Kemarau Makin Panjang, Indonesia Mulai Masuk Fase Kekeringan Hidrologis, Ini 4 Tahapannya
Fenomena El Nino yang semakin intensif telah menyebabkan musim kemarau di Indonesia berlangsung lebih lama dari biasanya. Kondisi ini mendorong negara kita
Kemarau Makin Panjang Indonesia Mulai Masuk Fase Kekeringan Hidrologis
Lenterafakta.com – Fenomena El Nino yang semakin intensif telah menyebabkan musim kemarau di Indonesia berlangsung lebih lama dari biasanya. Kondisi ini mendorong negara kita untuk memasuki fase kekeringan hidrologis yang perlu diwaspadai. Berdasarkan rilis resmi yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika pada hari Jumat tanggal 19 Juni 2026, puncak kemarau diperkirakan akan terjadi di sebagian besar wilayah pada bulan Agustus tahun 2026 mendatang.
Data terbaru menunjukkan bahwa musim kemarau kali ini diprediksi berlangsung selama 10 hingga 21 dasarian. Wilayah yang terdampak mencakup 388 Zona Observasi Meteorologi atau setara dengan 47,45 persen total luas daratan Indonesia. Jika dibandingkan dengan kondisi normal, durasi kemarau kali ini cenderung lebih panjang. Pada kondisi normal, tercatat 437 ZOM atau 48,77 persen luas daratan mengalami musim kemarau.
Empat Tahapan Kekeringan Menurut BMKG
Kekeringan tidak terjadi secara mendadak, melainkan berkembang melalui empat tahapan bertahap. Guswanto, Sekretaris Utama BMKG, menekankan bahwa pemahaman mengenai tahapan ini sangat penting. Dengan demikian, masyarakat dapat mengenali perkembangan dampak musim kemarau sejak dini.
Perlu diketahui, kemarau itu memiliki beberapa tingkatan kekeringan, mulai dari kekeringan meteorologis, kekeringan pertanian, nanti akan berlanjut kekeringan hidrologis hingga terakhir adalah kekeringan sosioekonomis, kata Guswanto dalam kutipannya dari KompasTV pada Rabu, 29 Juli 2026.
Tahap pertama disebut sebagai kekeringan meteorologis. Ini merupakan kondisi ketika curah hujan berada di bawah tingkat normal selama satu periode musim tertentu. Guswanto menjelaskan bahwa Indonesia mengalami fase ini pada rentang waktu April hingga Juni 2026.
Kalau pada saat kita berbicara di awal-awal April, Mei, Juni, itu masih kita sampaikan kekeringan meteorologis di mana tingkat curah hujannya di bawah normal dalam satu periode musim, ujarnya.
Tahapan kedua adalah kekeringan pertanian. Fase ini terjadi ketika kandungan air atau lengas tanah tidak lagi mencukupi kebutuhan tanaman untuk tumbuh secara optimal. Akibatnya, tanaman dapat mengalami stres air yang meningkatkan risiko gagal panen.
Kekeringan pertanian itu terjadi ketika kandungan air di dalam tanah sudah tidak cukup lagi mendukung pertumbuhan tanaman. Misalnya tanaman akan layu atau stres air hingga mengalami gagal panen, jelas Guswanto.
Berikutnya, kekeringan berkembang menjadi fase hidrologis. Tahap ini ditandai dengan penurunan pasokan air dari sungai, waduk, dan sumber air permukaan lainnya. Guswanto menyebutkan bahwa saat ini Indonesia sedang bergerak dari kekeringan pertanian menuju kekeringan hidrologis.
Kalau kita lihat saat ini itu bergerak dari kekeringan pertanian menuju kekeringan hidrologis. Ini berkaitan dengan pasokan air pada sumber-sumber air permukaan, misalkan tinggi muka air mulai turun. Nah, ini yang perlu kita antisipasi, kata Guswanto.
Tahap terakhir adalah kekeringan sosioekonomis. Kondisi ini terjadi ketika dampak kekeringan mulai memengaruhi aktivitas masyarakat dan perekonomian akibat terbatasnya ketersediaan air.
BMKG mengingatkan bahwa perkembangan kekeringan dapat berlangsung secara bertahap apabila musim kemarau terus berlanjut dan diperkuat oleh fenomena El Nino. Masyarakat diminta untuk mulai melakukan langkah antisipasi, termasuk menghemat penggunaan air. Sementara itu, sektor pertanian disarankan untuk menyesuaikan jadwal tanam serta menggunakan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering.
BMKG menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi iklim dan menyampaikan informasi terbaru sebagai dasar mitigasi bagi pemerintah maupun masyarakat.
Artikel tersebut telah tayang di Kompas TV dengan judul BMKG Jelaskan 4 Tahapan Kekeringan, Indonesia Kini Memasuki Fase Mana? pada Rabu, 29 Juli 2026.
