AS Habiskan Rp 671 Triliun dalam 144 Hari Perang Iran, Pentagon Masih Minta Tambahan Dana Jumbo
Pentagon mengajukan permohonan dana tambahan yang nilainya hampir dua kali lipat dari total pengeluaran perang sejauh ini. Selama 144 hari pertama konflik
AS Habiskan Rp 671 Triliun dalam Perang Iran, Pentagon Minta Dana Baru
Lenterafakta.com – Pentagon mengajukan permohonan dana tambahan yang nilainya hampir dua kali lipat dari total pengeluaran perang sejauh ini. Selama 144 hari pertama konflik dengan Iran, Amerika Serikat telah menghabiskan sekitar 37,5 miliar dolar AS atau setara Rp 671,25 triliun. Angka ini dihitung menggunakan kurs Rp 17.900 per dolar yang berlaku saat ini. Permintaan tersebut disampaikan oleh Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dalam sidang bersama Komite Alokasi Senat pada Selasa (21/7/2026).
Kritik Senator Terhadap Permintaan Dana Tambahan
Hegseth berusaha meyakinkan para anggota Kongres agar menyetujui pendanaan baru bagi perang yang sebelumnya diklaim pemerintahan Presiden Donald Trump telah berhasil dimenangkan. Namun, permintaan ini muncul di tengah pertanyaan tajam dari senator Partai Demokrat maupun Republik mengenai pembengkakan biaya dan minimnya hasil yang dicapai selama konflik berlangsung.
“Menteri Hegseth, meskipun Anda gagal memenangkan perang ini, Anda sekarang kembali menghadap Kongres meminta hampir 70 miliar dolar AS,” ujar Senator Gary Peters dari Partai Demokrat. Ia menambahkan, “Anda meminta cek kosong dari rakyat Amerika.”
Kutipan tersebut dilansir dari Aljazeera pada Rabu (22/7/2026). Sidang berlangsung ketika kesepakatan antara Washington dan Teheran yang dicapai pada Juni telah gagal dipertahankan. Di saat bersamaan, militer AS telah melancarkan serangan selama 11 malam berturut-turut terhadap Iran. Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun perang telah berlangsung lebih dari empat bulan, belum ada resolusi yang jelas.
Perbandingan Biaya dengan Konflik Masa Lalu
Sejak konflik dimulai pada 28 Februari, AS telah menggelontorkan miliaran dolar untuk operasi militer dan penggunaan berbagai jenis persenjataan. Konflik ini juga telah menewaskan sedikitnya 18 personel militer AS dan melukai sekitar 500 lainnya. Dampak ekonomi turut dirasakan masyarakat dunia, termasuk kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang signifikan.
Angka pengeluaran terbaru tersebut jauh melampaui estimasi awal sebesar 25 miliar dolar AS atau Rp 447,5 triliun yang disampaikan Departemen Pertahanan kepada Senat pada April. Saat itu, Asisten Sekretaris Angkatan Darat Jules Hurst III menjelaskan bahwa sebagian besar anggaran dialokasikan untuk pembelian amunisi, biaya operasi, pemeliharaan, serta penggantian peralatan militer dalam operasi yang diberi nama Operation Epic Fury.
Perkiraan independen bahkan menyebutkan biaya perang mencapai sekitar 1 miliar dolar AS atau Rp 17,9 triliun per hari. Dengan demikian, total pengeluaran diperkirakan telah melampaui 100 miliar dolar AS atau Rp 1.790 triliun pada pertengahan Juli. Pemerintah Trump belum pernah merilis rincian resmi mengenai angka tersebut secara detail.
Meski nilainya sangat besar, biaya perang Iran masih berada di bawah sejumlah konflik besar yang pernah dijalankan AS. Perang Irak menjadi konflik dengan biaya harian paling tinggi, yakni sekitar 685 juta dolar AS atau Rp 12,26 triliun per hari selama delapan tahun, dengan total pengeluaran mencapai 2 triliun dolar AS atau Rp 35.800 triliun.
Perang Afghanistan yang berlangsung selama dua dekade menghabiskan sekitar 2,3 triliun dolar AS atau Rp 41.170 triliun, atau rata-rata 315,1 juta dolar AS atau Rp 5,64 triliun per hari. Hal ini menjadikannya perang dengan total biaya terbesar dalam sejarah AS. Sementara itu, Perang Vietnam menelan biaya sekitar 1 triliun dolar AS atau Rp 17.900 triliun dengan rata-rata pengeluaran 137 juta dolar AS atau Rp 2,45 triliun per hari.
Perang Korea menghabiskan sekitar 389 miliar dolar AS atau Rp 6.963,1 triliun dengan biaya rata-rata 355,3 juta dolar AS atau Rp 6,36 triliun per hari selama tiga tahun konflik. Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa meski baru berlangsung beberapa bulan, perang Iran telah menguras anggaran militer AS hingga ratusan juta dolar setiap hari. Jika konflik terus berlanjut, total biaya perang berpotensi mendekati beban finansial yang ditimbulkan perang-perang besar sebelumnya.
Dalam sidang yang sama, Hegseth mengatakan pemerintahan Trump membutuhkan tambahan dana sekitar 67 miliar dolar AS untuk melanjutkan operasi militer di Iran. Permintaan ini mencerminkan skala besar komitmen Amerika Serikat dalam konflik tersebut.
