Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

BMKG Prediksi Hujan Lebat Guyur Sejumlah Wilayah Besok 22 Juli 2026, Cek Daftarnya

Susan Jones - lenterafakta.com 3 mins read

```html

BMKG Prediksi Hujan Lebat Guyur Sejumlah Wilayah Besok 22 Juli 2026, Cek Daftarnya

Lenterafakta.com – “`html

BMKG Prediksi Hujan Lebat Guyur Sejumlah Wilayah, 22 Juli 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi hujan lebat yang akan menyapa berbagai kawasan di Indonesia. Prakiraan ini menyebutkan bahwa pada Rabu, 22 Juli 2026, sejumlah wilayah masih berisiko menghadapi curah hujan deras disertai tiupan angin kencang. Peringatan ini disampaikan meskipun secara umum musim kemarau terus meluas ke berbagai daerah di Nusantara.

Berdasarkan data Dasarian I tahun 2026, kondisi iklim Indonesia saat ini didominasi oleh curah hujan rendah yang mencakup 72,38 persen dari total wilayah. Untuk kategori curah hujan menengah, tercatat sebesar 25,99 persen, sementara kategori tinggi mencapai 1,58 persen. Hanya 0,05 persen wilayah saja yang mengalami curah hujan sangat tinggi. Angka-angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar Indonesia masih dalam fase kering, namun tidak menutup kemungkinan adanya hujan lebat di beberapa titik tertentu.

Analisis Curah Hujan dan Musim Kemarau

Ditinjau dari sifat presipitasinya, sekitar 70,08 persen wilayah Indonesia berada dalam kondisi bawah normal. Sebanyak 12,86 persen wilayah berada pada kategori normal, 8,29 persen di atas normal, dan 8,78 persen jauh di atas normal. Perkembangan musim kemarau telah terjadi di 423 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 60,5 persen wilayah Indonesia. Kawasan yang telah memasuki musim kemarau mencakup sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatera bagian selatan, serta beberapa wilayah di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Dalam keterangannya, BMKG menyoroti dinamika iklim global yang menunjukkan El Nino event telah aktif. Nilai anomali suhu muka laut dasarian di wilayah Nino3.4 mencapai +1,88. Kondisi ini berpotensi memperkuat kecenderungan berkurangnya curah hujan di sejumlah wilayah. Fenomena El Nino ini menjadi salah satu faktor penting yang perlu dipantau oleh masyarakat dan pemerintah daerah dalam menghadapi perubahan cuaca.

“Dinamika iklim global menunjukkan El Nino event telah aktif dengan nilai anomali suhu muka laut dasarian di wilayah Nino3.4 sebesar +1,88. Kondisi ini berpotensi memperkuat kecenderungan berkurangnya curah hujan di sejumlah wilayah,” tulis BMKG dalam keterangannya.

Catatan Curah Hujan Terbaru

Meski kondisi kering semakin mendominasi, BMKG mencatat masih terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah daerah pada 13-14 Juli 2026. Curah hujan harian tertinggi tercatat di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (75 mm), disusul Kota Padang, Sumatera Barat (55,5 mm), Kota Singkawang, Kalimantan Barat (44 mm), dan Kota Medan, Sumatera Utara (21 mm). Hujan tersebut dipengaruhi oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Kelvin yang aktif melintasi sebagian Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi pada periode tersebut.

Wilayah Berpotensi Cuaca Ekstrem

Dalam laporannya, BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di wilayah berikut: Sumatera Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua. Selain itu, beberapa wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur juga masuk dalam daftar potensi hujan lebat.

Selain hujan lebat, BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang di sejumlah wilayah, yakni: Sumatera Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Maluku, dan Papua. Angin kencang ini dapat menyebabkan gangguan seperti pohon tumbang dan kerusakan infrastruktur ringan.

Demikian daftar wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat dan angin kencang pada Rabu (22/7/2026) berdasarkan prakiraan BMKG. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi cuaca ekstrem meski sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. Warga, terutama yang berada di daerah rawan bencana hidrometeorologi, diharapkan terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG serta mengantisipasi kemungkinan banjir, tanah longsor, pohon tumbang, maupun gangguan aktivitas akibat angin kencang.

“`

Join the discussion