Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Jejak Karier Kepala BGN Baru Sudaryono, Lulus S1 di Jepang Langsung Jadi Aspri Prabowo

Michael Miller - lenterafakta.com 3 mins read

Proses suksesi kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) berjalan sangat dinamis. Jejak Karier Kepala BGN Baru Sudaryono menarik perhatian publik mengingat latar

Jejak Karier Kepala BGN Baru Sudaryono, Lulus S1 di Jepang Langsung Jadi Aspri Prabowo

Jejak Karier Kepala BGN Baru Sudaryono dari Jepang ke Istana

Lenterafakta.com – Proses suksesi kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) berjalan sangat dinamis. Jejak Karier Kepala BGN Baru Sudaryono menarik perhatian publik mengingat latar belakangnya yang kuat di bidang pertanian dan kedekatan dengan Presiden Prabowo Subianto. Hanya dalam waktu kurang dari satu hari setelah Nanik S. Deyang mengumumkan pengunduran diri, Presiden telah menetapkan nama baru untuk memimpin lembaga strategis tersebut.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi resmi mengumumkan penunjukan Sudaryono sebagai penerus Nanik S. Deyang. Dalam pernyataannya, ia menjelaskan bahwa Sudaryono saat ini masih menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian. Pengumuman ini disampaikan pada Rabu, 22 Juli 2026, melalui kanal komunikasi resmi pemerintah. Sudaryono dijadwalkan untuk dilantik pada hari yang sama guna menjaga kesinambungan program-program gizi nasional yang sedang berjalan.

Perjalanan Karier dari Aspri hingga Wakil Menteri

Koneksi Sudaryono dengan Presiden Prabowo telah terjalin sejak lama. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana di Jepang pada tahun 2010, ia dipercaya menjadi asisten pribadi Prabowo selama lima tahun. Pengalaman ini menjadi fondasi penting dalam Jejak Karier Kepala BGN Baru. Setelah periode sebagai aspri, ia beralih ke sektor swasta dengan bergabung sebagai Corporate Secretary di Nusantara Energy pada tahun 2014.

Perjalanan profesionalnya terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Sudaryono diangkat menjadi CEO Garuda TV pada tahun 2018, kemudian memimpin PT Nusantara Telematics System sejak 2019. Pada tahun 2020, ia juga menduduki posisi Chairman di PT Sahabat Sejati Sejahtera Farma. Pengalamannya di berbagai sektor ini memperkuat kredensinya untuk memimpin BGN.

Aktivitas Politik dan Organisasi Masyarakat

Dalam kancah politik, Sudaryono sempat menjadi sorotan publik saat Pilkada Jawa Tengah 2024. Ia dikabarkan akan maju sebagai calon gubernur, namun akhirnya memutuskan untuk tidak ikut serta. Meski demikian, ia tetap mempertahankan posisinya sebagai Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah. Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal dari tahun 2020 hingga 2025.

Keterlibatannya dalam organisasi masyarakat cukup luas dan beragam. Sudaryono aktif sebagai Ketua Umum DPP APPSI (Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia), Ketua Dewan Pembina PAPERA (Pedagang Pejuang Indonesia Raya), Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), serta Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia (TMI). Pengalaman ini memberikan perspektif yang kaya dalam menangani isu-isu strategis nasional.

Latar Belakang Pendidikan dan Keluarga

Sudaryono lahir di Grobogan pada 23 Januari 1985. Masa kecilnya dihabiskan di Dukuh Mangunrejo, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh. Ia merupakan anak tunggal dari Yahyo, seorang petani, dan Suwarni. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di SMP Negeri 2 Toroh, ia meraih beasiswa untuk menempuh SMA di Taruna Nusantara dari tahun 2000 hingga 2003 dengan predikat lulusan terbaik.

Pendidikan tinggi ia lanjutkan ke Jepang dengan beasiswa untuk jurusan Teknik Mesin di Akademi Pertahanan Jepang selama periode 2004-2009. Setelah itu, ia melanjutkan S2 Administrasi Bisnis di Swiss German University (2015-2018) dan S3 Keuangan di IPB (2020-2023) dengan meraih IPK sempurna sebesar 4,00. Latar belakang pendidikan yang kuat ini menjadi modal penting dalam Jejak Karier Kepala BGN Baru.

“Bapak Presiden memutuskan pengganti kepala BGN adalah Bapak Sudaryono yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Sebagai tambahan informasi, pada 18 Juli 2024 Sudaryono dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Wakil Menteri Pertanian Indonesia. Ia juga telah menjadi Komisaris Utama Pupuk Indonesia sejak 16 Juni 2025, menggantikan Darmin Nasution. Pengalaman dan jaringan yang dimilikinya diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi Badan Gizi Nasional ke depan.

Join the discussion