Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Edu

Latest Program: Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia 2026, Cek Benefitnya

Robert Anderson - lenterafakta.com 2 mins read

Program Beasiswa Doktor bagi Dosen Indonesia 2026, Perluasan Akses Pendidikan Tinggi Latest Program - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

Latest Program: Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia 2026, Cek Benefitnya

Program Beasiswa Doktor bagi Dosen Indonesia 2026, Perluasan Akses Pendidikan Tinggi

Latest Program – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti saintek) kembali meluncurkan Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (BPDDI) pada tahun 2026. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kualifikasi akademik para pendidik di negeri ini. Pada 2025, program telah memberikan manfaat kepada 1.269 dosen dari berbagai institusi.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemendikti saintek, Sandro Mihradi, menyatakan BPDDI menjadi salah satu alat strategis untuk memperkuat sumber daya manusia pendidikan tinggi. Selain itu, program ini bertujuan memberikan kemudahan pendanaan bagi dosen yang ingin melanjutkan studi ke jenjang doktor. Hal ini didasari harapan untuk memperkuat penelitian, teknologi, dan sains di Indonesia.

“Dosen adalah aset terbesar dari pendidikan tinggi dan tentu kita berharap dosen tidak perlu menunggu lama bisa langsung segera kuliah,” kata Mendikti saintek Brian Yuliarto, Minggu (21/6/2026), seperti dilaporkan Antara.

Menurut Brian Yuliarto, saat ini banyak perguruan tinggi Indonesia yang telah menyediakan program doktor dengan fasilitas memadai. Dengan adanya BPDDI, ia mengajak dosen memanfaatkan peluang pendidikan tinggi yang ditawarkan pemerintah. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kemampuan akademik, sekaligus memperkuat penelitian nasional.

BPDDI 2026 didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta dirancang untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Selain itu, program ini juga bertujuan memperkuat daya saing perguruan tinggi dalam negeri di tingkat global.

Sistem Pendanaan dan Pembiayaan

Program BPDDI 2026 terdiri dari dua skema utama. Pertama, skema reguler yang ditujukan untuk dosen yang memilih studi doktor di dalam negeri. Dosen yang terdaftar dalam skema ini dapat menempuh pendidikan maksimal pada semester tiga. Kedua, skema joint degree atau dual degree yang melibatkan kerja sama antara perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Pendanaan dalam skema ini berlangsung hingga empat tahun.

Beasiswa ini tidak hanya menanggung biaya pendidikan, tetapi juga memberikan bantuan berupa biaya pendaftaran, dana penelitian, biaya hidup bulanan, transportasi, asuransi kesehatan, serta pembiayaan darurat. Untuk dosen penyandang disabilitas, Kemendikti saintek menyediakan dukungan tambahan seperti pendampingan selama masa studi.

Join the discussion