Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Anggota DPR: Tantangan Kopdes Merah Putih Kini Membangun Kepercayaan Publik

Jennifer Thomas - lenterafakta.com 3 mins read

Pemerintah Indonesia saat ini menghadapi fase baru yang krusial dalam pengembangan Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih. Menurut Darmadi Durianto, Anggota

Anggota DPR: Tantangan Kopdes Merah Putih Kini Membangun Kepercayaan Publik

Kopdes Merah Putih: Anggota DPR Soroti Tantangan Membangun Kepercayaan Publik

Lenterafakta.com – Pemerintah Indonesia saat ini menghadapi fase baru yang krusial dalam pengembangan Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih. Menurut Darmadi Durianto, Anggota DPR dari Komisi VI DPR RI, tantangan utamanya bukan lagi pada sosialisasi program kepada masyarakat. Fokus kini bergeser pada meyakinkan publik bahwa koperasi ini mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang. Sebagai Anggota DPR yang aktif memantau program pemerintah, Darmadi melihat perlunya pendekatan berbeda dalam membangun fondasi yang kuat untuk Kopdes Merah Putih.

Penilaian tersebut disampaikan oleh Anggota DPR setelah menelaah hasil Survei Nasional yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada bulan Juli 2026. Data survei mengungkapkan bahwa tingkat pemahaman masyarakat terhadap keberadaan program Koperasi Desa Merah Putih sudah berada pada level yang cukup tinggi. Namun, pemahaman saja tidak cukup tanpa disertai kepercayaan yang kuat dari masyarakat.

Sebanyak 76,9 persen responden menyatakan bahwa mereka sudah mengetahui program tersebut. Namun, angka pengenalan yang tinggi ini belum diimbangi dengan keyakinan kuat terhadap prospek pengembangan koperasi. Hanya sekitar seperempat responden atau 25 persen yang optimis Kopdes Merah Putih akan berkembang. Sebaliknya, sebanyak 61,1 persen responden mengaku kurang yakin atau bahkan tidak yakin sama sekali bahwa koperasi tersebut dapat tumbuh sesuai harapan. Anggota DPR mencatat bahwa gap antara pengenalan dan kepercayaan ini menjadi tantangan utama yang harus diatasi.

Penurunan Optimisme Masyarakat yang Perlu Diperhatikan

Darmadi juga mencatat adanya tren penurunan tingkat optimisme masyarakat. Hal ini terlihat jelas jika dibandingkan dengan hasil survei sebelumnya yang dilakukan pada November 2025. Sebagai Anggota DPR yang terus memantau perkembangan program, ia menekankan pentingnya respons cepat dari pemerintah terhadap tren ini.

“Bahkan dibanding November tahun lalu, tingkat keyakinan masyarakat turun dari 43,3 persen menjadi hanya 26 persen,” ujar Anggota DPR, dikutip dari laman DPR RI, Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, hasil survei tersebut harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Pemerintah tidak boleh hanya berhenti pada peningkatan kesadaran masyarakat mengenai keberadaan Kopdes Merah Putih. Langkah selanjutnya adalah memastikan setiap koperasi memiliki kegiatan usaha yang layak, dikelola secara profesional, dan mampu bertahan dalam jangka panjang. Anggota DPR berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret untuk membalikkan tren penurunan optimisme ini.

Darmadi menekankan bahwa yang perlu dibangun saat ini bukan sekadar kesadaran masyarakat terhadap program. Yang lebih krusial adalah membangun kepercayaan publik. Membangun koperasi bukan hanya soal mendirikan gedung, melainkan menciptakan usaha yang sehat, berkelanjutan, dan mampu menghidupi masyarakat desa selama bertahun-tahun. Sebagai Anggota DPR, ia melihat bahwa kepercayaan publik adalah fondasi utama keberhasilan program ini.

Lebih dari Sekadar Target Kuantitatif

Darmadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya berorientasi pada pencapaian target pembentukan 80.000 Kopdes Merah Putih. Jumlah koperasi yang besar tidak akan memberikan dampak optimal apabila tidak dibarengi kesiapan usaha dan tata kelola yang baik. Setiap koperasi harus memiliki model bisnis yang jelas, sumber pendapatan yang berkelanjutan, serta pengelola yang memiliki kemampuan menjalankan usaha. Anggota DPR menilai bahwa kualitas harus lebih diutamakan daripada kuantitas dalam program ini.

Koperasi juga perlu disesuaikan dengan potensi ekonomi dan kebutuhan masyarakat di masing-masing desa atau kelurahan. Darmadi menegaskan agar pemerintah tidak terlalu sibuk mengejar target 80 ribu koperasi, tetapi lupa memastikan apakah 80 ribu koperasi itu benar-benar siap hidup dan berkembang. Sebagai Anggota DPR, ia menyarankan pendekatan yang lebih terukur dan berbasis data dalam pelaksanaan program.

Pembangunan fisik koperasi hanya menjadi salah satu bagian dari proses pengembangan Kopdes Merah Putih. Aspek yang lebih penting adalah memastikan koperasi dapat menjalankan kegiatan ekonomi secara sehat dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya. Anggota DPR berharap pemerintah menjadikan penguatan kelembagaan, tata kelola, dan model bisnis sebagai prioritas dalam pengembangan Kopdes Merah Putih.

Kepercayaan masyarakat juga perlu dibangun melalui pengelolaan koperasi yang transparan dan akuntabel. Menurut Anggota DPR, kepercayaan publik akan tumbuh apabila masyarakat melihat koperasi memiliki kegiatan usaha yang nyata, mampu memberikan keuntungan, serta dapat meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Langkah tersebut dinilai penting agar Kopdes Merah Putih tidak hanya menjadi program jangka pendek, tetapi benar-benar berfungsi sebagai penggerak perekonomian desa secara berkelanjutan.

Join the discussion