Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Official Announcement: Ramai soal Uang Kertas Rp 5 Juta Disebut sebagai Rupiah Terbaru, Ini Kata BI dan Peruri

Mary Smith - lenterafakta.com 3 mins read

Juta Hoaks, Ini Penjelasan BI dan Peruri Official Announcement – Dalam situasi yang ramai, video viral di media sosial menyebar menyebutkan adanya uang kertas

Official Announcement: Ramai soal Uang Kertas Rp 5 Juta Disebut sebagai Rupiah Terbaru, Ini Kata BI dan Peruri

Official Announcement: Uang Kertas Rp 5 Juta Hoaks, Ini Penjelasan BI dan Peruri

Official Announcement – Dalam situasi yang ramai, video viral di media sosial menyebar menyebutkan adanya uang kertas pecahan Rp 5 juta sebagai rupiah terbaru. Akun TikTok @broth********** membagikan video tersebut pada 2 Juli 2026, menampilkan uang berwarna ungu dan merah, serta gambar Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Video ini memicu perdebatan di kalangan masyarakat, dengan beberapa orang menganggapnya sebagai inovasi kertas uang, sementara yang lain mengira itu adalah informasi palsu.

BI Bantah Uang Rp 5 Juta Bukan Resmi

Bank Indonesia (BI) secara Official Announcement langsung memberikan penjelasan bahwa uang kertas Rp 5 juta yang viral bukanlah versi resmi. Dalam unggahan Instagram resminya pada 9 Juli 2026, lembaga tersebut mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam menerima berita yang belum diverifikasi. “Jangan terkecoh oleh narasi yang mengatakan bahwa uang Rp 5 juta adalah rupiah terbaru,” tulis BI, menegaskan bahwa pecahan uang tersebut tidak masuk dalam rencana penerbitan resmi.

“Kami menghargai kecurigaan masyarakat, tapi perlu diketahui bahwa uang rupiah terbaru hanya akan diterbitkan setelah melalui proses evaluasi yang ketat. Uang Rp 5 juta dalam video itu hanya merupakan hasil editing digital, bukan produk nyata dari BI,”

jelas BI dalam pesan yang dikirim ke Kompas.com.

Berikutnya, BI menyoroti pentingnya memahami ciri-ciri uang asli. “Uang kertas yang berlaku saat ini memiliki desain, ukuran, dan serapan tertentu yang harus diikuti oleh pecahan baru. Uang yang viral ini tidak memenuhi standar tersebut,” tambah BI. Masyarakat dianjurkan untuk memeriksa data dari sumber resmi atau langsung mengunjungi situs resmi BI di bi.go.id.

Peruri: Desain Uang Rp 5 Juta Bukan Dari Sumber Resmi

Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) juga turut memberikan penjelasan bahwa uang kertas Rp 5 juta dalam video tersebut bukan hasil cetakan resmi. Dalam wawancara dengan Kompas.com, Senin, Head of Corporate Secretary Peruri, Adi Sunardi, mengatakan bahwa gambar uang dalam video adalah produk dari editing digital.

“Kami hanya mencetak uang berdasarkan desain dan spesifikasi yang ditentukan BI. Uang Rp 5 juta yang viral tidak ada dalam daftar pecahan yang sedang diproses,” ujar Adi. Ia menambahkan bahwa Peruri tidak pernah mengeluarkan uang dengan nominal yang berbeda dari yang diumumkan secara Official Announcement.

Adi juga mengingatkan masyarakat untuk mencari informasi dari sumber yang terpercaya. “Jika ada pertanyaan tentang desain atau nominal uang rupiah, kunjungi langsung situs resmi Peruri atau hubungi BI melalui layanan contact center 131 atau WhatsApp Live Agent di 0811-3113-1131,” sarankan Adi.

Dalam Official Announcement ini, BI dan Peruri sepakat bahwa uang kertas Rp 5 juta bukanlah versi resmi yang telah diumumkan. Keduanya meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap informasi yang belum dikonfirmasi. “Uang rupiah terbaru akan memiliki pengumuman resmi melalui media massa dan platform resmi BI,” jelas Adi.

Beberapa orang mengungkapkan kekewalahan karena video tersebut menyebar cepat dan menciptakan kesan bahwa uang Rp 5 juta sudah ada. Namun, BI dan Peruri menegaskan bahwa tidak ada pembuatan uang dengan nominal tersebut saat ini. “Masyarakat perlu memahami bahwa setiap perubahan pada uang rupiah akan mengalami proses yang memakan waktu dan melalui beberapa tahap persetujuan,” tambah BI dalam Official Announcement terbarunya.

Kedua lembaga tersebut juga menyarankan agar masyarakat tidak terburu-buru mengumpulkan uang pecahan yang belum diketahui kebenarannya. “Jika ada keraguan, lebih baik menunggu Official Announcement dari BI sebelum melakukan transaksi atau menyimpan uang tersebut,” pesan Adi Sunardi. Dengan adanya penjelasan ini, harapannya masyarakat lebih bijak dalam menerima informasi tentang uang rupiah.

Join the discussion