Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

60 Gempa Susulan Guncang Jepang Usai Gempa Kumamoto, Sempat Ada Peringatan Tsunami

Jennifer Thomas - lenterafakta.com 3 mins read

Pasca gempa berkekuatan 6,8 yang melanda Prefektur Kumamoto pada Selasa sore, Jepang terus menghadapi rangkaian guncangan. Hingga Rabu pagi, Badan Meteorologi

60 Gempa Susulan Guncang Jepang Usai Gempa Kumamoto, Sempat Ada Peringatan Tsunami

60 Gempa Susulan Guncang Jepang Usai Gempa Kumamoto

Lenterafakta.com – Pasca gempa berkekuatan 6,8 yang melanda Prefektur Kumamoto pada Selasa sore, Jepang terus menghadapi rangkaian guncangan. Hingga Rabu pagi, Badan Meteorologi Jepang mencatatkan angka lebih dari enam puluh gempa susulan. Sebelumnya, otoritas setempat sempat mengeluarkan peringatan tsunami, namun telah ditarik kembali beberapa waktu kemudian. Fenomena ini menjadi perhatian serius masyarakat internasional mengingat lokasi yang rawan bencana.

Rangkaian Guncangan dan Dampaknya

Kebakaran kecil dan kerusakan infrastruktur juga dilaporkan di berbagai titik. Peristiwa ini menewaskan tiga belas warga di kawasan selatan Jepang. Ratusan lainnya mengalami cedera, sementara puluhan ribu rumah tangga kehilangan aliran listrik dan pasokan air bersih. Kondisi ini memperparah situasi darurat yang sedang dihadapi oleh pemerintah setempat.

Para ahli seismologi menjelaskan bahwa aktivitas gempa susulan masih akan berlangsung intensif dalam beberapa hari ke depan. Wilayah dengan guncangan terkuat masih berpotensi mengalami gempa besar atau longsor selama sekitar satu pekan. Gempa dangkal tersebut diperkirakan masih memicu aktivitas seismik di kawasan tersebut. Hingga Rabu pagi, tercatat lebih dari 60 gempa susulan dengan magnitudo antara satu hingga empat.

Upaya Penyelamatan Berlangsung Intensif

Perdana Menteri Sanae Takaichi menyampaikan bahwa tim penyelamat masih mencari korban yang tertimbun. Dalam pernyataannya yang dikutip The Guardians pada Rabu, ia menegaskan:

“Masih ada orang-orang yang menunggu untuk diselamatkan, dan saat ini kami benar-benar berpacu dengan waktu. Kami akan mengerahkan segala upaya untuk menemukan dan menyelamatkan sebanyak mungkin korban.”

Sejumlah lokasi terdampak menjadi fokus pencarian. Di Kota Yatsushiro, sebuah pabrik kertas mengalami kerusakan parah pada cerobong asapnya. Dua pekerja berhasil dievakuasi dalam kondisi henti jantung, sementara sembilan rekan mereka masih dinyatakan hilang. Situasi ini menunjukkan betapa luasnya dampak bencana terhadap berbagai sektor kehidupan.

Di pusat perbelanjaan Aeon yang menampung sekitar dua ratus toko, ledakan terjadi tak lama setelah gempa utama. Video menunjukkan bagian atas bangunan utama hancur dan runtuh sebagian. Dua wanita berusia dua puluhan dikonfirmasi meninggal dunia, dan satu orang lainnya mengalami henti jantung. Juru bicara Aeon memastikan seluruh pengunjung dan karyawan telah dievakuasi setelah guncangan pertama.

Data Korban dan Pengungsi

Pemerintah Jepang melaporkan angka pengungsi mencapai 9.186 orang yang tersebar di 506 pusat evakuasi. Wilayah terdampak mencakup lima prefektur, termasuk Kumamoto dan Fukuoka. Juru bicara pemerintah Minoru Kihara menjelaskan bahwa tujuh orang mengalami luka berat dan 29 lainnya luka ringan hingga pukul 07.00 pagi. Angka ini diprediksi akan terus bertambah seiring dengan proses pencarian yang berlangsung.

Militer juga turut serta dalam operasi bantuan. Menteri Pertahanan menyatakan pengerahan 3.600 personel serta penggunaan 20 pesawat untuk pemantauan kerusakan dari udara. Ratusan petugas tanggap darurat dari prefektur tetangga tiba di lokasi pada Selasa malam. Koordinasi antar lembaga menjadi kunci keberhasilan penanganan bencana kali ini.

Konteks Historis dan Peringatan

Jepang terletak di kawasan Cincin Api Pasifik, menjadikannya salah satu negara paling rawan gempa di dunia. Rata-rata gempa terjadi setiap lima menit di negara tersebut, dan sekitar 20 persen gempa bermagnitudo enam atau lebih di dunia terjadi di Jepang. Kondisi geografis ini menuntut kesiapsiagaan yang terus-menerus dari seluruh lapisan masyarakat.

Peristiwa serupa pernah terjadi pada 2016 ketika gempa Kumamoto menewaskan 275 orang dan melukai 2.739 orang. Ribuan bangunan rusak, termasuk Kastel Kumamoto yang terkenal sebagai objek wisata. Sebagian dinding batu kastel itu kembali mengalami kerusakan akibat gempa terbaru ini. Kerusakan historis ini menambah dimensi emosional dari bencana yang sedang terjadi.

Jepang juga masih mengingat gempa bawah laut bermagnitudo 9,0 pada 2011 yang memicu tsunami dahsyat. Bencana tersebut menewaskan atau menyebabkan sekitar 18.500 orang hilang, serta memicu krisis nuklir di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima. Pengalaman masa lalu menjadi pelajaran berharga dalam membangun sistem peringatan dini yang lebih efektif.

Saat ini, masyarakat internasional terus mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk membantu pemulihan. Berbagai negara menawarkan dukungan teknis dan logistik untuk mempercepat proses rekonstruksi. Solidaritas global ini menjadi harapan baru bagi masyarakat Jepang yang sedang menghadapi tantangan besar.

Join the discussion