Usai Aksinya di Piala Dunia 2026 – Nama Kiper Tanjung Verde Vozinha Jadi Nama Spesies Siput Laut Baru
e, Vozinha, Jadi Nama Spesies Siput Laut Baru Usai Aksinya di Piala Dunia 2026 - Selepas tampil luar biasa di Piala Dunia 2026, kiper Tim Nasional Cape Verde
Kiper Tim Nasional Cape Verde, Vozinha, Jadi Nama Spesies Siput Laut Baru
Usai Aksinya di Piala Dunia 2026 – Selepas tampil luar biasa di Piala Dunia 2026, kiper Tim Nasional Cape Verde, Vozinha, mendapat penghargaan tak terduga. Namanya diabadikan sebagai nama spesies siput laut baru yang ditemukan oleh ahli biologi Spanyol, Jesus Ortea. Spesies ini memiliki warna merah cerah dan diberi nama Aldisa vozinha.
Kinerja Tim Nasional Cape Verde di Piala Dunia 2026 memukau publik. Meski negara ini memiliki jumlah penduduk terkecil kedua dalam sejarah yang berhasil lolos ke babak grup, mereka mampu memberi perlawanan hebat melawan Argentina sebelum tersingkir di babak 32 besar. Kemenangan atas Spanyol dalam laga imbang 0-0 juga menjadi momen penting, membawa poin pertama bagi tim tersebut.
Peneliti Spanyol dan Koneksi dengan Dunia Sepak Bola
Jesus Ortea, profesor emeritus di Universitas Oviedo, memilih untuk menamai spesies ini sebagai penghargaan atas kontribusi Vozinha. Pria berusia 75 tahun ini juga dikenal sebagai penggemar sepak bola yang pernah menamai spesies lain dengan nama mantan pemain Keylor Navas, yang dulu membela Real Madrid, Paris Saint-Germain, dan Nottingham Forest.
“Warna merah pada spesies yang dipersembahkan ini menjadi pengingat atas pencapaiannya,” tulis Ortea dalam laporan ilmiahnya, dilansir dari Reuters pada Sabtu (11/7/2026).
Sebelumnya, Ortea juga memberi nama makhluk kecil berwarna mirip klub Spanyol, Sporting Gijón, sebagai penghormatan kepada mantan penyerangnya, Quini. Kini, Aldisa vozinha menjadi bagian dari genus Aldisa, yang terdiri dari siput laut tanpa cangkang (nudibranch).
Proses Penemuan yang Memakan Waktu
Spesimen pertama siput laut ini dikumpulkan pada November 2001 di Havana, Kuba. Sementara itu, spesimen kedua ditemukan pada Mei 2012 di Pointe de Malendure, Guadeloupe, di kedalaman sekitar delapan meter. Meski telah diidentifikasi lebih dari dua dekade lalu, kedua spesimen ini baru diakui sebagai spesies baru setelah melalui penelitian mendalam.
Aldisa vozinha memiliki ciri khas warna merah terang serta struktur mantel, rahang, dan radula yang membedakannya dari spesies sejenis. Penemuan ini menandai perjalanan 20 tahun sejak spesimen pertama ditemukan hingga akhirnya resmi dideskripsikan dan diberi status sebagai spesies baru.
