Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Important News: PM Malaysia Klaim Harga Bensin di Negaranya Lebih Murah Dibandingkan Arab Saudi

Joseph Anderson - lenterafakta.com 3 mins read

ebih Murah dari Arab Saudi Important News - Dalam sesi rapat di Dewan Rakyat Malaysia, Perdana Menteri (PM) Anwar Ibrahim memberikan jawaban menarik terkait

Important News: PM Malaysia Klaim Harga Bensin di Negaranya Lebih Murah Dibandingkan Arab Saudi

PM Malaysia Klaim Harga Bensin Lebih Murah dari Arab Saudi

Important News – Dalam sesi rapat di Dewan Rakyat Malaysia, Perdana Menteri (PM) Anwar Ibrahim memberikan jawaban menarik terkait perbandingan harga bahan bakar antar negara. Ia menyatakan bahwa harga bensin di Malaysia tetap lebih terjangkau dibandingkan Arab Saudi, meskipun terdapat kenaikan harga beberapa bulan terakhir. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas pertanyaan seputar kinerja pemerintah dalam mengelola biaya energi.

“Kita tidak bisa membandingkan Malaysia langsung dengan negara-negara yang bukan produsen minyak, karena mereka memiliki kebijakan harga yang berbeda,” jelas Anwar, seperti dilansir TheStar, Selasa (14/7/2026). “Namun, kami tetap berkomitmen untuk menjaga biaya bahan bakar lebih rendah dari Arab Saudi, sebagai bagian dari janji politik kami kepada rakyat,” tambahnya.

Important News menyebutkan bahwa perbandingan harga bensin antar negara bukan hanya soal angka, tapi juga refleksi kebijakan ekonomi masing-masing. Menurut data yang disampaikan, harga bensin di Malaysia saat ini mencapai 1,99 ringgit per liter, sementara Arab Saudi menetapkan harga 2,40 ringgit per liter. Kenaikan harga di Arab Saudi sebesar 0,40 ringgit per liter dalam dua bulan terakhir menunjukkan perubahan dinamis dalam pasar energi global.

“Pembangunan ekonomi kita bergerak berbeda dari negara-negara lain. Kami mampu menjaga stabilitas harga bahan bakar, meskipun terdapat tekanan dari pasar internasional,” ujarnya, dikutip dari NST, Selasa (14/7/2026). “Ini bukan hanya keuntungan bagi masyarakat Malaysia, tetapi juga menunjukkan kebijakan pemerintah yang pro-rakyat,” tambah Anwar.

Perbandingan Harga Bensin di Negara-Negara Utama

Important News menjelaskan bahwa harga bensin di Malaysia masih relatif lebih murah dibandingkan beberapa negara penghasil minyak seperti Qatar dan Arab Saudi. Jika dilihat dari data harga eceran, Malaysia memiliki keunggulan dalam menjaga inflasi bahan bakar di bawah tingkat rata-rata negara-negara OPEC. Namun, Anwar juga mengakui bahwa kenaikan harga yang terjadi dalam dua bulan terakhir menunjukkan tekanan dari harga global yang sedang naik.

Harga bensin di Qatar, misalnya, mencapai 2,20 ringgit per liter, sedangkan Arab Saudi menetapkan harga 2,40 ringgit per liter. Meskipun demikian, Malaysia tetap menawarkan subsidi yang membantu masyarakat umum mengakses bahan bakar dengan biaya lebih rendah. Faktor ini menjadi salah satu alasan mengapa PM Malaysia berulang kali menekankan pentingnya harga bensin yang terjangkau.

Kebijakan Pemerintah dan Tantangan Ekonomi

Important News menyoroti bahwa janji harga bensin lebih murah dibandingkan Arab Saudi adalah bagian dari visi pemerintah untuk memperkuat daya beli rakyat. Dalam beberapa tahun terakhir, Malaysia telah melakukan beberapa reformasi terkait subsidi dan pengaturan harga bahan bakar, termasuk mengikuti harga internasional yang berfluktuasi. Anwar menekankan bahwa upaya ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam konteks ekonomi global, kenaikan harga minyak mentah berdampak signifikan pada harga bahan bakar. Namun, Malaysia terlihat lebih baik dalam mengelola perubahan tersebut dibandingkan negara-negara lain yang tergantung sepenuhnya pada harga pasar. PM Anwar juga menyoroti bahwa kebijakan ini selaras dengan tujuan pemerintah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi beban masyarakat.

Important News menambahkan bahwa perbandingan harga bensin ini tidak hanya menjadi indikator kinerja pemerintah, tetapi juga mengukur komitmen terhadap keadilan dan aksesibilitas. Anwar menyebutkan bahwa kenaikan harga di Arab Saudi mencerminkan perubahan kebijakan mereka, sementara Malaysia tetap berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan rakyat dan kestabilan perekonomian.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, pemerintah Malaysia terus memantau harga bahan bakar secara berkala. Dengan data dari Petronas, harga bensin RON 95 bersubsidi tetap berada di level 1,99 ringgit per liter, sementara RON 97 dijual seharga 4,00 ringgit per liter. Angka ini menunjukkan bahwa Malaysia masih mampu menjaga harga bensin lebih rendah dibandingkan Arab Saudi, meskipun terdapat tekanan dari pasar internasional.

Join the discussion