Viral Meteor Hijau Melintas di Langit Yogyakarta – Ini Penjelasan pakar
Viral Meteor Hijau Melintas di Langit Yogyakarta, Pakar Beri Penjelasan Viral Meteor Hijau Melintas di Langit Yogyakarta menjadi topik yang ramai dibicarakan
Viral Meteor Hijau Melintas di Langit Yogyakarta, Pakar Beri Penjelasan
Viral Meteor Hijau Melintas di Langit Yogyakarta menjadi topik yang ramai dibicarakan di media sosial sejak video tersebut dibagikan oleh akun Instagram @mer********** pada hari Minggu (12/7/2026). Fenomena alam ini menarik perhatian banyak netizen karena cahaya hijau yang terlihat di langit malam Kota Yogyakarta. Sejumlah warga menyaksikan kilatan cahaya tersebut dan langsung mengunggah foto serta video untuk membagikan pengalaman mereka. Meski belum ada konfirmasi resmi dari lembaga astronomi, banyak yang menyimpulkan bahwa ini adalah tanda kejadian meteor yang melintas.
Penyebab Warna Hijau pada Meteor
Pakar astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa warna hijau pada meteor hijau muncul karena adanya unsur magnesium di dalam batuan antariksa. Saat objek tersebut masuk ke atmosfer Bumi, gesekan dengan udara menyebabkan pembakaran. Hasilnya adalah cahaya berwarna hijau-biru yang terlihat dari permukaan bumi. “Meteor hijau karena kandungan magnesium dari batuan antariksa yang masuk ke atmosfer lalu terbakar. Unsur magnesium yang terbakar menimbulkan warna hijau-biru,” kata Thomas saat dihubungi Kompas.com, Minggu (12/7/2026).
Viral Meteor Hijau Melintas di Langit Yogyakarta ini juga menimbulkan pertanyaan tentang sumber kemunculan warna khas tersebut. Menurut Thomas, warna hijau tidak selalu terjadi, tetapi lebih tergantung pada komposisi batuan dan ketinggian di mana meteoroid terbakar. Jika komposisi batuan mengandung magnesium dalam jumlah besar, cahaya yang dihasilkan akan berwarna hijau. Fenomena ini bisa terjadi kapan saja, asalkan ada objek langit yang masuk ke atmosfer Bumi dengan kondisi tertentu.
Analisis Meteoroid dari Astronom Amatir
Astronom amatir, Marufin Sudibyo, memberikan analisis tambahan terkait Viral Meteor Hijau Melintas di Langit Yogyakarta. Menurutnya, fenomena ini menunjukkan ciri-ciri meteor superterang atau bolide, yang sering disertai dengan fragmentasi dan suara dentuman. “Secara umum, ketampakan kilatan cahaya itu menunjukkan gejala-gejala meteor. Tepatnya meteor superterang yang disertai fragmentasi dan suara dentuman. Astronomi menyebutnya boloid (bolide),” ujar Marufin ketika dihubungi secara terpisah oleh Kompas.com, Minggu (12/7/2026).
Viral Meteor Hijau Melintas di Langit Yogyakarta terjadi pada ketinggian sekitar 46-48 kilometer. Berdasarkan data yang ia kumpulkan, meteoroid tersebut dianggap melintas dari arah timur laut menuju barat daya sekitar pukul 21.40 WIB. Jalur penampakan mencakup wilayah utara Yogyakarta hingga Cirebon, dengan panjang lintasan sekitar 400 kilometer. Marufin menegaskan bahwa meteoroid tidak sampai menyentuh permukaan bumi, melainkan hancur di atmosfer. “Peristiwa ini secara statistik terjadi setiap 26 hari sekali (rata-rata) di Bumi. Sehingga sesungguhnya bukanlah hal yang jarang terjadi,” pungkasnya.
Analisis Marufin menyebutkan bahwa meteoroid yang terlihat berasal dari kelas asteroid dekat-Bumi Apollo. Asteroid-asteroid ini mengorbit Matahari antara orbit Venus dan Bumi dengan periode sekitar 0,94 tahun. Meski demikian, kejadian ini tetap menarik perhatian karena visual dan suara yang unik. Warga Yogyakarta yang melihatnya menganggap ini sebagai hal yang menakjubkan, terutama karena warna hijau yang tidak biasa. Selain itu, suara dentuman yang dihasilkan juga menambah kesan misterius pada fenomena tersebut.
Kenapa Warna Hijau Lebih Menarik Perhatian?
Viral Meteor Hijau Melintas di Langit Yogyakarta memang menimbulkan reaksi berbeda dibandingkan meteor dengan warna lain. Warnanya yang unik membuat banyak orang langsung menyimpulkan bahwa ini adalah fenomena langka. Namun, Thomas Djamaluddin menjelaskan bahwa warna hijau tidak selalu mengindikasikan kejadian istimewa, melainkan hasil dari reaksi kimia pada komposisi batuan. “Cahaya hijau pada meteor biasa terjadi ketika unsur magnesium dan nikel dalam batuan mengalami ionisasi akibat gesekan dengan udara,” tambah Thomas.
Menurutnya, fenomena ini bisa terjadi setiap saat, tergantung pada jalur dan kecepatan meteoroid. “Jika meteoroid bergerak cukup cepat dan memiliki komposisi tertentu, cahaya hijau akan lebih terlihat jelas,” kata Thomas. Ia juga menekankan bahwa kejadian seperti ini penting untuk dipelajari karena bisa memberi informasi tentang sumber daya antariksa dan dinamika atmosfer Bumi. Selain itu, pengamatan dari warga umum bisa menjadi data tambahan bagi para ilmuwan.
Viral Meteor Hijau Melintas di Langit Yogyakarta memperlihatkan bagaimana teknologi modern seperti kamera smartphone dan media sosial membantu menyebarluaskan fenomena alam yang sebelumnya hanya terbatas pada pengamatan langsung. Video dan foto yang diunggah oleh warga memicu rasa penasaran dan mendorong minat publik terhadap astronomi. Dengan adanya kejadian ini, para pakar berharap lebih banyak orang tertarik mempelajari ilmu langit dan mengamati fenomena alam secara aktif. “Penyebaran informasi melalui media sosial bisa menjadi sarana efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang ilmu pengetahuan,” ujar Thomas.
Marufin Sudibyo juga menyoroti peran warga dalam mengamati dan merekam kejadian ini. Ia mengatakan bahwa penggunaan kamera beresolusi tinggi dan teknik editing bisa membuat video Viral Meteor Hijau Melintas di Langit Yogyakarta terlihat lebih dramatis. “Banyak orang langsung merekam dan membagikan tanpa perlu peralatan khusus. Ini membuktikan bahwa ilmu astronomi bisa dipelajari oleh siapa saja,” tambah Marufin. Fenomena ini juga mengingatkan bahwa Bumi sering kali ditempa oleh objek langit yang masuk, meski kebanyakan hancur di atmosfer sebelum mencapai perm
