Anjing Argos di Film The Odyssey Ternyata Berasal dari Ras Purba Berusia Ribuan Tahun
Sebuah anjing kecil namun penuh makna menjadi sorotan istimewa dalam film epik terbaru Christopher Nolan, The Odyssey. Anjing Argos di Film The Odyssey bukan
Anjing Argos di Film The Odyssey dari Ras Purba Kuno
Lenterafakta.com – Sebuah anjing kecil namun penuh makna menjadi sorotan istimewa dalam film epik terbaru Christopher Nolan, The Odyssey. Anjing Argos di Film The Odyssey bukan sekadar properti latar belakang, melainkan karakter yang membawa kedalaman emosional pada kisah perjalanan Odysseus. Film yang dibintangi Matt Damon, Zendaya, dan Tom Holland ini berhasil menghadirkan cerita tentang kesetiaan yang melampaui waktu. Para penonton terpesona oleh penampilan seekor anjing yang mampu merepresentasikan ikatan antara manusia dan hewan peliharaan mereka.
Ras Portuguese Podengo yang Berusia Ribuan Tahun
Anjing yang memerankan Argos dalam film ini berasal dari ras Portuguese Podengo, sebuah ras purba yang telah ada sejak ribuan tahun silam. Portuguese Podengo dikenal memiliki karakteristik fisik yang unik dengan telinga tegak dan kepala berbentuk baji. Ras ini memiliki sejarah panjang sebagai anjing pemburu di kawasan pedesaan Portugal yang terjal. Kombinasi mata yang ekspresif dan tingkat kesetiaan yang tinggi membuat ras ini cocok untuk memerankan karakter Argos yang setia menunggu tuannya selama dua dekade.
Dalam mitologi Yunani kuno, Argos digambarkan sebagai anjing yang terbaring di atas tumpukan kotoran setelah Odysseus pergi berperang. Saat tuannya kembali dari Perang Troya dengan menyamar sebagai pengemis, Argos menjadi salah satu makhluk pertama yang mengenali Odysseus. Anjing tua ini kemudian menghembuskan napas terakhirnya setelah berhasil mengenali tuannya, sebuah momen yang sangat menyentuh dalam cerita aslinya.
Proses Produksi dan Pemilihan Anjing
Untuk memerankan karakter Argos dengan sempurna, tim produksi menggunakan tiga ekor anjing berbeda yang disesuaikan dengan tahap usia masing-masing. Portuguese Podengo dipilih karena kemampuannya untuk mengekspresikan emosi melalui tatapan mata yang dalam. Sutradara Christopher Nolan mengungkapkan bahwa pengalaman pribadinya dalam memelihara hewan peliharaan membantu ia memahami ikatan emosional yang menjadi jantung cerita ini.
“Cerita anjing yang paling bagus,” ujar Christopher Nolan saat menggambarkan esensi emosional di balik kisah The Odyssey.
Setiap anjing memiliki peran spesifik dalam proses syuting. Anjing pertama berperan sebagai Argos muda, anjing kedua sebagai Argos dewasa, dan anjing ketiga sebagai Argos tua yang terbaring di tanah. Proses pelatihan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk memastikan setiap anjing mampu mengikuti arahan sutradara dengan baik. Portuguese Podengo dipercaya untuk memerankan sosok Argos pada fase dewasa karena postur tubuhnya yang ramping namun berotot.
Klasifikasi dan Sejarah Ras Purba
Dalam dunia kynologi, Portuguese Podengo dikategorikan sebagai primitive dog breed atau ras anjing purba. Kategori ini diperuntukkan bagi ras-ras kuno yang struktur fisik dan karakternya tidak banyak berubah dalam jangka waktu yang sangat panjang. Ras ini sebanding dengan Shiba Inu asal Jepang atau Xoloitzcuintli asal Meksiko yang juga termasuk dalam kelompok ras purba.
Jejak sejarah mencatat bahwa leluhur ras Portuguese Podengo pertama kali tiba di Semenanjung Iberia sekitar tahun 700 SM bersama para pedagang Fenisia dan Romawi yang mengarungi Laut Mediterania. Ras ini juga diketahui memiliki garis keturunan yang terhubung dengan anjing Pharaoh Hound. Berbeda dengan ras anjing modern yang kerap mengandalkan satu indra dominan, Portuguese Podengo berburu dengan memanfaatkan kombinasi indra penglihatan, penciuman, dan pendengaran secara bersamaan.
Karakteristik dan Perawatan
Bagi masyarakat yang tertarik untuk memelihara Portuguese Podengo, penting untuk memahami bahwa ras ini memiliki sifat yang sangat aktif dan cerdas. Oleh karena itu, ras ini lebih cocok dipelihara oleh pemilik yang memiliki gaya hidup dinamis. Meskipun cepat belajar, Portuguese Podengo dibiakkan untuk bekerja secara independen dari manusia.
Karakter mandiri ini membuat proses pelatihan Portuguese Podengo memerlukan kesabaran ekstra dibandingkan dengan ras anjing lain yang lebih ramah bagi pemula. Ras ini hadir dalam dua variasi bulu, yaitu bulu halus dan bulu kasar. Meskipun kini tergolong sebagai salah satu ras anjing paling langka di dunia, ras ini telah bermitra dengan manusia sebagai anjing pemburu selama ribuan tahun. Setiap aspek kehidupan Portuguese Podengo mencerminkan ketahanan dan kesetiaan yang menjadi ciri khas ras purba sejati.
