Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

34 Lansia di Kepri Resmi Diwisuda, Ada yang Terharu Seumur Hidup Belum Pernah Duduk di Bangku Sekolah

Mary Taylor - lenterafakta.com 2 mins read

Sebong Lagoi kembali menjadi tempat bersejarah pada Sabtu, 25 Juli 2026. Pada hari itu, sebanyak 34 Lansia di Kepri Resmi Diwisuda dalam prosesi wisuda

34 Lansia di Kepri Resmi Diwisuda, Ada yang Terharu Seumur Hidup Belum Pernah Duduk di Bangku Sekolah

34 Lansia di Kepri Resmi Diwisuda di Bintan

Lenterafakta.com – Sebong Lagoi kembali menjadi tempat bersejarah pada Sabtu, 25 Juli 2026. Pada hari itu, sebanyak 34 Lansia di Kepri Resmi Diwisuda dalam prosesi wisuda angkatan kedua Sekolah Lansia Kasih Ibu. Acara yang diselenggarakan di Halaman Kantor Desa Sebong Lagoi ini menghadirkan suasana haru dan penuh kehangatan. Para peserta menerima ijazah setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan nonformal untuk Tahun Pelajaran 2026. Kehadiran keluarga, anak, dan cucu menambah kehangatan momen istimewa tersebut.

Prosesi Wisuda yang Mengharukan

Sekretaris Daerah Bintan, Ronny Kartika, hadir langsung dalam acara tersebut. Ia menyampaikan rasa bangganya terhadap semangat para atok dan nenek yang mengikuti pendidikan dengan penuh antusiasme. Menurutnya, kegiatan ini memberikan manfaat ganda. Selain belajar, para lansia juga dapat mempererat silaturahmi satu sama lain. Program ini telah berjalan selama dua tahun dan menunjukkan hasil yang sangat memuaskan bagi masyarakat.

Kami bangga sekaligus bahagia melihat semangat atok dan nenek semua yang begitu antusias mengikuti pendidikan di sekolah lansia. Isi kegiatan ini sangat positif, ditambah lagi mereka bisa saling bersilaturahmi.

Pencapaian Luar Biasa dalam Dua Tahun

Sekolah Lansia Kasih Ibu mencatatkan pencapaian gemilang dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Total 94 lansia telah berhasil menyelesaikan program pendidikan ini. Angkatan pertama pada tahun 2025 meluluskan 60 peserta, sementara angkatan kedua tahun 2026 menambahkan 34 lulusan baru. Seluruh peserta dinilai telah menguasai materi dan kurikulum pembelajaran dengan baik. Program ini menjadi bukti nyata bahwa usia bukan halangan untuk terus belajar dan berkembang.

Ronny Kartika menegaskan bahwa kehadiran sekolah lansia di setiap kelurahan dan desa merupakan wujud nyata komitmen program Bintan Bergerak Ramah Lansia. Program ini dirancang untuk memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kesejahteraan para lansia di wilayah Bintan. Melalui pendidikan nonformal, para lansia dapat meningkatkan kualitas hidup mereka secara signifikan.

Pengalaman Bersekolah untuk Pertama Kali

Program pendidikan ini berlangsung selama tiga bulan dengan total 12 kali pertemuan dalam setiap tahun ajaran. Materi yang diajarkan mencakup berbagai aspek kehidupan yang relevan bagi para lansia. Mulai dari kesehatan, teknologi sederhana, hingga keterampilan sosial. Namun, yang paling menyentuh hati adalah kenyataan bahwa beberapa peserta baru pertama kali merasakan pengalaman duduk di bangku sekolah sepanjang hidup mereka.

Beberapa lansia mengaku sangat terharu bisa berada di sekolah lansia, di mana sepanjang hidupnya mereka belum pernah menginjakkan kaki di bangku sekolah.

Ronny menambahkan bahwa sekolah lansia bukan sekadar tempat belajar, melainkan wadah bermakna bagi para lansia untuk mengisi masa tua mereka dengan kegiatan positif. Acara wisuda ditutup dengan momen kebersamaan yang hangat antara para lulusan bersama keluarga mereka. Senyum bahagia dan rasa bangga menyelimuti seluruh kerabat yang hadir menyaksikan momen bersejarah tersebut. Kehadiran 34 Lansia di Kepri Resmi Diwisuda menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.

Join the discussion