Ilmuwan Temukan Gula di Ruang Antar-Bintang, Bisa Ungkap Asal-usul Kehidupan di Bumi
Komunitas ilmiah dunia kini semakin tertarik dengan temuan luar biasa dari luar angkasa. Molekul gula berhasil teridentifikasi di dalam ruang antar-bintang
Gula Antar-Bintang: Petunjuk Baru Asal-Usul Kehidupan di Bumi
Lenterafakta.com – Komunitas ilmiah dunia kini semakin tertarik dengan temuan luar biasa dari luar angkasa. Molekul gula berhasil teridentifikasi di dalam ruang antar-bintang atau yang dikenal sebagai interstellar medium. Hasil penemuan ini diyakini dapat memberikan pemahaman lebih dalam mengenai bagaimana kehidupan bermula di planet kita.
Tim peneliti asal Spanyol telah mengonfirmasi adanya erythrulose, yaitu molekul gula yang tersusun dari empat atom karbon. Senyawa ini terdeteksi di dalam awan molekul yang letaknya kurang lebih 26.000 tahun cahaya dari Bumi, tepatnya di wilayah dekat pusat galaksi Bima Sakti. Di permukaan Bumi, erythrulose secara alami terdapat pada buah rasberi dan kerap dipakai sebagai bahan untuk produk penggelap kulit.
Ini merupakan momen bersejarah karena pertama kalinya gula jenis ini terdeteksi di media antar-bintang, sebuah kawasan luas yang terdiri dari gas dan debu di antara bintang-bintang. Menurut laporan CBC pada Minggu (26/7/2026), eksplorasi ini menjadi sangat penting dalam bidang astrobiologi. Gula memang merupakan komponen utama penyusun molekul kehidupan di Bumi.
Peran Penting dalam Studi Asal-Usul Kehidupan
Selama ini, mekanisme awal pembentukan molekul gula pertama kali di planet kita masih menjadi pertanyaan ilmiah yang belum terjawab. Sarah Gallagher, Direktur Institute for Earth and Space Exploration di Western University, menyoroti signifikansi temuan ini bagi studi asal-usul kehidupan.
“Alasan mengapa hal ini sangat menggembirakan adalah karena ini merupakan beberapa blok bangunan dasar yang Anda butuhkan untuk membuat asam nukleat, yang sangat penting bagi kehidupan seperti yang kita ketahui di Bumi,” ujar Gallagher, yang tidak terlibat langsung dalam penelitian di Spanyol tersebut.
Dari sisi teknis, gula lima karbon membentuk struktur utama atau tulang punggung dari deoxyribonucleic acid (DNA) serta ribonucleic acid (RNA). Kedua molekul ini merupakan bahan kunci dalam pembentukan organisme hidup.
Berdasarkan penelitian sebelumnya, termasuk penemuan gula ribose dan glucose pada sampel asteroid Bennu tahun lalu, para ilmuwan menduga kuat bahwa molekul gula di Bumi awalnya diangkut oleh komet dan asteroid yang menghantam planet ini pada masa-masa awal pembentukannya. Kendati demikian, asal-usul pasti dari mana gula tersebut berasal di alam semesta sebelumnya belum pernah terungkap secara pasti.
Estimasi Jumlah Gula yang Mencapai Bumi
Gallagher menambahkan bahwa asal-usul gula di Bumi selama ini menjadi salah satu rantai yang hilang dalam memahami asal-usul kehidupan.
“Dan sekarang ada sebuah cerita, bahwa gula bisa jadi berasal dari awan raksasa tempat bintang-bintang dilahirkan,” kata Gallagher.
Dalam penelitian yang resmi dipublikasikan di jurnal Nature Astronomy pada 13 Juli, tim Spanyol yang dipimpin oleh Izaskun Jiménez-Serra memanfaatkan dua teleskop radio canggih untuk mengukur keberadaan erythrulose. Dari hasil estimasi mereka, sebanyak 50 juta ton gula diperkirakan telah sampai ke permukaan Bumi sekitar 4,1 hingga 3,8 miliar tahun yang lalu.
Peristiwa ini terjadi selama periode Late Heavy Bombardment, sebuah teori yang menyatakan bahwa planet-planet di tata surya dalam (Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars) mengalami hantaman asteroid secara masif pada awal masa pembentukannya.
Implikasi bagi Pencarian Kehidupan di Alam Semesta
Hasil riset tersebut menunjukkan bahwa media antar-bintang merupakan sumber gula yang sangat potensial, tidak hanya untuk Bumi pada masa purba, tetapi juga untuk wilayah lain di alam semesta. Penemuan ini diprediksi akan membuka jalan bagi penemuan molekul penting lainnya di luar angkasa yang mendukung teori asal-usul kehidupan.
Senada dengan hal tersebut, Nagissa Mahmoudi, Associate Professor di Department of Earth and Planetary Sciences, McGill University, mengungkapkan bahwa studi ini makin memperkuat dugaan bahwa bahan pembuat RNA sudah tersedia di Bumi purba.
“Ini adalah satu lagi potongan teka-teki tentang apa yang sebenarnya ada di sana,” ungkap Mahmoudi.
Mahmoudi menuturkan bahwa penemuan ini mengindikasikan kemungkinan komet dan asteroid juga membawa molekul gula ke planet-planet lain di luar tata surya kita.
“Itulah hal yang menarik. Setiap kali kita berpikir tentang kehidupan di Bumi, pertanyaan besarnya adalah, Apakah kehidupan di sini langka? Apa yang begitu spesial dari Bumi? Atau apakah Bumi sebenarnya tidak spesial? Apakah kehidupan sebenarnya ada di mana-mana dan kita hanya belum menemukannya?” papar Mahmoudi kepada CBC News.
Penemuan gula di pusat Bima Sakti ini makin menguatkan keyakinannya bahwa potensi kehidupan asing (alien) di alam semesta sangat besar.
