Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Baznas Kucurkan Beasiswa Rp 22 Miliar untuk Mahasiswa Palestina di Indonesia

Nancy Anderson - lenterafakta.com 3 mins read

Baznas Kucurkan Beasiswa Rp 22 Miliar sebagai wujud nyata kepedulian umat Islam Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina. Program bantuan pendidikan ini

Baznas Kucurkan Beasiswa Rp 22 Miliar untuk Mahasiswa Palestina di Indonesia

Baznas Kucurkan Beasiswa Rp 22 Miliar untuk Mahasiswa Palestina

Lenterafakta.com – Baznas Kucurkan Beasiswa Rp 22 Miliar sebagai wujud nyata kepedulian umat Islam Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina. Program bantuan pendidikan ini resmi diserahkan dalam rangkaian Kongres Umat Islam Indonesia edisi kedelapan tahun 2026. Penyerahan simbolis dilakukan langsung oleh Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, kepada perwakilan Duta Besar Palestina yang hadir dalam acara bersejarah tersebut.

Total dana kemanusiaan yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp 200 miliar, mencerminkan antusiasme luar biasa masyarakat Indonesia. Dari keseluruhan jumlah tersebut, bagian signifikan dialokasikan khusus untuk mendukung pendidikan para pelajar asal Palestina yang sedang menempuh studi di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Program ini menunjukkan komitmen jangka panjang dalam memberdayakan generasi muda Palestina melalui jalur pendidikan berkualitas.

Mekanisme Penyaluran dan Kolaborasi Lembaga

Untuk tahap awal, besaran Rp 22 miliar merupakan hasil sinergi antara tiga lembaga utama, yaitu Baznas, MUI, dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Fokus kerja sama ini mencakup proses rekrutmen serta pembinaan para penerima manfaat secara komprehensif. Setiap mahasiswa yang menerima beasiswa akan mendapatkan pendampingan akademik dan non-akademik selama masa studi.

Dana ini merupakan amanah masyarakat Indonesia yang sejak awal diperuntukkan bagi rakyat Palestina. Jadi, tidak mengurangi maupun menggunakan alokasi dana ZIS untuk program-program Baznas di Indonesia.

Sodik Mudjahid menegaskan bahwa seluruh anggaran beasiswa berasal murni dari sumbangan kemanusiaan yang dikhususkan untuk Palestina. Dengan demikian, tidak ada pemotongan atau pengalihan dana Zakat, Infak, dan Sedekah yang seharusnya digunakan untuk program domestik Baznas. Transparansi penyaluran menjadi prioritas utama dalam setiap tahap pelaksanaan program.

Perencanaan Infrastruktur dan Dukungan Berkelanjutan

Melampaui sektor pendidikan, Baznas juga sedang merancang penyaluran dana untuk pembangunan infrastruktur fisik di wilayah Palestina. Koordinasi intensif telah dilakukan dengan Kantor Staf Kepresidenan terkait rencana tersebut. Pembangunan infrastruktur ini mencakup fasilitas kesehatan, pendidikan, dan tempat tinggal yang akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Palestina.

Sodik menyatakan keyakinannya bahwa aliran donasi dari berbagai kalangan—mulai dari masyarakat umum, organisasi kemasyarakatan, hingga pelaku sektor swasta—akan terus berlanjut secara konsisten dan masif melalui Baznas RI. Mekanisme pengumpulan dana yang modern dan transparan memungkinkan setiap donatur memantau penggunaan dana secara real-time melalui platform digital Baznas.

Pentingnya Investasi Pendidikan untuk Masa Depan

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi program beasiswa ini. Ia menilai bahwa pendidikan merupakan investasi strategis untuk meningkatkan kapasitas generasi muda Palestina di tengah berbagai keterbatasan yang ada. Mahasiswa Palestina yang menerima beasiswa akan menjadi agen perubahan dalam membangun kembali negeri mereka.

Kolaborasi ini berfokus pada penguatan kapasitas anak-anak Palestina di tengah berbagai keterbatasan, guna mencetak generasi penerus yang mampu membangun kembali masa depan bangsanya.

Amirsyah menambahkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor krusial. Melalui pendidikan yang berkualitas, bangsa yang sedang menghadapi krisis diharapkan dapat bangkit dan bersaing setara dengan negara-negara lain di dunia. Program ini juga membuka peluang bagi mahasiswa Palestina untuk membangun jaringan internasional dan mendapatkan pengalaman berharga selama menempuh studi di Indonesia.

Join the discussion