Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Pakar Bagikan Susunan Password Medsos dan M-banking yang Tidak Mudah Dibobol

Nancy Anderson - lenterafakta.com 3 mins read

Keamanan akun digital menjadi prioritas utama bagi jutaan pengguna internet di Indonesia. Pakar Bagikan Susunan Password Medsos dan layanan perbankan mobile

Pakar Bagikan Susunan Password Medsos dan M-banking yang Tidak Mudah Dibobol

Pakar Bagikan Susunan Password Medsos dan M-banking yang Tidak Mudah Dibobol

Lenterafakta.com – Keamanan akun digital menjadi prioritas utama bagi jutaan pengguna internet di Indonesia. Pakar Bagikan Susunan Password Medsos dan layanan perbankan mobile yang aman berdasarkan analisis terbaru. Menurut data dari NordPass, perusahaan pengelola kata sandi global, masih banyak masyarakat yang menggunakan kombinasi terlalu sederhana untuk melindungi akun mereka. Password “123456” menduduki peringkat pertama sebagai yang paling sering dipakai, dengan lebih dari 2,5 miliar pengguna di seluruh dunia mengandalkan deretan angka ini.

Beberapa kata lain yang juga tercatat sering digunakan antara lain “admin”, “password”, “bismillah”, dan “qwerty123”. Yang menarik, “123456” telah menjadi password paling umum di dunia dan dianggap sebagai yang terlemah selama tujuh tahun berturut-turut. Kondisi ini menunjukkan bahwa kebiasaan buruk dalam membuat kata sandi masih sangat melekat pada masyarakat Indonesia.

Penyebab Password Sederhana Mudah Dibobol

Pratama Persadha, Ketua Research Center Communication and Information System Security (CISSRec), menjelaskan bahwa penggunaan password seperti “123456” masih menjadi kelemahan utama dalam keamanan digital. Ia menambahkan bahwa kombinasi sederhana yang berkaitan dengan nama atau tanggal lahir juga masih banyak ditemukan di berbagai platform. Password seperti itu dapat dipecahkan hanya dalam hitungan detik menggunakan teknik brute force maupun kamus password yang telah dimiliki para pelaku kejahatan siber.

“Password seperti itu dapat dipecahkan hanya dalam hitungan detik menggunakan teknik brute force (teknik coba-coba dengan pendekatan sistematis) maupun kamus password yang telah dimiliki para pelaku kejahatan siber,” kata dia kepada Kompas.com, Kamis (30/7/2026).

Menurut Pratama, fenomena ini seharusnya dianggap sebagai masalah serius. Password bukan hanya menjadi pintu masuk ke akun media sosial, tetapi juga mengakses layanan perbankan digital dan mobile banking. Saat ini, kata sandi juga digunakan untuk aplikasi digital lainnya, mulai dari surat elektronik, layanan kesehatan, hingga berbagai sistem pemerintahan.

Karakteristik Password yang Kuat dan Aman

Pratama menekankan bahwa password untuk media sosial dan mobile banking sebaiknya dibangun berdasarkan prinsip entropi tinggi. Password yang kuat tidak hanya soal panjang, tetapi juga memiliki tingkat keacakan yang tinggi sehingga sulit ditebak oleh manusia maupun perangkat lunak. Semakin acak suatu password, semakin besar pula waktu yang diperlukan untuk memecahkannya.

“Semakin acak suatu password, semakin besar pula waktu yang diperlukan untuk memecahkannya,” sebut Pratama.

Dari perspektif keamanan siber, password ideal minimal memiliki panjang enam belas karakter. Kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol sebaiknya digunakan secara bersamaan. Beberapa hal yang sebaiknya dihindari antara lain kata-kata yang ada di kamus, nama pasangan, nama anak, nama sekolah, nama kota, nama klub sepak bola, nomor telepon, dan tanggal lahir.

Informasi yang mudah ditemukan di ruang digital juga sebaiknya tidak digunakan sebagai password. “Sebaiknya dihindari karena seluruh informasi tersebut sering dijadikan bahan serangan berbasis rekayasa sosial,” jelas Pratama.

Keunikan Password untuk Setiap Layanan Digital

Lebih jauh, Pratama menuturkan bahwa password yang baik juga seharusnya bersifat unik untuk setiap layanan. “Password medsos tidak seharusnya digunakan kembali pada aplikasi m-banking,” tutur dia. “Password surat elektronik juga sebaiknya berbeda dengan password WiFi rumah maupun akun belanja daring,” sambungnya.

Dengan begitu, apabila salah satu layanan mengalami kebocoran data, layanan lainnya akan tetap terlindungi. Pratama juga menyarankan untuk menggunakan perangkat lunak atau software password manager. Software tersebut mampu menghasilkan password yang sangat acak serta menyimpannya secara terenkripsi, sehingga pengguna tidak perlu lagi mengingat puluhan password yang berbeda.

“Pendekatan tersebut jauh lebih aman dibandingkan menyimpan password pada catatan biasa ataupun menggunakan password yang sama pada seluruh layanan,” beber Pratama.

Password yang memiliki tingkat keamanan tinggi dapat berbentuk kombinasi acak seperti yang direkomendasikan oleh para ahli keamanan siber.

Alternatif Passphrase untuk Memudahkan Mengingat

Selain itu, alternatif susunan password lain yang direkomendasikan adalah penggunaan passphrase. Passphrase merupakan gabungan beberapa kata yang tidak saling berkaitan dan dipadukan dengan angka maupun simbol. Contohnya adalah kalimat pendek yang mudah diingat namun sulit ditebak oleh sistem peretasan otomatis.

Meskipun lebih panjang, passphrase justru lebih mudah diingat oleh pengguna, tetapi tetap memiliki tingkat keamanan tinggi apabila terdiri atas kata-kata yang dipilih secara acak. Metode ini menjadi solusi praktis bagi mereka yang kesulitan mengingat password panjang dengan kombinasi simbol dan angka yang kompleks.

Join the discussion