupsi, Temukan Rp 361 Miliar dan 5 Kg Emas di Galon Air
Operasi Antikorupsi Solat al-Fajr Terus Berlanjut
Announced: Pihak berwenang Irak melanjutkan operasi antikorupsi terhadap mantan Wakil Menteri Perminyakan Bidang Pengolahan, Adnan Al-Jumaili. Operasi ini adalah bagian dari inisiatif besar pemerintah untuk menegakkan hukum dalam upaya pemberantasan korupsi, yang diberi nama Solat al-Fajr. Sebagai bagian dari penggeledahan, tim antikorupsi telah mengumumkan beberapa temuan signifikan, termasuk dana besar dan aset berharga yang disembunyikan dari pandangan publik.
Operasi Solat al-Fajr telah menjadi fokus utama dalam beberapa bulan terakhir, dengan penegak hukum mengejar kasus-kasus korupsi yang menggerogoti pemerintahan Irak. Dalam penyelidikan terhadap Al-Jumaili, petugas berhasil menemukan bukti-bukti korupsi yang selama ini tersembunyi, termasuk uang tunai sebesar 20 juta dollar AS atau setara Rp 361 miliar (dengan kurs Rp 18.000 per dollar AS). Selain itu, lima kilogram emas juga ditemukan disembunyikan di dalam galon air plastik, yang menunjukkan strategi kreatif para tersangka untuk menyamarkan dana ilegal.
Penyitaan Aset Lengkap, Termasuk Properti dan Kendaraan
Dalam rangkaian penyitaan, hakim penyelidik di Pengadilan Kriminal Pusat Pemberantasan Korupsi juga mengumumkan penahanan aset sejumlah 25 miliar dinar Irak atau sekitar 19 juta dollar AS, serta 1 juta dollar AS dalam bentuk uang tunai. Selain itu, beberapa properti dan kendaraan dinyatakan sebagai bagian dari aset yang diduga hasil tindak pidana korupsi. Pihak berwenang Irak menyatakan bahwa investigasi masih berlangsung, dan mereka terus mengejar lebih banyak tersangka yang terlibat dalam jaringan korupsi.
“Uang tunai disimpan di dalam galon air plastik yang tersembunyi di rumah Jumaili di Tikrit,” demikian pernyataan Dewan Kehakiman Tertinggi Irak, seperti dilansir Anadolu Ajansi, Senin (6/7/2026). Penemuan ini tidak hanya mengungkap praktik korupsi yang luas, tetapi juga menunjukkan tingkat ketelitian dan kehati-hatian pihak berwenang dalam mengungkap kejahatan keuangan.
Announced: Penegakan Hukum Korupsi Sebagai Prioritas Pemerintahan Ali Al-Zaidi
Announced: Kebijakan pemerintahan Perdana Menteri Ali Al-Zaidi menekankan penegakan hukum terhadap korupsi sebagai prioritas utama. Sejak ia dilantik bulan Mei lalu, tim antikorupsi terus memperkuat pengawasan dan memastikan bahwa semua proses hukum berjalan secara transparan. Selain aset yang disita, jumlah total dana yang diamankan mencapai 127 miliar dinar Irak atau sekitar 97 juta dollar AS, termasuk uang tunai sebesar 24 juta dollar AS yang ditemukan dalam penyelidikan.
Kasus ini muncul setelah Al-Jum
