Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Mana yang Lebih Cepat Menurunkan Berat Badan, Kopi atau Teh Hijau? Ini Kata Ahli

Robert Anderson - lenterafakta.com 3 mins read

Dalam upaya mengelola berat badan, minuman rendah kalori menjadi teman setia banyak orang. Di antara berbagai pilihan, kopi dan teh hijau sering menjadi

Mana yang Lebih Cepat Menurunkan Berat Badan, Kopi atau Teh Hijau? Ini Kata Ahli

Kopi atau Teh Hijau: Mana yang Lebih Efektif untuk Menurunkan Berat Badan?

Lenterafakta.com – Dalam upaya mengelola berat badan, minuman rendah kalori menjadi teman setia banyak orang. Di antara berbagai pilihan, kopi dan teh hijau sering menjadi sorotan karena popularitas serta efektivitasnya yang terus diperdebatkan. Keduanya mudah diakses, memiliki kalori rendah, dan didukung riset ilmiah seputar pengendalian berat badan. Pertanyaannya, manakah yang lebih unggul?

Ahli gizi terdaftar Johannah Katz, M.A., RD, menyampaikan bahwa meskipun bukan jawaban cepat, kedua minuman ini layak mendapat tempat dalam program diet seimbang. Namun, masing-masing memiliki karakteristik dan kelebihan tersendiri yang perlu dipahami.

Kopi: Kafein sebagai Penggerak Utama

Berdasarkan informasi dari Eating Well pada Minggu (26/7/2026), potensi kopi dalam membantu penurunan berat badan sebagian besar berasal dari kafeinnya. Namun, kafein bukan satu-satunya zat aktif yang terkandung. Kopi juga memiliki asam klorogenat, sebuah polifenol yang membantu metabolisme tubuh serta mengatur kadar gula dalam darah.

Riset menunjukkan bahwa konsumsi kafein secara konsisten dapat menurunkan berat badan, indeks massa tubuh (BMI), dan persentase lemak tubuh. Mekanisme kerjanya beragam, mulai dari menekan perkembangan sel-sel lemak hingga mendukung kesehatan mikrobioma usus.

Sebuah studi menemukan bahwa peningkatan konsumsi kopi berkafein dari tingkat sangat rendah menjadi moderat, yakni sekitar satu hingga tujuh cangkir per minggu, berkaitan erat dengan pengurangan lemak total, lemak dada (trunk fat), dan lemak viseral (visceral fat). Menariknya, konsumsi melebihi jumlah tersebut tidak memberikan tambahan manfaat.

Kopi dekafein, yang bebas kafein, tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan perubahan lemak tubuh. Hal ini memperkuat peran kafein sebagai komponen vital dalam efektivitas kopi untuk diet.

“Kopi bukanlah solusi ajaib untuk menurunkan berat badan, tetapi kopi bisa memberikan manfaat,” ujar ahli gizi terdaftar Rachael Ajmera, M.S., RD. “Namun, ingatlah bahwa apa yang Anda tambahkan ke dalam kopi dapat berdampak besar pada potensi manfaatnya untuk penurunan berat badan. Kopi hitam polos memang rendah kalori, tetapi menambahkan banyak gula, sirup perasa, dan krimer dapat dengan cepat meningkatkan kandungan kalori dan menghilangkan semua potensi manfaatnya,” tambah Ajmera.

Teh Hijau: Kombinasi Senyawa Bermanfaat

Di sisi lain, teh hijau menawarkan campuran senyawa yang juga menguntungkan bagi kesehatan. Menurut Katz, teh hijau mengandung katekin, khususnya EGCG (epigallocatechin gallate), serta kafein. Senyawa-senyawa ini memengaruhi pengeluaran energi dan oksidasi lemak secara moderat.

Berbagai penelitian membuktikan bahwa teh hijau mendukung manajemen berat badan melalui beberapa jalur. Selain itu, bukti ilmiah menunjukkan kemampuan teh hijau dalam merangsang transformasi jaringan lemak putih menjadi jaringan lemak coklat (brown fat), yang secara metabolik lebih aktif dalam membakar kalori.

Meski demikian, efek teh hijau untuk menurunkan berat badan umumnya memerlukan konsumsi konsisten dalam jumlah memadai, yaitu sekitar tiga hingga empat cangkir teh hijau pekat setiap hari selama minimal delapan minggu agar hasilnya terlihat signifikan dalam penelitian.

Teh hijau tawar juga menjadi alternatif sehat pengganti minuman manis. Ajmera menyebutkan bahwa mengganti minuman berkalori tinggi dengan teh hijau tanpa gula dapat memangkas asupan kalori harian secara efektif tanpa membuat seseorang merasa tersiksa oleh batasan diet.

Komparasi Langsung: Kopi Sedikit Lebih Unggul

Jika keduanya dibandingkan secara langsung untuk menurunkan berat badan, kopi sedikit lebih unggul. “Kedua minuman ini bisa masuk ke dalam rencana penurunan berat badan. Namun, jika harus memilih satu, saya akan mengatakan bahwa kopi tanpa gula mungkin sedikit lebih unggul untuk menurunkan berat badan,” kata Katz. “Alasan utamanya adalah kopi biasanya menyediakan lebih banyak kafein, dan kafein telah terbukti mendukung penurunan berat badan, BMI, dan lemak tubuh secara efisien. Data kohort berskala besar juga menemukan bahwa meningkatkan asupan kopi tanpa gula berkaitan dengan berkurangnya kenaikan berat badan jangka panjang, sedangkan menambahkan gula akan menghilangkan manfaat tersebut,” lanjutnya.

Meskipun kopi memiliki sedikit keunggulan, perbedaannya tidak terlalu signifikan. Menurut Katz, teh hijau tanpa gula (baik disajikan hangat maupun dingin) tetap menjadi pilihan yang sangat baik untuk mendukung tujuan penurunan berat badan, terutama bagi mereka yang tidak menyukai kopi atau ingin variasi dalam rutinitas diet mereka.

Pada akhirnya, pilihan antara kopi atau teh hijau bergantung pada preferensi pribadi, toleransi kafein, dan cara penyajian. Yang terpenting adalah menjaga minuman tetap tanpa tambahan gula berlebihan agar manfaatnya tidak hilang.

Join the discussion