Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Pola Asuh hingga Media Sosial Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental Anak

Mary Smith - lenterafakta.com 2 mins read

Masa remaja menjadi periode krusial di mana berbagai risiko gangguan kesehatan mulai muncul, baik secara fisik maupun mental. Hal ini disampaikan oleh Angga

Pola Asuh hingga Media Sosial Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental Anak

Faktor Pengasuhan dan Media Sosial Berpengaruh pada Kesehatan Mental Remaja

Lenterafakta.com – Masa remaja menjadi periode krusial di mana berbagai risiko gangguan kesehatan mulai muncul, baik secara fisik maupun mental. Hal ini disampaikan oleh Angga Wirahmadi, yang merupakan anggota Unit Kerja Koordinasi Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Menurut beliau, lingkungan pertemanan, sekolah, penggunaan platform media sosial, konflik dalam keluarga, serta pola hidup tidak sehat turut memengaruhi kondisi psikologis remaja.

Angga menekankan bahwa perhatian serius dari keluarga dan sekolah sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan mental anak-anak di fase ini. Salah satu peristiwa yang menyoroti pentingnya hal tersebut adalah kasus ledakan bom rakitan yang diduga dilakukan seorang pelajar di MAN 3 Kota Padang.

Peran Orang Tua dalam Mendeteksi Gangguan Mental Anak

Kondisi kesehatan mental anak dan remaja dipengaruhi oleh banyak hal, termasuk gaya pengasuhan orang tua, tekanan di lingkungan keluarga dan sekolah, serta kebiasaan menggunakan media sosial. Piprim Basarah Yuniarto, Ketua Pengurus Pusat IDAI, menjelaskan bahwa tuntutan berlebihan dari orang tua dapat membuat anak terus-menerus berada dalam tekanan.

Perilaku parenting dari orang tua, yang punya target tertentu, yang senantiasa menekan anaknya, sehingga anak dalam suasana under pressure.

Piprim menambahkan bahwa orang tua perlu menciptakan suasana keluarga yang hangat dan penuh kasih sayang. Konsep asah, asih, dan asuh juga harus diterapkan dalam proses mendidik dan mendampingi tumbuh kembang anak. Perhatian orang tua menjadi penting karena gangguan kesehatan mental pada anak tidak selalu mudah dikenali sejak awal.

Kita seringkali mengira bahwa anak-anak ini belum saatnya atau jarang mengalami gangguan mental. Tetapi ternyata tidak seperti itu ya, gangguan pada anak tidak mudah dideteksi, sehingga dibutuhkan kepekaan dari orang tua.

Penjelasan ini disampaikan Piprim dalam webinar yang diikuti dari Jakarta pada Selasa (21/7/2026).

Kasus Bom Rakitan di MAN 3 Padang

Angga menyinggung kasus ledakan bom rakitan yang diduga dilakukan seorang pelajar di MAN 3 Kota Padang sebagai salah satu peristiwa yang menunjukkan pentingnya perhatian terhadap kondisi psikologis remaja. Seorang siswa MAN 3 Kota Padang diduga membawa dan meledakkan bom rakitan berdaya ledak rendah di lingkungan sekolah pada Selasa (14/7/2026).

LEDakan tersebut tidak menimbulkan korban, tetapi sempat menyebabkan kepanikan di lingkungan sekolah. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelajar berusia 17 tahun yang diduga meledakkan bom tersebut diketahui merupakan korban perundungan. Pelajar itu disebut mempelajari cara membuat bom melalui internet dan YouTube. Bahan serta peralatan yang digunakan dibeli dari toko daring. Bom tersebut kemudian dirakit di rumah tanpa diketahui anggota keluarganya.

Join the discussion