Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Bayi T-Rex Hanya Seukuran Kucing tapi Berbahaya, Langsung Berburu Usai Menetas

Michael Miller - lenterafakta.com 3 mins read

Tyrannosaurus rex atau T.rex telah lama menjadi simbol dinosaurus predator paling terkenal di planet ini. Sebagai karnivora raksasa yang menakutkan, reptil

Bayi T-Rex Hanya Seukuran Kucing tapi Berbahaya, Langsung Berburu Usai Menetas

Bayi T Rex Hanya Seukuran Kucing: Pemburu Mini yang Langsung Berburu

Lenterafakta.com – Tyrannosaurus rex atau T.rex telah lama menjadi simbol dinosaurus predator paling terkenal di planet ini. Sebagai karnivora raksasa yang menakutkan, reptil purba ini selalu digambarkan sebagai pemangsa mematikan. Namun, temuan ilmiah terkini memberikan gambaran baru tentang bagaimana kehidupan dimulai bagi spesies legendaris tersebut.

Sebuah kajian yang terbit dalam jurnal Biology mengungkap bahwa keturunan T.rex saat baru menetas memiliki ukuran yang jauh lebih kecil dari yang dibayangkan. Dengan berat mencapai 2,5 kilogram atau sekitar 5,5 pon, bayi dinosaurus ini sebanding dengan kucing peliharaan rumahan. Meskipun tubuhnya mungil, mereka telah menjadi pemburu yang berbahaya sejak hari pertama kehidupan.

Analisis Fosil dan Teknologi Modern

Tim peneliti internasional memfokuskan studi mereka pada fosil metatarsal, yaitu tulang panjang yang berada di bagian tengah kaki serta jari-jari kaki milik T.rex dan Gorgosaurus libratus. Fosil tulang kaki bayi T.rex ini awalnya ditemukan oleh paleontolog Nicholas Longrich dan kini tersimpan di T. rex Discovery Centre yang dikelola Royal Saskatchewan Museum di Kanada.

Untuk mendapatkan gambaran lebih jelas tentang perilaku dan perkembangan anak-anak dinosaurus tersebut, para ilmuwan menggunakan alat canggih bernama synchrotron computed microtomography. Teknologi pemindaian sinar-X terintegrasi ini memungkinkan observasi detail terhadap struktur internal tulang.

“Metatarsal bayi Tyrannosaurus dapat memberi tahu kita apakah bayi-bayi tersebut langsung berburu atau tinggal di sarang untuk waktu yang lebih lama,” jelas Snively.

Hasil pemindaian menunjukkan adanya saluran-saluran di dalam tulang yang mengonfirmasi bahwa keturunan T.rex segera meninggalkan sarang dan bergerak aktif. Tidak adanya cincin pertumbuhan pada fosil juga mendukung kesimpulan bahwa tulang tersebut berasal dari individu yang baru menetas atau berusia sangat muda.

Struktur Gigi dan Pola Makan

Selain tulang kaki, para ahli juga meneliti fosil gigi dari tyrannosaurid muda. Pola keretakan dan keausan yang teramati, termasuk pengikisan lapisan email di ujung gigi, mirip dengan kerusakan yang biasa ditemukan pada fosil T.rex dewasa. Kerusakan ini terjadi akibat kebiasaan mengunyah mangsa dengan tekstur keras.

Jaringan pembuluh darah yang padat dan rumit di dalam tulang menjadi indikator kuat bahwa bayi T.rex mengalami fase pertumbuhan yang sangat cepat. Temuan ini diperkuat dengan perbandingan perilaku hewan modern seperti burung dan buaya.

“Tyrannosaurus tidak aman di ukuran berapa pun,” ujar Eric Snively, dikutip dari Gizmodo, Jumat (24/7/2026).

“Bayi-bayi ini dengan cepat keluar dari sarang dan membantai banyak hal,” tambahnya.

“Bayi-bayi ini menghancurkan tulang makanan mereka, sama seperti orang dewasa yang berukuran raksasa,” kata Snively.

Eric Snively, yang juga merupakan profesor anatomi dari Oklahoma State University dan co-author studi ini, menekankan bahwa gaya makan anak-anak dinosaurus ini tidak jauh berbeda dengan versi dewasanya yang berukuran raksasa.

Strategi Reproduksi dan Pengasuhan

Fosil sebelumnya menunjukkan bahwa induk T.rex mampu menghasilkan sekitar 20 hingga 30 butir telur dalam satu siklus reproduksi. Nicholas Longrich, lead author studi sekaligus peneliti senior di University of Bath, Inggris, menilai angka ini memberikan petunjuk penting tentang strategi pengasuhan.

“Karena hewan memiliki keterbatasan dalam hal apa yang dapat mereka investasikan untuk generasi berikutnya, mereka dapat memilih antara berinvestasi dengan memiliki banyak anak, atau berinvestasi besar pada sedikit anak, tetapi tidak bisa melakukan keduanya,” ungkap Nicholas Longrich.

Strategi yang dipilih oleh kelompok tyrannosaurid tercermin langsung dari ukuran anak-anak mereka saat lahir. Ukuran tubuh yang kecil menunjukkan bahwa mereka menerapkan pendekatan memiliki banyak keturunan berukuran mini dengan keterlibatan ringan dalam pengasuhan.

“Ukuran tyrannosaurus yang kecil menunjukkan bahwa mereka menerapkan strategi pertama, mereka memiliki banyak anak berukuran kecil dan memiliki keterlibatan yang ringan dalam hal pengasuhan,” tambah Longrich.

Kendati demikian, Longrich memperkirakan bahwa induk T.rex tetap memberikan perlindungan dasar bagi keturunannya pada masa awal kehidupan, meskipun tidak sebanyak spesies yang merawat anak dalam jumlah sedikit.

Join the discussion