Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Taipan Korea yang Tinggalkan Istri demi Wanita Lain Dihukum Bayar Gono-gini Rp 11,5 Triliun

Mary Smith - lenterafakta.com 3 mins read

Pengadilan Korea Selatan akhirnya menjatuhkan vonis akhir dalam skandal perceraian yang menyita perhatian publik selama bertahun-tahun. Chey Tae-won, sang

Taipan Korea yang Tinggalkan Istri demi Wanita Lain Dihukum Bayar Gono-gini Rp 11,5 Triliun

Putusan Gono-gini Chey Tae-won: Rp 11,5 Triliun untuk Roh Soh-yeong

Lenterafakta.com – Pengadilan Korea Selatan akhirnya menjatuhkan vonis akhir dalam skandal perceraian yang menyita perhatian publik selama bertahun-tahun. Chey Tae-won, sang taipan sekaligus Ketua SK Group, wajib membayar sisa harta gono-gini kepada mantan istrinya, Roh Soh-yeong. Jumlah yang harus diserahkan mencapai 645 juta dollar AS atau setara dengan Rp 11,5 triliun.

Vonis tingkat banding yang diumumkan pada 24 Juli 2026 ini menandai berakhirnya drama hukum panjang. Sebelumnya, Roh Soh-yeong menuntut pembagian harta senilai 1 miliar dollar AS atau Rp 17,9 triliun. Ia menginginkan separuh dari total kekayaan sang suami, dengan perhitungan berdasarkan nilai pasar terkini.

Perbedaan Perhitungan Nilai Kekayaan

Salah satu poin krusial dalam perselisihan ini adalah metode valuasi kekayaan Chey Tae-won. Tim hukum Roh mendesak agar perhitungan menggunakan harga saham SK Hynix yang melonjak drastis. Kenaikan tersebut dipicu oleh booming teknologi kecerdasan buatan serta peran SK Hynix sebagai pemasok chip memori utama untuk Nvidia.

Namun, majelis hakim memilih pendekatan berbeda. Mereka menetapkan pembayaran tunai berdasarkan patokan valuasi yang berlaku sebelum lonjakan harga saham SK Hynix terjadi. Keputusan ini tentu saja menjadi perhatian tim kuasa hukum Chey Tae-won yang menyatakan masih mempertimbangkan untuk mengajukan banding ke Mahkamah Agung.

Akar Masalah: Surat Terbuka dan Kehancuran Pernikahan

Kasus ini bermula jauh sebelum persidangan harta dimulai. Pada tahun 2015, Chey Tae-won mengejutkan masyarakat Korea Selatan melalui surat terbuka tiga halaman di koran lokal. Dalam dokumen tersebut, ia secara terbuka menyatakan keinginan mengakhiri pernikahan yang telah berlangsung selama 27 tahun.

Chey tidak hanya mengakui perselingkuhan, tetapi juga memiliki seorang anak dari hubungan luar nikah. Pengakuan ini menghancurkan ikatan yang sempat dijuluki sebagai “pernikahan abad ini”. Pasangan ini resmi menikah pada tahun 1988 di wisma kepresidenan Blue House, tak lama setelah ayah Roh, mantan Presiden Roh Tae-woo, mengambil alih jabatan kepresidenan.

Roh Soh-yeong awalnya menolak gugatan cerai demi menjaga keutuhan keluarga dan ketiga anak mereka. Namun, keputusannya berubah setelah beberapa tahun, memicu pertarungan hukum besar-besaran.

Perebutan Modal SK Group dan Catatan Tangan Bersejarah

Selama persidangan, fokus tidak hanya pada harta pribadi. Perebutan ini juga menyangkut asal-usul modal pembentukan imperium bisnis SK Group. Tim pengacara Roh Soh-yeong mengklaim bahwa keluarga mereka memiliki kontribusi signifikan dalam mengembangkan bisnis tersebut.

Sebagai bukti konkret, pihak Roh menyerahkan sebuah catatan tangan yang memuat nama “Sunkyong” — nama lama SK Group — berdampingan dengan angka 30 miliar won. Klaim mereka adalah bahwa mantan Presiden Roh Tae-woo secara rahasia menyuntikkan dana untuk membantu ekspansi bisnis keluarga Chey.

Di sisi lain, tim hukum Chey Tae-won membantah keras pernyataan tersebut. Mereka menegaskan bahwa SK Group tidak pernah menerima dana terlarang sebagaimana yang diklaim oleh pihak Roh.

Ganti Rugi Emosional dan Kehidupan Pasangan Selingkuh

Skandal perselingkuhan Chey Tae-won juga melahirkan gugatan hukum terpisah. Wanita yang ditinggalkan, Kim Hee-young atau Chloe Kim, dikenai tuntutan ganti rugi oleh Roh Soh-yeong atas kerugian emosional.

Pengadilan memutuskan bahwa Chey Tae-won dan Kim Hee-young secara bersama-sama wajib membayar ganti rugi sebesar 1,5 juta dollar AS atau sekitar Rp 24,3 miliar. Hakim menilai bahwa perselingkuhan serta kelahiran anak di luar nikah menjadi penyebab utama hancurnya rumah tangga dan menimbulkan penderitaan batin yang mendalam bagi Roh.

Meskipun kontroversial, Chey dan Kim tetap melanjutkan hubungan mereka. Keduanya kerap tampil bersama di berbagai acara publik melalui yayasan amal yang mereka dirikan bersama.

Dampak Sosial dan Peralihan Hidup

Kasus ini menjadi sorotan nasional karena melibatkan salah satu pengusaha terkaya di Korea Selatan dan putri mantan presiden. Persidangan ini turut memicu diskusi luas mengenai pembagian harta perkawinan, kepemilikan bisnis keluarga, hingga etika dalam pernikahan.

Di tengah proses hukum, Roh Soh-yeong membagikan momen pribadi saat ia mulai mengemas barang-barangnya. Ia akan pindah dari rumah keluarga yang telah ditempatinya selama 37 tahun. Ia juga mengunggah foto gaun pengantinnya serta poster lama buatan anak-anak mereka sebagai kenangan masa lalu.

Join the discussion