Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Mengapa Houthi Menyerang Kapal Tanker Saudi di Laut Merah?

Michael Miller - lenterafakta.com 3 mins read

```html

Mengapa Houthi Menyerang Kapal Tanker Saudi di Laut Merah?

Lenterafakta.com – “`html

Ketegangan di Laut Merah: Houthi Melancarkan Serangan Terhadap Kapal Tanker Arab Saudi

Konflik yang semakin memanas antara Amerika Serikat dan Iran turut memicu aksi kelompok Houthi di Yaman. Dalam perkembangan terbaru, pemberontak tersebut mengklaim telah melancarkan serangan terhadap dua kapal tanker milik Arab Saudi menggunakan rudal serta drone. Kedua kapal yang menjadi sasaran adalah Encelia dan Layla.

Sementara itu, otoritas Arab Saudi serta lembaga pemantau keamanan maritim baru mengonfirmasi serangan terhadap kapal Encelia. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menjelaskan bahwa kedua kapal tersebut menjadi target karena dituduh melanggar blokade laut yang telah diterapkan terhadap Arab Saudi.

Embargo Maritim dan Strategi Pengepungan

Kelompok Houthi yang didukung oleh Iran sebelumnya telah mengumumkan embargo maritim terhadap kapal-kapal Saudi. Mereka juga berkomitmen untuk menerapkan strategi “pengepungan untuk pengepungan” sebagai respons atas eskalasi konflik regional.

“Kedua kapal menjadi sasaran karena diduga melanggar blokade laut yang diberlakukan kelompok tersebut terhadap Arab Saudi,” ujar Yahya Saree.

Embargo maritim tersebut diumumkan pada hari Senin oleh Houthi. Meskipun mekanisme detailnya belum dijelaskan secara rinci, seorang pejabat kelompok menyatakan bahwa kapal-kapal Saudi tidak diperbolehkan melintasi Selat Bab al-Mandab. Selat ini merupakan pintu masuk penting di bagian selatan Laut Merah dan menjadi jalur vital bagi perdagangan internasional.

Detail Serangan Terhadap Kapal Encelia

Saudi Press Agency melaporkan bahwa kapal tanker Encelia terkena serangan saat sedang berlayar di perairan Laut Merah. Insiden tersebut memicu kebakaran di bagian haluan kapal, namun seluruh awak kapal berhasil selamat tanpa ada korban jiwa.

Otoritas Transportasi Umum Arab Saudi menilai serangan ini sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional. UK Maritime Trade Operations atau UKMTO juga menerima laporan mengenai proyektil tak dikenal yang menghantam kapal tanker Saudi sekitar 130 kilometer dari Al Shuqaiq pada Rabu malam. Proyektil tersebut menyebabkan kebakaran namun tidak mengakibatkan korban jiwa.

Perusahaan manajemen risiko maritim asal Inggris, Vanguard, turut mengonfirmasi bahwa Encelia memang terkena serangan. Berbeda dengan Encelia, klaim Houthi mengenai serangan terhadap kapal Layla hingga saat ini belum dapat dikonfirmasi kebenarannya.

Eskalasi Konflik Regional dan Dampaknya

Laut Merah kini semakin strategis bagi pengiriman minyak Saudi setelah pelayaran melalui Selat Hormuz terganggu akibat konflik antara AS, Israel, dan Iran. Sejak embargo diberlakukan, sedikitnya tujuh kapal tanker dilaporkan telah berbalik arah di dekat perairan Yaman. Saree mengklaim bahwa Houthi telah memaksa sekitar 10 kapal untuk mundur.

Di sisi lain, Komando Pusat AS atau Centcom mengumumkan serangan terhadap sejumlah sasaran militer Iran. Sasaran tersebut mencakup fasilitas penyimpanan rudal dan drone, sistem pengawasan pantai, kemampuan maritim, serta pertahanan udara. Centcom menyebut serangan dilakukan atas perintah Presiden AS Donald Trump untuk melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelaut sipil dan kapal komersial.

Media pemerintah Iran melaporkan dua orang tewas dalam serangan AS di wilayah selatan negara tersebut. Garda Revolusi Iran juga menyatakan bahwa Selat Hormuz telah ditutup sepenuhnya. Tiga kapal tanker disebut sempat dicegah melintasi selat itu. Satu kapal terbakar, sedangkan dua lainnya berbalik arah setelah mencoba melewati jalur yang diduga dipenuhi ranjau.

Trump sebelumnya mengancam akan menyerang jembatan atau pembangkit listrik Iran jika kapal-kapal di Selat Hormuz kembali diserang. Ia juga berjanji akan “mengurus Houthi” apabila kelompok itu memblokir Laut Merah. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kemudian memperingatkan bahwa Teheran akan memberikan balasan yakni “mata ganti mata”.

Serangan Houthi terhadap kapal tanker Saudi berpotensi memperluas gangguan pelayaran internasional. Ketegangan di Selat Hormuz dan Laut Merah juga berisiko kembali memicu gejolak harga bahan bakar dunia. Para analis memperkirakan bahwa jika konflik berlanjut, biaya pengiriman akan meningkat signifikan dan berdampak pada inflasi global.

Komunitas internasional kini memantau perkembangan situasi dengan cermat. Berbagai negara bergantung pada stabilitas jalur pelayaran di kawasan tersebut untuk memastikan kelancaran distribusi energi. Situasi saat ini menunjukkan bahwa ketegangan di Timur Tengah memiliki implikasi yang jauh lebih luas daripada yang diperkirakan sebelumnya.

“`

Join the discussion