Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

PM Inggris Andy Burnham Gelar Rapat Kabinet Perdana, Singkirkan Sejumlah Loyalis Starmer

Mary Smith - lenterafakta.com 3 mins read

PM Inggris Andy Burnham Gelar pertemuan Kabinet pertamanya pada hari Selasa, 21 Juli 2026, menandai dimulainya kepemimpinan baru di Downing Street. Keputusan

PM Inggris Andy Burnham Gelar Rapat Kabinet Perdana, Singkirkan Sejumlah Loyalis Starmer

PM Inggris Andy Burnham Gelar Kabinet Perdana, Singkirkan Loyalis Starmer

Lenterafakta.com – PM Inggris Andy Burnham Gelar pertemuan Kabinet pertamanya pada hari Selasa, 21 Juli 2026, menandai dimulainya kepemimpinan baru di Downing Street. Keputusan ini diambil tepat sehari setelah ia menggantikan Keir Starmer sebagai kepala pemerintahan. Dalam forum tersebut, perdana menteri baru menekankan pentingnya kerja sama tim yang solid di antara seluruh anggota kabinet.

Salah satu fokus utama pemerintahan barunya adalah mengatasi beban biaya hidup yang dirasakan jutaan penduduk Inggris. Burnham menyampaikan pesan optimis kepada publik melalui pernyataan yang dikutip AP News:

“Kita perlu berpikir setiap hari, apa yang dapat kita lakukan untuk sedikit mengurangi tekanan pada pundak masyarakat, untuk memberi mereka sedikit rasa bahwa bantuan akan datang, sehingga mereka dapat memiliki sedikit harapan bahwa keadaan akan membaik.”

Kebijakan Ekonomi dan Pemotongan Pajak

Sebagai langkah konkret, Burnham mengumumkan pengurangan pajak untuk tagihan listrik rumah tangga yang akan berlaku mulai 1 Oktober 2026. Estimasi menunjukkan kebijakan ini mampu menghemat pengeluaran rata-rata keluarga Inggris sebesar 45 poundsterling atau setara 60 dollar AS, yang bernilai sekitar Rp 1 juta per tahun.

Dana untuk program pemotongan pajak ini akan berasal dari pembatalan rencana kartu identitas digital yang sebelumnya digagas oleh Starmer. Langkah ini menunjukkan perubahan arah kebijakan dari pemerintahan sebelumnya.

Profil dan Perjalanan Karir Burnham

Burnham, yang sebelumnya menjabat sebagai wali kota Greater Manchester, tercatat sebagai perdana menteri ketujuh Inggris sejak tahun 2016. Ia memasuki Downing Street setelah terpilih sebagai pemimpin baru Partai Buruh. Kepergian Starmer terjadi sekitar dua tahun setelah partai tersebut meraih kemenangan gemilang dalam pemilihan umum. Posisi Starmer terus tertekan akibat serangkaian kesalahan kebijakan dan perubahan keputusan pemerintah yang terjadi secara berturut-turut.

Dalam pidato perdananya, Burnham menjanjikan berbagai program strategis. Mulai dari menekan biaya hidup, mendesentralisasikan kekuasaan, menghidupkan kembali sektor industri, hingga mengatasi masalah tunawisma yang tidur di jalanan. Namun, ia juga mengakui bahwa kondisi pertumbuhan ekonomi Inggris yang lambat memaksa pemerintah mengambil keputusan anggaran yang sulit.

“Kita benar-benar harus mempertimbangkan apa prioritas kita,” ujar Burnham dalam rapat Kabinet.

Rombakan Besar dalam Kabinet

PM Inggris Andy Burnham Gelar rombakan signifikan dalam susunan pemerintahan setelah resmi menjabat. Sejumlah menteri yang dikenal dekat dengan Starmer dicopot dari posisinya. Rachel Reeves diberhentikan sebagai menteri keuangan dan digantikan John Healey, mantan menteri pertahanan yang mengundurkan diri pada Juni 2026.

Healey sebelumnya mengkritik Kementerian Keuangan karena dinilai tidak menyediakan anggaran yang cukup untuk sektor pertahanan. Ia mendorong belanja pertahanan Inggris meningkat dari rencana 2,6 persen produk domestik bruto pada 2027 menjadi 3 persen pada 2030.

Sementara itu, Wes Streeting, yang mengundurkan diri sebagai menteri kesehatan pada Mei dan turut memperlemah posisi Starmer, ditunjuk menjadi menteri pertahanan. Ed Miliband dipercaya sebagai menteri luar negeri, sedangkan Angela Rayner menjadi menteri perumahan. Jonathan Reynolds menjabat menteri perdagangan dengan tanggung jawab tambahan di bidang inovasi dan ilmu pengetahuan.

Sekutu dekat Burnham, Louise Haigh, diangkat sebagai sekretaris negara pertama sekaligus Kanselir Kadipaten Lancaster. Posisi tersebut membuatnya secara efektif bertindak sebagai wakil perdana menteri. Shabana Mahmood tetap dipertahankan sebagai menteri dalam negeri.

Namun, keputusan Burnham mencopot sejumlah pejabat senior era Starmer memunculkan kritik di internal Partai Buruh. Mereka yang kehilangan jabatan antara lain mantan wakil perdana menteri David Lammy, mantan menteri perdagangan Peter Kyle, dan kepala sekretaris Darren Jones.

Tantangan Kebijakan Luar Negeri

Selain persoalan ekonomi, Burnham menghadapi tantangan kebijakan luar negeri, termasuk perang di Ukraina dan Timur Tengah serta hubungan Inggris dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Burnham telah melakukan pembicaraan dengan Trump yang disebut berlangsung “sangat hangat”. Keduanya berencana bertemu dalam waktu dekat.

Ia juga berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Presiden Perancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Friedrich Merz, serta para pemimpin Uni Eropa dan NATO. Ketegangan keamanan turut menjadi perhatian setelah fregat Rusia Neustrashimy melakukan latihan tembak di perairan internasional Selat Inggris.

Angkatan Laut Kerajaan Inggris membayangi kapal tersebut dan menyatakan kekhawatiran atas aktivitas militer Rusia di wilayah tersebut.

Join the discussion