Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

New Policy: 10 Negara Paling Berkuasa di Dunia 2026, Indonesia di Atas Austria dan Polandia

Robert Anderson - lenterafakta.com 3 mins read

New Policy 2026: 10 Negara Berkuasa Global, Indonesia Masih di Bawah Pemimpin New Policy - Sebagai bagian dari New Policy 2026, peringkat kekuasaan suatu

New Policy: 10 Negara Paling Berkuasa di Dunia 2026, Indonesia di Atas Austria dan Polandia

New Policy 2026: 10 Negara Berkuasa Global, Indonesia Masih di Bawah Pemimpin

New Policy – Sebagai bagian dari New Policy 2026, peringkat kekuasaan suatu negara tidak hanya ditentukan oleh kemampuan militer, tetapi juga faktor ekonomi, teknologi, sumber daya strategis, serta kualitas hubungan diplomatik. Hal ini diukur melalui indeks Best Countries Index yang dirilis oleh The Wharton School, University of Pennsylvania. Data survei ini dikumpulkan oleh Visual Capitalist pada 12 Juli 2026, melibatkan responden dewasa dari 33 negara dengan total 15.131 partisipan.

Metode Penilaian dalam New Policy 2026

Indeks ini menggabungkan berbagai aspek yang memengaruhi kemampuan suatu negara untuk berpengaruh di tingkat global. Skor tertinggi diberikan ke negara dengan nilai 100, sementara negara lain dinilai berdasarkan perbandingan relatif terhadap skor tersebut. Dalam New Policy 2026, penilaian berfokus pada kemampuan ekonomi, inovasi teknologi, kekayaan sumber daya alam, serta kemampuan membangun koalisi internasional. Faktor-faktor ini menunjukkan pergeseran paradigma dari penilaian tradisional yang lebih mengedepankan militer.

Empat Negara Teratas dalam New Policy 2026

Amerika Serikat menjadi negara pertama dalam daftar ini dengan skor 100, mempertahankan posisinya sebagai pemimpin global. China menempati urutan kedua dengan skor 93,6, menunjukkan pertumbuhan signifikan di sektor ekonomi dan teknologi. Rusia mengisi peringkat ketiga dengan skor 91,4, sementara Inggris dan Jerman menduduki peringkat keempat dan kelima, masing-masing dengan skor 84,3 dan 74,1. Meski ada penurunan skor dibandingkan tahun sebelumnya, keempat negara ini tetap menjadi pusat kekuasaan dunia.

Berikutnya, dalam New Policy 2026, peningkatan kekuasaan tidak hanya terjadi di negara-negara besar, tetapi juga pada beberapa pemain baru. Misalnya, negara-negara seperti Jepang dan Kanada menunjukkan kemajuan dalam aspek teknologi dan keberlanjutan lingkungan. Sementara itu, Indonesia, meski berada di peringkat 33 dengan skor 12,1, menarik perhatian karena kemajuan yang terukur di sektor ekonomi dan diplomasi regional.

Indonesia Masih Jauh dari Pemimpin Global, Tapi Terus Berusaha

Menurut New Policy 2026, Indonesia berada di posisi 33 dengan skor 12,1. Meskipun angka ini masih jauh dari negara-negara utama, negara ini menempati posisi di atas Austria (10,1), Polandia (10,8), Portugal (10,7), Belarus (10,2), dan Argentina (9,7). Performa Indonesia juga lebih baik dibandingkan Finlandia (9,4) dan Bangladesh (8,9). Faktor utama yang mendukung peringkat ini adalah keberhasilan dalam mengembangkan ekonomi yang berkelanjutan serta peran aktif dalam kebijakan multilateral.

Dalam New Policy 2026, peningkatan skor kekuasaan Indonesia menggambarkan kemajuan di bidang ekonomi dan diplomasi. Meski masih kalah dari negara-negara Asia seperti Singapura (20,4) dan Vietnam (14,2), Indonesia berhasil menunjukkan dampaknya dalam pembangunan regional dan peningkatan investasi. Faktor-faktor seperti kebijakan ekonomi inklusif dan peran organisasi internasional seperti ASEAN menjadi bagian dari strategi yang memengaruhi skor ini.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kekuasaan Global

Hasil New Policy 2026 mengungkap bahwa kekuasaan global tidak hanya bergantung pada faktor ekonomi dan teknologi, tetapi juga pada kapasitas membangun aliansi dan meningkatkan keterlibatan dalam isu global. Dalam konteks ini, negara-negara dengan skor tinggi cenderung memiliki kebijakan yang mengintegrasikan aspek ekonomi, keamanan, dan inovasi. Sebaliknya, negara-negara dengan skor rendah, seperti Bangladesh, menghadapi tantangan dalam mengembangkan infrastruktur dan kebijakan ekonomi yang memadai.

Indonesia tetap menempati posisi 33 dengan skor 12,1, menunjukkan kemajuan signifikan meski masih ada jarak dari negara-negara utama. New Policy 2026 memperlihatkan bahwa kekuasaan global kini lebih mencerminkan kemampuan menyeimbangkan berbagai aspek seperti ekonomi, teknologi, dan hubungan internasional.

Join the discussion