Key Issue: Filipina Buka Pusat Pelatihan Eksorsisme Pertama di Asia, Libatkan Psikolog dan Ahli Saraf
Key Issue: Filipina Buka Pusat Pelatihan Eksorsisme Pertama di Asia, Libatkan Psikolog dan Ahli Saraf Key Issue – Di tengah meningkatnya kasus gangguan
Key Issue: Filipina Buka Pusat Pelatihan Eksorsisme Pertama di Asia, Libatkan Psikolog dan Ahli Saraf
Key Issue – Di tengah meningkatnya kasus gangguan spiritual di Indonesia dan Asia Tenggara, sebuah pusat pelatihan eksorsisme resmi dibuka di Kota Makati, Filipina, menjadi inisiatif pertama sejenis di kawasan tersebut. Nama lengkap fasilitas ini adalah Saint Michael Centre for Spiritual Liberation and Exorcism, yang dibangun berkat sumbangan dari masyarakat yang pernah diuntungkan melalui intervensi eksorcisme. Lokasi pusat ini strategis, berada di jalur utama kota, dengan ruang dua lantai dirancang untuk mendukung latihan rohaniwan lokal dan internasional, serta memberikan ruang bagi konsultasi profesional.
Interior yang Mendukung Pemulihan Rohani dan Mental
Key Issue tidak hanya terbatas pada kebutuhan spiritual, tetapi juga menyentuh aspek psikologis. Interior pusat ini dirancang dengan perhatian khusus untuk menggabungkan elemen keagamaan dan keilmuan, seperti kamar penginapan bagi peserta, ruang diskusi, serta kapel utama yang menjadi pusat ritual pengusiran setan. Pusat ini menyediakan cermin satu arah di dinding untuk memungkinkan pengamatan tanpa mengganggu proses, sebuah teknik yang digunakan dalam pelatihan untuk memperjelas mekanisme gangguan roh.
“Kami menyediakan lingkungan yang aman dan terpadu untuk memastikan eksorcisme dilakukan secara profesional,” kata Pastor Jose Francisco Syquia, direktur pusat ini, kepada AFP.
Program Pelatihan Eksorsisme yang Sistematis
Key Issue yang diangkat oleh pusat ini adalah penyatuan pendekatan spiritual dan ilmiah dalam mengatasi masalah gangguan roh. Pelatihan yang diselenggarakan mencakup analisis kasus, teknik pengusiran setan, dan konsultasi dengan psikolog serta ahli saraf. Pastor Syquia menjelaskan bahwa kebutuhan ini muncul karena banyak laporan kehilangan kemampuan psikologis akibat tekanan roh, terutama di antara keluarga yang tinggal di luar negeri dan pulang ke Filipina.
“Kami ingin memastikan setiap kasus dianggap sebagai Key Issue yang serius, bukan sekadar mitos atau hiburan,” tambah Syquia.
Peran Psikolog dan Ahli Saraf dalam Proses Eksorcisme
Key Issue utama dalam pelatihan ini adalah keterlibatan psikolog dan ahli saraf sebagai pendamping eksorcisme. Fasilitas ini memungkinkan penelitian lebih mendalam tentang hubungan antara trauma emosional dan gangguan spiritual, seperti kekerasan, kehilangan, atau penindasan. Dengan adanya psikolog klinis, psikiater, dan neurologis, para peserta pelatihan bisa memahami bagaimana kesurupan setan bisa memicu perubahan perilaku yang serupa dengan gangguan mental.
“Kita harus membedakan antara kebutuhan spiritual dan masalah psikologis, tetapi tidak saling mengeksklusi,” kata Syquia.
Langkah untuk Mengatasi Stigma dan Tantangan Medis
Key Issue lain yang diangkat pusat ini adalah stigmatisasi psikiatri di Filipina. Banyak warga lebih memilih eksorcisme daripada meminta bantuan layanan mental, karena masyarakat masih melihat gangguan spiritual sebagai masalah keagamaan, bukan medis. Dr. Kathryn Tan, psikiater di Manila, menyebutkan bahwa kurangnya psikiater di Filipina—hanya sekitar satu tenaga medis per 200.000 penduduk—menambah kompleksitas ini.
“Masyarakat cenderung percaya Key Issue spiritual, meski gejalanya mirip dengan gangguan mental,” ujar Tan.
Kemitraan dengan Institusi Internasional
Key Issue dalam inisiatif ini juga mencakup kemitraan dengan organisasi internasional seperti Vatikan dan universitas di Eropa. Pastor Syquia menjelaskan bahwa pelatihan dilakukan secara terbuka untuk memastikan metode eksorcisme tetap relevan dan diakui secara ilmiah. Selain itu, pusat ini bertujuan menjadi pusat referensi bagi negara-negara lain yang ingin meniru model penggabungan spiritual dan psikologi.
“Kami berharap Key Issue ini menjadi contoh bagi pengembangan pelayanan yang lebih efektif di Asia,” katanya.
Key Issue yang diusung oleh Saint Michael Centre tidak hanya sebatas penyelenggaraan pelatihan eksorcisme, tetapi juga memperkuat dialog antara agama dan ilmu pengetahuan. Dengan memadukan keterampilan psikologis dan spiritual, pusat ini diharapkan mampu mengurangi kesalahpahaman seputar gangguan roh dan meningkatkan kualitas pendampingan bagi korban. Dalam jangka panjang, Key Issue ini akan membuka jalan untuk pendekatan yang lebih holistik dalam memecahkan masalah kesurupan setan di kalangan masyarakat Asia, terutama yang mengalami tekanan psikologis akibat migrasi atau perubahan sosial.
