Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Menkes Budi Ungkap Camilan Favoritnya Ternyata Edamame, Apa Manfaatnya bagi Tubuh?

Michael Miller - lenterafakta.com 3 mins read

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, baru-baru ini membagikan tips mengenai pola makan yang sehat dan mudah diakses oleh masyarakat

Menkes Budi Ungkap Camilan Favoritnya Ternyata Edamame, Apa Manfaatnya bagi Tubuh?

Budi Gunadi Sadikin Mengungkap Camilan Sehat Edamame dan Manfaatnya

Lenterafakta.com – Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, baru-baru ini membagikan tips mengenai pola makan yang sehat dan mudah diakses oleh masyarakat. Dalam sebuah unggahan di akun Instagram miliknya, @bgsadikin, pada hari Selasa tanggal 21 Juli 2026, ia menyoroti edamame sebagai camilan favorit yang rutin disantapnya.

Budi menjelaskan bahwa edamame menjadi pilihan utamanya baik sebagai pendahulu makan siang maupun saat rasa lapar datang di antara waktu makan. Ia juga menambahkan pisang rebus sebagai pendamping edamame untuk menjaga asam lambung tetap stabil.

“Buat kalian yang suka bingung cari camilan, ini rahasia saya. Sebagai snack pertama sebelum makan siang, saya makan edamame dan pisang rebus supaya kalau lapar asam lambung nggak naik,” ujarnya.

“Snack kedua saya juga edamame, karena ini sangat bisa memenuhi selera ngunyah kita tapi kalorinya sangat rendah!” tambahnya.

Kandungan Gizi dan Manfaat Kesehatan

Seluruh informasi mengenai edamame ini mengacu pada sumber dari Health yang diterbitkan pada 24 Januari 2026. Makanan nabati ini dikenal kaya akan vitamin dan mineral esensial seperti zat besi, kalium, serta magnesium. Konsumsi rutin bahan makanan tersebut diyakini mampu menjaga kondisi tubuh dan mengurangi potensi penyakit kardiovaskular.

Zat besi yang terkandung di dalamnya berperan vital dalam transportasi oksigen ke seluruh jaringan tubuh, produksi energi, sintesis hormon, hingga perkembangan sistem saraf. Meskipun kadar zat besi pada makanan nabati cenderung lebih rendah daripada sumber hewani, edamame tetap menjadi alternatif yang sangat baik bagi penganut diet vegetarian maupun vegan.

Manfaat Edamame bagi Kesehatan Jantung dan Pencernaan

Kandungan serat, kalium, dan magnesium dalam edamame berkontribusi signifikan terhadap kesehatan jantung. Setiap satu cangkir edamame mengandung sekitar 8,06 gram serat, yang setara dengan hampir 29 persen dari Angka Kecukupan Gizi harian. Serat ini berfungsi mengurangi penyerapan kolesterol dalam saluran pencernaan dan meningkatkan pembuangannya melalui feses.

Selain itu, kalium dan magnesium bekerja sama untuk mengontrol tekanan darah. Edamame juga mengandung antioksidan polifenol berupa isoflavon yang membantu menurunkan kadar kolesterol serta mencegah aterosklerosis atau penumpukan plak pada pembuluh darah arteri.

Dari sisi pencernaan, edamame menyediakan serat larut dan tidak larut yang sama-sama bermanfaat. Serat tidak larut melancarkan buang air besar, sementara serat larut melunakkan tekstur tinja sehingga lebih mudah dikeluarkan. Serat larut juga merangsang produksi asam lemak rantai pendek (SCFA) yang menjadi sumber energi bagi sel-sel usus besar, mengendalikan peradangan, serta memperkuat lapisan pelindung usus.

Peningkatan asupan serat diketahui dapat menurunkan risiko gangguan pencernaan seperti divertikulitis dan kanker usus besar. Asam amino dalam edamame juga terbukti mendukung pertumbuhan bakteri baik (probiotik) yang berperan menjaga kesehatan usus.

Edamame untuk Manajemen Berat Badan dan Kesehatan Tulang

Kombinasi protein dan serat dalam edamame membantu mencapai serta mempertahankan berat badan ideal. Kedua nutrisi ini bekerja dengan memperlambat proses pencernaan dan merangsang pelepasan hormon yang memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga keinginan untuk makan berlebihan dapat berkurang.

Edamame merupakan salah satu sumber protein nabati terbaik. Dalam satu cangkir edamame matang terkandung sekitar 18,5 gram protein, atau hampir 32 persen lebih banyak dibandingkan dua butir telur rebus. Protein tersusun atas asam amino yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk hormon dan neurotransmiter, sekaligus mendukung pertumbuhan serta pemeliharaan tulang dan otot.

Mengonsumsi makanan tinggi protein secara rutin juga dikaitkan dengan penurunan risiko kepadatan mineral tulang yang rendah serta membantu melindungi tubuh dari risiko patah tulang.

Peran Fitoestrogen dan Peringatan Alergi

Edamame dan berbagai produk olahan kedelai mengandung fitoestrogen, yaitu senyawa alami yang dapat memberikan efek antiestrogenik maupun estrogenik di dalam tubuh. Fitoestrogen dapat menghambat penyerapan estrogen atau bekerja menyerupai estrogen dalam kadar yang lebih lemah. Karena itu, konsumsi produk kedelai diduga dapat membantu melindungi tubuh dari kanker yang dipengaruhi hormon, seperti beberapa jenis kanker payudara.

Meski demikian, hubungan tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan pengaruh konsumsi kedelai terhadap risiko kanker. Meski termasuk makanan sehat bagi sebagian besar orang, edamame tidak cocok dikonsumsi oleh mereka yang memiliki alergi terhadap kedelai.

Join the discussion