3 Tips Panjang Umur Eileen Lavine, Jurnalis 101 Tahun yang Masih Aktif Bekerja dan Hidup Sendiri
Di usia yang telah mencapai 101,5 tahun, Eileen Lavine membuktikan bahwa masa tua bukanlah penghambat aktivitas. Perempuan kelahiran New York, Amerika Serikat
Eileen Lavine: Jurnalis Seratus Satu Tahun yang Tetap Produktif dan Mandiri
Lenterafakta.com – Di usia yang telah mencapai 101,5 tahun, Eileen Lavine membuktikan bahwa masa tua bukanlah penghambat aktivitas. Perempuan kelahiran New York, Amerika Serikat ini masih menjalani kehidupan sehari-hari secara mandiri, bekerja sebagai editor, dan menunjukkan kemampuan mengingat yang sangat baik. Perjalanan hidupnya telah melewati berbagai era dengan penuh makna.
Pada tahun 2022, ketika berusia 97 tahun, Eileen menerbitkan memoar berjudul A Medley of Extemporanea. Nama buku tersebut terinspirasi dari kutipan puisi karya penyair terkenal Dorothy Parker yang merefleksikan ketidakpastian dalam kehidupan manusia.
Perjalanan Pendidikan dan Karier Awal
Sudah dikenal sebagai pribadi berprestasi sejak muda, Eileen menyelesaikan pendidikan menengah atas dan langsung melanjutkan studi di Wisconsin pada usia 16 tahun. Waktu itu, ia jauh lebih cepat dibandingkan teman-teman seusianya dalam menempuh pendidikan tinggi. Selama berkuliah, ia aktif sebagai reporter untuk media kampus Daily Cardinal dan menjadi wanita pertama yang memimpin sepenuhnya sebagai editor-in-chief. Kolom tulisannya pun dinamai mengikuti puisi Dorothy Parker.
Setelah menyelesaikan gelar sarjana, Eileen melanjutkan pendidikan dan meraih gelar Master di bidang Jurnalistik dari Columbia University’s School of Journalism. Pengalaman internasionalnya semakin luas ketika rencana liburan singkat ke Paris berubah menjadi satu tahun penuh tinggal di Prancis. Setelah itu, ia melanjutkan petualangan ke Jamaika, Haiti, dan Republik Dominika.
Karier jurnalistiknya terus berkembang pesat. Eileen pernah menjadi koresponden untuk surat kabar lokal di Massachusetts, bekerja di The New York Times, berkecimpung dalam bidang humas, menulis naskah radio, dan menjadi editor di koran Better Times.
Keluarga dan Kehidupan Pribadi
Pada usia 32 tahun, saat tinggal di apartemen ruang bawah tanah di kawasan Greenwich Village, Eileen bertemu dengan Richard Lavine, seorang pengacara dan musisi yang kemudian menjadi suaminya. Pernikahan mereka dikaruniai dua anak, Amy dan Michael. Keluarga ini kemudian berpindah dan menetap di Silver Spring, Maryland.
Kini, Eileen tinggal sendiri di sebuah apartemen di New York City yang telah menjadi rumahnya selama empat tahun terakhir. Meskipun pergerakannya sedikit melambat dan memerlukan alat bantu jalan, ia tetap aktif dan mandiri.
Tiga Rahasia Panjang Umur dan Otak Tajam
Eileen menekankan bahwa kekuatan utamanya di usia 101 tahun terletak pada kapasitas mental dan daya ingat yang tetap tajam. Ia rutin melatih otak setiap hari.
“Saya bukan seorang atlet. Kekuatan saya ada di sini (pikiran),” ujar Eileen.
“Ada orang-orang di sini (kompleks huniannya) yang lupa apa yang mereka makan saat sarapan,” tambahnya.
Setiap pagi, Eileen menyiapkan sarapan sendiri yang terdiri dari sereal Raisin Bran, jus jeruk, roti dengan cream cheese dan selai, serta secangkir kopi. Setelah makan pagi, ia membaca surat kabar cetak harian The New York Times dan The Washington Post yang diantar ke rumahnya, dilanjutkan dengan majalah mingguan The New Yorker.
Untuk menjaga ketajaman otak, Eileen mengisi teka-teki silang, memeriksa email, dan membaca buletin berlangganan di Substack. Melalui komputer, ia mengikuti perkembangan berita dari ProPublica, Columbia Journalism Review, dan The Hill. Ia juga tidak ketinggalan mengikuti kuliah umum via Zoom dan menonton pertunjukan kabaret putranya secara daring. Malam harinya, Eileen menikmati acara kuis televisi seperti “25 Words or Less” dan “Jeopardy!”
Kontribusi dan Optimisme
Tips panjang umur kedua yang diterapkan Eileen adalah terus berkarya dan memberikan kontribusi bagi masyarakat. Sikap optimistis ini ditanamkan oleh ibunya sejak kecil.
“Ibu saya mengajari untuk selalu melihat sisi terbaik dari segala hal sepanjang waktu dan benar-benar merasa bahwa Anda memberikan kontribusi,” jelas Eileen.
Prinsip ini telah ia buktikan sejak tahun 1962. Bermula dari kebiasaan membantu teman-teman menyunting tulisan, Eileen bersama tujuh rekannya mengumpulkan modal masing-masing 50 dolar AS untuk mendirikan perusahaan jasa bernama Information Services. Perusahaan ini membantu organisasi nirlaba di bidang pendidikan dan kesehatan yang kekurangan anggaran untuk merekrut staf penulis atau editor tetap. Eileen pernah menangani proyek untuk perhimpunan patologi, National Cancer Institute, hingga Kementerian Pendidikan AS.
Kiprah Eileen Lavine di dunia jurnalistik dan penyuntingan tulisan telah menjadi inspirasi bagi banyak orang. Dengan semangat yang tak pernah padam, ia terus membuktikan bahwa usia hanyalah angka dan kontribusi tidak mengenal batas waktu.
