Daftar 39 Daerah Berpotensi Kekeringan di Jateng, Jatim, Yogyakarta, dan Jabar
Krisis air bersih mengancam 39 kawasan di Pulau Jawa seiring masuknya musim kemarau tahun ini. Data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
39 Daerah Berpotensi Kekeringan di Jawa Siaga Musim Kemarau 2026
Lenterafakta.com – Krisis air bersih mengancam 39 kawasan di Pulau Jawa seiring masuknya musim kemarau tahun ini. Data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa sekitar 73 persen seluruh wilayah Indonesia secara resmi telah memasuki fase kemarau. Hingga akhir Juli 2026, dampak kekeringan tercatat meluas di empat provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Daerah Istimewa Yogyakarta. Beberapa daerah bahkan masuk dalam kategori peringatan tertinggi, yaitu status Awas.
Masyarakat yang tinggal di kawasan terdampak disarankan untuk segera mengambil langkah antisipasi. Berikut rangkuman kondisi di setiap provinsi berdasarkan laporan resmi.
Kondisi Kekeringan di Daerah Istimewa Yogyakarta
Berdasarkan Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis (PDKM) periode dasarian ketiga Juli 2026, BMKG Yogyakarta memetakan Bantul sebagai wilayah dengan kategori awas. Sementara itu, Kabupaten Gunungkidul dan Kulon Progo berada dalam status siaga, dan Kabupaten Sleman serta Kota Yogyakarta berstatus waspada.
Sehubungan dengan status awas, siaga, dan waspada pada peringatan dini kekeringan meteorologis tersebut maka perlu dilakukan langkah-langkah mitigasi untuk meminimalisir dampak kondisi cuaca atau iklim ekstrem di wilayah DIY, — Reni Kraningtyas, Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta (Jumat, 24/7/2026)
Reni menjelaskan bahwa tingkat kerawanan sangat tinggi terdeteksi di Kabupaten Gunungkidul, khususnya pada kawasan karst yang memiliki cadangan air permukaan terbatas. Wilayah Bantul bagian selatan, termasuk kawasan pesisir, serta Kulon Progo bagian selatan yang bergantung pada curah hujan dan sumber air terbatas, masuk dalam kategori rawan. Tingkat kerawanan sedang tersebar di sebagian wilayah Sleman bagian timur dan utara, terutama pada lahan tadah hujan. Kota Yogyakarta memiliki tingkat kerawanan rendah berkat jaringan air bersih yang relatif memadai.
Upaya mitigasi yang dapat dilakukan meliputi diseminasi informasi iklim dan peringatan dini, penghematan air oleh masyarakat, penampungan air hujan melalui embung, telaga, dan tandon, serta konservasi daerah resapan. Selain itu, penyesuaian kalender tanam, penggunaan varietas tanaman tahan kering, optimalisasi irigasi hemat air, dan pemanfaatan sumber air alternatif juga menjadi prioritas.
Jawa Timur: 14 Kabupaten Tetapkan Status Darurat
Di Jawa Timur, sebanyak 14 kabupaten telah menetapkan status darurat kekeringan untuk musim kemarau 2026. Dari jumlah tersebut, 11 kabupaten berstatus siaga darurat, sedangkan tiga kabupaten lainnya berstatus tanggap darurat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat bahwa daerah berstatus siaga darurat meliputi Kabupaten Bondowoso, Lamongan, Banyuwangi, Bangkalan, Blitar, Pasuruan, Trenggalek, Gresik, Malang, Jember, dan Sampang.
Sementara itu, tiga daerah yang menetapkan status tanggap darurat adalah Kabupaten Lumajang, Mojokerto, dan Situbondo. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, menyampaikan bahwa hingga pertengahan Juli 2026, pihaknya telah menyalurkan 1.035.000 liter air bersih ke wilayah terdampak.
Dropping air bersih terus kami lakukan sesuai kebutuhan di lapangan. Kami berkoordinasi dengan setiap BPBD kabupaten/kota agar penanganannya lebih cepat dan tepat sasaran, — Satriyo Nurseno (Senin, 20/7/2026)
Distribusi air bersih tersebut dilakukan melalui 207 kali pengiriman mobil tangki yang menjangkau 42 kecamatan, 56 desa, dan 73 dusun.
Jawa Tengah dan Jawa Barat Mulai Masuk Musim Kemarau
Di Jawa Tengah, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Risca, menyatakan bahwa provinsi tersebut juga telah memasuki musim kemarau. Berdasarkan Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis periode dasarian pertama Juli 2026, terdapat 19 kabupaten dan kota di Jawa Tengah yang berstatus waspada kekeringan. Wilayah-wilayah tersebut mencakup Batang, Kendal, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Demak, Purworejo, Jepara, Kudus, Pati, Rembang, Blora, Grobogan, Klaten, Kota Surakarta, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, serta Kota dan Kabupaten Magelang.
Risca menjelaskan bahwa kekeringan meteorologis terjadi ketika suatu daerah mengalami tingkat curah hujan jauh di bawah ambang normal dalam durasi tertentu. Ia menambahkan bahwa saat ini wilayah Jawa Tengah memasuki musim kemarau dan sedikitnya pertumbuhan awan menyebabkan sinar matahari tidak terhalang.
Sementara itu, berdasarkan laporan Tribun Jabar pada Sabtu (4/7/2026), Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Ciamis perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026.
