Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Usia Harapan Hidup di ASEAN 2026: Singapura Teratas, Indonesia Kalah dari 5 Negara

Mary Smith - lenterafakta.com 2 mins read

Usia harapan hidup menjadi salah satu indikator terpenting dalam menilai kualitas kehidupan suatu bangsa. Angka ini mencerminkan seberapa lama rata-rata

Usia Harapan Hidup di ASEAN 2026: Singapura Teratas, Indonesia Kalah dari 5 Negara

Usia Harapan Hidup di ASEAN 2026: Singapura Teratas, Indonesia di Urutan Keenam

Lenterafakta.com – Usia harapan hidup menjadi salah satu indikator terpenting dalam menilai kualitas kehidupan suatu bangsa. Angka ini mencerminkan seberapa lama rata-rata penduduk suatu negara diperkirakan akan bertahan hidup sejak lahir, dengan asumsi bahwa pola kematian pada periode tertentu tetap berlaku sepanjang hidup mereka. Dalam konteks regional, usia harapan hidup di ASEAN 2026 menunjukkan variasi yang signifikan antar negara anggota, mencerminkan perbedaan dalam sistem kesehatan, tingkat kesejahteraan, dan akses layanan medis.

Berdasarkan data terbaru dari World Population Review tahun 2026, Singapura kembali membuktikan dominasinya sebagai negara dengan harapan hidup tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Rata-rata penduduk Singapura diperkirakan hidup hingga 84,1 tahun, sebuah pencapaian yang luar biasa. Jika ditinjau lebih detail berdasarkan gender, perempuan Singapura memiliki angka harapan hidup mencapai 86,60 tahun, sementara laki-laki mencatatkan 81,68 tahun. Perolehan ini melampaui jauh negara-negara tetangga di kawasan.

Posisi Negara-Negara ASEAN dalam Peringkat Harapan Hidup

Di bawah kepemimpinan Singapura, Malaysia menduduki peringkat kedua dengan nilai 77,2 tahun. Thailand kemudian menyusul di urutan ketiga dengan angka yang hampir sama, yaitu 77,1 tahun. Sementara itu, Indonesia menempati posisi keenam dengan rata-rata 71,6 tahun. Untuk gender, perempuan Indonesia diperkirakan hidup 73,77 tahun dan laki-laki 69,42 tahun.

Angka harapan hidup Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan empat negara lainnya di kawasan. Kamboja berada di urutan ketujuh dengan 71,1 tahun, diikuti Filipina dengan 70,2 tahun, Laos dengan 69,7 tahun, Timor-Leste dengan 68,3 tahun, dan Myanmar yang mencatatkan angka terendah di kawasan sebesar 67,5 tahun.

Perbedaan usia harapan hidup di kawasan ASEAN mencerminkan kondisi masing-masing negara. Negara yang memiliki sistem kesehatan lebih baik, tingkat kesejahteraan yang tinggi, serta akses layanan medis yang luas umumnya mencatat usia harapan hidup yang lebih panjang.

Data tersebut menunjukkan bahwa kesenjangan harapan hidup di Asia Tenggara masih cukup lebar. Negara-negara dengan kualitas layanan kesehatan yang lebih maju dan tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi cenderung memiliki angka harapan hidup yang lebih panjang. Sementara itu, peningkatan akses layanan kesehatan, pemerataan fasilitas medis, perbaikan gizi, dan kualitas hidup masyarakat menjadi faktor penting untuk meningkatkan usia harapan hidup di negara-negara yang masih tertinggal.

Faktor-faktor seperti akses terhadap layanan kesehatan dasar, program imunisasi, nutrisi yang cukup, serta kondisi lingkungan yang sehat berkontribusi besar terhadap peningkatan usia harapan hidup. Pemerintah berbagai negara ASEAN terus berupaya meningkatkan infrastruktur kesehatan dan program pencegahan penyakit untuk menutup kesenjangan ini. Dengan demikian, usia harapan hidup di ASEAN 2026 diharapkan dapat terus meningkat di tahun-tahun mendatang.

Join the discussion